Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Ciuman Pertama Fella dan Arska


__ADS_3

Fella yang duduk di samping Arska hanya terdiam sambil memandangi pemandangan dari dalam jendela mobil, ia tak mau membuka suaranya terlebih dahulu, ia masih sangat kesal mengingat kejadian di restoran tadi.


"Kamu kenapa sih sayang?, dari tadi aku liatin kamu manyun muluk" ucap Arska seraya mengelus pucuk rambut Fella dari samping.


Fella yang masih cemberut, langsung saja memperlihatkan ekspresi wajah juteknya.


"Loh, kok jutek kin aku sih sayang?. Salah aku apa?" tanya Arska pelan sambil memanyunkan bibirnya balik.


"Salah kamu mah... banyak" ucap Fella ketus.


"Lah.... aku ngelakuin kesalahan apa sih sayang ku, perasaan dari tadi kita baik-baik aja, nggak ada masalah kan?" ucap Arska kebingungan.


"Siapa suruh, punya temen statusnya aja yang play boy, tapi buat hati cewek luluh sedikit aja nggak bisa" suara Fella terdengar semakin jutek.


"Ya ampun sayang, kamu masih kesal, sama kejadian yang tadi?" lirik Arska seraya menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Loh... loh...kok berhenti !!!. Siapa yang suruh berhentiin !!!" ucap Fella makin kesal.


"Siapa suruh kamu manyun terus sama aku, lagian kalau aku nggak berhentiin mobilnya, bisa bahaya kan sayang, kita nggak bisa jalan dengan hati yang masih kacau, yang ada nanti kita celaka, paham!!" nada bicara Arska sedikit meninggi.


Fella memalingkan wajahnya, dengan wajah yang masih cemberut. Arska melihat kesamping, ia memandangi wajah Fella yang makin murung sambil menaikan satu alisnya. "Hayo... mikirin apa lagi?" ucap Arska menepuk bahu Fella pelan.


"Tau... ah... kamu nyebelin" kata Fella sambil bersedekap dada.


"Lah kok aku lagi sih sayang. Itu masalahnya Bella sama Brayu, kamu jangan ikut-ikutan ngambek juga dong sayang" rayu Arska sambil meraih tangan kanan Fella dan menggenggamnya cukup erat.


"Masalah Bella itu juga masalah aku, kamu seharusnya tau dong sayang " ucap Fella makin memanyunkan bibirnya, seraya menarik kembali tangannya dari genggaman tangan milik Arska dan menaruhnya kembali di dadanya.


Arska yang mulai berfikiran usil, langsung saja memalingkan wajah Fella sambil memegangi dagunya dengan tangan kanannya dengan segera mencium bibir Fella dengan lembut. Mata Fella membulat sempurna, sedangkan Arska memejamkan matanya. Ia tak melihat ekspresi wajah Fella yang terkejut karena tindakannya itu. Seketika wajah Fella berubah menjadi merah padam seperti tomat. Arska membuka matanya ia melepaskan ciumannya. "Udahan ya ngambeknya sayang" ucap Arska seraya tersenyum puas.


Seketika Fella mematung, matanya tak berkedip sama sekali, ia masih saja melihat lurus ke depan, Fella tak terlalu mendegarkan ucapan kekasihnya itu.


"Hey.... sayang, kenapa bengong sih?" ucap Arska santai, sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Fella. "Apa pengen aku cium lagi" goda Arska centil seraya mengedipkan satu matanya.

__ADS_1


Segera Fella tersadar, "E-em.... apaan sih, nggak lucu tau" ucapnya dengan pipi yang masih merah merona.


Aska tersenyum jahat, tapi penuh arti. "Kalau, berani cemberut di depan aku lagi, aku cium!!!" ancam Araka seraya mencubit pelan hidung Fella.


"Ciuman pertama aku, di ambil paksa, jahat banget !!!" ucap Fella masih memegangi bibirnya dengan jari telunjuknya, sambil sesekali ia mengigit bibir bawahnya.


Arska makin tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan itu keluar dari mulut kekasihnya itu. "Ciuman pertama aku, juga di ambil sama kamu tadi. Jadi kita sama-sama nggak rugi dong sayang" ledek Arska dengan tawa yang semakin menjadi-jadi.


"Nggak lucu tau bercandanya" ucap Fella makin manyun.


"Ow... manyun lagi ni.. minta di cium lagi, biar pipinya makin merah kaya cabe" ledek Arska sambil menaik turunkan kedua alisnya, ia senang sekali menggoda kekasihnya itu. "Ciuman pertamanya kalau nggak di kasih ke aku, mau di kasih ke siapa coba?" tukas Arska sambil memasang ekspresi seriusnya.


"Ya ke kamu lah yang, tapi kan belom waktunya" kata Fella jujur. "Karena udah terlanjur ya udah" ucap Fella polos.


"Hehehe...khilaf sayang, siapa suruh sih kamu manyun terus ,kan aku jadi gemes" ucap Arska sambil mencubit kedua pipi Fella dengan penuh perasaan.


"Awas aja, kalau nyuri-nyuri kesempatan lagi" ancam Fella seraya mengarahkan jari telunjuknya ke depan wajah Arska.


Arska memandangi jari telunjuk Fella, ia berfikir kalau mengerjai kekasihnya itu adalah hal yang paling menyenangkan. "Jarinya boleh juga kalau aku gigit, kayaknya enak" goda Arska semakin menjadi-jadi, sambil tersenyum sinis ala khasnya.


"Kenapa diem lagi sayang, udahan ngomelnya" ledek Arska sekali lagi.


"Udah ah... jangan ngomong yang aneh-aneh lagi, kamu kaya orang mesum tau, kalau kelakuannya kaya gitu" cecer Fella.


"Biarin aja, mesumnya sama orang yang aku sayang kok" ledeknya.


"Aku teriak ni..., kalau ngomongin hal gila kaya gitu lagi" ancam Fella.


"Ya udah teriak aja, toh nggak ada orang yang lewat juga kan" ucap Arska tersenyum sinis.


"ARSKA AREGAN....!!!" teriak Fella cukup kencang.


"Iya sayang, apa sih, nggak usah teriak-teriak, aku udah denger kok sayang" ledeknya cengar-cengir.

__ADS_1


"Nyebelin!!!".


"Siapa sayang, yang nyebelin?".


"Kamu lah..." ucap Fella makin manyun.


Senyum sinis lagi-lagi terlukis di wajah tampannya. "Minta aku cium lagi, tadi kan kalau manyun lagi, aku cium".


Alis Fella menyatu, matanya menyipit. "Terus aja modus" ucap Fella sambil menarik sudut bibirnya.


"Cie.... senyum gini kan lebih cantik sayang" ucap Arska mengecup kening Fella.


"Hari ini tuh, hari apa sih?" tukas Fella.


"Hari penuh kasih sayang, dari Arska untuk sayang ku Fella" ucap Arska sambil memeluk tubuh ramping Fella.


"Ya ampun mulai lagi" ucap Fella menepuk jidatnya pelan.


"Hahaha... hari ini penuh ke bahagian, untuk Arska" ucapnya dengan bangga.


"Iya, iya kamu menang banyak deh sayang, aku ngaku kalah" ucap Fella pasrah.


"Yes... lain kali berarti boleh ya".


Fella melirik ke samping. "Boleh apa?, perasaan aku nggak ngasih izin buat ngapa-ngapain" ucap Fella bingung.


"Em... rahasia".


"Ow... sekarang main rahasia-rahasia an".


"Hehehe... enggak sayang bercanda" ucapnya seraya mengelus-elus pucuk rambut Fella. Fella pun melakukan hal yang sama, ia mengelus-elus pucuk rambut milik Arska dengan lembut, ini kali pertama Fella melakukannya. Hari ini hatinya sungguh di buat bahagia oleh pria yang ada di sampingnya itu.


"Pulang yuk... udah mau malem ni sayang" ajak Fella.

__ADS_1


Arska mengangguk pelan, senyum manis ia tunjukkan untuk sang kekasih. Betapa beruntungnya ia hari ini.


__ADS_2