Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Lagu Indah untuk Arska


__ADS_3

Fella diam-diam masuk ke dalam kamar Arska, ia melihat-lihat isi kamar kekasihnya itu dengan seksama. Banyak fotonya yang tertempel di setiap sudut kamar. Senyum manis terlukis dari bibirnya, satu per satu ia mengamati fotonya bersama dengan kekasihnya itu, setiap moments selalu di abadikan di bingkai foto yang berbeda. Hingga pandangannya beralih kepada sebuah gitar yang berada di pojokan tempat tidur. Dengan segera ia mengambilnya dan duduk di sofa dekat jendela, sesekali ia memetik gitar yang sudah berada di pangkuannya itu. Arska membuka handel pintu kamarnya dengan sangat pelan, ia mengetahui kalau kekasihnya sedang menyelinap ke kamarnya. Arska tersenyum penuh arti setelah melihat kekasihnya itu benar-benar ada di kamarnya, dengan langkah lamban ia menghampiri Fella sambil membawa dua gelas susu hangat dan black forest kesukaan Fella. Ya kala itu rumah dalam keadaan sepi, Viola sibuk di galery, Clara ikut dengan sang mama, sedangkan Hendry masih sibuk di sekolah menyelesaikan berkas-berkas yang tertunda, karena masih banyak hal yang harus ia urus setelah pindah ke sekolahan yang baru.


"Kamu pinter banget main gitarnya ay" puji Arska seraya meletakan nampan yang berisikan susu hangat dan black forest di meja yang tak jauh dari tempat Fella duduk.


Fella tersenyum simpul, ia melirik ke sampingnya. "Mau aku nyanyiin sebuah lagu nggak?" tawarnya.


"Boleh... kalau kamu bisa ay" ucap Arska bersedekap dada. "Aku pengen dengerin suara kamu kaya gimana kalau lagi nyanyi" lanjutnya.


"Dengerin ya, ini lagu spesial buat kamu" ucap Fella tersenyum lepas hingga gigi putihnya terlihat jelas.


Dengan cepat Fella memetik gitarnya, ia menyanyikan lagu yang berjudul Rasa Cinta Ini, yang di populerkan oleh Ghea Indrawari.


Aku tak pernah bisa


Mengganti dirimu


Dengan cinta yang lain


Sungguh, hanya hatimu


Hati yang kucari


Yang paling kusayangi


Takkan berhenti


Tulus pengorbananku


'Tuk selalu bahagiakan dirimu


Fella menyanyikan lagunya dengan rasa bahagia, karena lagu yang ia nyanyikan ini sungguh sangat pas dengan ungkapan isi hatinya terhadap cowok yang ada di sampingnya itu. Senyum sempurna terlukis di wajah tampan milik Arska. Saat Fella sendang menghayati lagu yang dia nyanyikannya. Diperhatikannya satu persatu bagian wajah Fella yang selalu menarik di mata Arska. Sekian lama mengamati, Arska baru menyadari bulu mata Fella sangat lentik bila dipandang dari samping. Hidungnya mancung dan runcing. Serta bibir tipis berwarna merah muda itu tampak manis dan selalu menarik baginya. Fella masih saja cantik. Bahkan, bertambah cantik berkali-kali lipat, padahal Arska setiap hari selalu memandangi wajah cantik cewek yang ada di sampingnya itu, tapi ia tak pernah ada kata bosan untuk memandang kekasihnya itu meski hanya sedetik, ia selalu ingin memandangnya lagi dan lagi. Fella semakin cantik dari hari ke hari.


Takkan berakhir


Takkan terhapus waktu


Hanya untukmu


Hanya dirimu satu


Cinta dalam hidupku


Sungguh, hanya hatimu


Hati yang kucari


Yang paling kusayangi

__ADS_1


Tatapan mata Arska beralih memperhatikan pipi mulus Fella yang putih pucat, dengan lembut Arska mengusap pipi Fella sekilas hingga membuat Fella tersentak kaget. "Kamu ngapain sih yang?" ucapnya seraya menghentikan petikan gitarnya.


Arksa tersenyum sempurna, ia menggeleng pelan. "Aku beruntung banget, bisa memiliki cewek secantik kamu, suara kamu indah banget waktu nyanyi ay" ucapnya sambil memainkan rambut Fella, sesekali Arska mengendus rambut kekasihnya itu, rambut Fella benar-benar harum, Arska serasa terhipnotis hingga matanya terpejam sesaat.


Fella cemberut, ia agak kesal dengan sikap aneh kekasihnya itu, yang menurutnya kekanak-kanakan sekali. "Mau di lanjutin lagi nggak ini lagunya" celetuk Fella membuka suara.


Arska tersadar, segera ia membuka matanya, mata mereka begitu dekat sampai Arska tak berkedip sedikit pun, lagi-lagi ia seperti terhipnotis oleh ke indahan sepasang bola mata warna coklat yang ada di hadapannya saat ini. Fella berdecak kesal karena tak ada tanggapan dari kekasihnya itu, langsung saja Fella mencubit pipi Arska cukup keras.


"Aw.... sakit ay" rintih Arska seraya mengusap-usap pipinya pelan.


"Lagian, nggak ada respon, malah sibuk bengong" celetuk Fella memajukan bibirnya.


"Iya.... iya sayang, maaf.... abisnya kamu, makin hari makin cantik, aku kan jadi terkesima ngeliat kecantikan kamu. Aku kan makin nggak ikhlas kalau sampai kamu di liatin cowok-cowok lain" ucap Arska seraya memanyunkan bibirnya.


"Hem.... mulai deh... mulai lagi ngegombalnya. Mau di lanjutin nggak ini lagunya" ucap Fella menaikkan satu alisnya.


Arska tersenyum karena melihat ekspresi wajah serius Fella saat cemberut. Dengan cepat Arska mengangguk, Arska menginginkan agar kekasihnya itu segera menyelesaikan lagunya dengan cepat, ia tak mau kalau kekasihnya itu menduakan nya dengan sebuah gitar. Arska hafal betul dengan sifat kekasihnya itu, jika sudah memegang benda kesayangan, Fella akan lupa dengan semua hal termasuk dirinya.


Takkan berhenti


Tulus pengorbananku


'Tuk selalu bahagiakan dirimu


Takkan berakhir


Takkan terhapus waktu


Hanya untukmu


Hanya dirimu satu


Cinta dalam hidupku


Takkan berakhir


Takkan terhapus waktu


Hanya untukmu


Hanya dirimu satu


Cinta dalam hidupku


Cinta dalam hidupku


Fella menyelesaikan lagunya dengan sempurna, ia melirik kesamping seraya menaruh gitarnya di samping sofa, di lihatnya Arska sibuk menaruh kepalanya di sandaran sofa, ia menatap lurus ke arahnya tanpa berkedip sedikit pun, senyumnya pasif. Hingga Fella harus melambai-lambaikan tangannya persis di hadapan Arska. Dengan cepat Arska meraih tangan Fella, ditariknya dengan cukup kuat hingga Fella tak mampu menjaga keseimbangannya dan Brukk, kini Fella berada di atas dada Arksa. "Kamu ngapain sih yang, sampai tarik-tarik tangan aku, kebiasaan banget sih modusnya nggak ilang-ilang" celetuk Fella yang masih berada di atas Arska.

__ADS_1


"Aku pengen peluk kamu ay, bentar aja. Aku nggak mau kalau harus di duain sama gitar jelek itu" ucapnya seraya mencium pucuk rambut Fella dengan lembut. "Aku nggak pernah ikhlas kalau harus jauh dari kamu ay" lanjutnya.


"Ih.... kamu tuh lebay banget sih yang, lagian kan itu hobi aku juga, gitu aja cemburuan banget sih" ucap Fella cemberut.


"Ya habis. Kamu kalau udah main gitar aku sering banget kamu cuekin" ucap Arska memajukan bibirnya, ia tak mau kalah dengan Fella.


"Hahaha.... ampun deh sayang.... masak iya kamu cemburu sama benda mati sih. Udah gitu nggak usah pakai manyun-manyun segala tau.... nggak ada manis-manisnya sama sekali. Masak iya... seorang Arska Aregan cowok cool, cowok paling tampan, yang di sukai banyak cewek, kaya gini sih kelakuannya" celetuk Fella yang langsung menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang milik Arska, di sana ia tertawa lepas dengan tindakan kekasihnya itu.


Arska mengelus-elus pucuk rambut Fella, ia tersenyum penuh arti, betapa bahagianya ia saat ini, bisa membuat kekasihnya itu tertawa lepas karena tindakannya yang begitu konyol. "Tetep aja aku cemburu ay, aku nggak pernah ikhlas di cuekin sama kamu, aku pengennya kita bisa sama-sama terus, nggak mau ada yang lain, termasuk benda kesayangan kamu lainnya" ucap Arska jujur seraya mengelus-elus pucuk rambut Fella.


Fella mengangkat kepalanya pelan, ia melihat ke atas, dagunya ia tempelkan di dada bidang milik Arska. Fella mengekspresikan wajah imutnya, terdengar dengan jelas detak jantungnya yang mulai tak beraturan. Sesekali Arska menghembuskan nafasnya pelan, ia mencoba menetralkan detak jantungnya agar tak semakin cepat seperti genderang, tapi hal itu pun sia-sia justru semakin ia melihat ekspresi wajah Fella yang mengemaskan, semakin kencang pula detak jantungnya berdebar.


"Jangan pasang muka imut kamu ini sayang, jantung aku nggak bisa aku kontrol" ucapnya merapikan poni Fella, seraya mencubit kedua pipi Fella dengan gemasnya, ia mencoba memposisikan duduknya seperti semula.


"Aw.... sakit sayang" ucapnya seraya mengusap-usap pipinya pelan. "Siapa suruh, kamu tarik-tarik tangan aku, kan kesel jadinya" celetuk Fella memanyunkan bibirnya.


"Ya Allah.... tahan... pengen banget rasanya aku cium cewek yang ada di depan aku ini, bibirnya imut bangat kalau lagi manyun gitu" ucap Arska seraya memejamkan matanya agar tak melihat ekspresi wajah imut kekasihnya itu.


Fella merapat bibirnya, sesekali ia mengigit bibi bawahnya, dengan segera Fella mencubit perut sixpack milik Arska. "Tadi bilang apa?".


"Aw..... sakit ay, dari tadi kamu nyubitin aku terus, lama-lama badan aku kurus ay" ucap Arska mencoba melepaskan tangan Fella yang masih berada di perutnya. Arska yang tak ketinggalan ide langsung saja membalas perbuatan Fella dengan menggelitik bagian telapak kaki.


"Hahahaha..... ampun sayang.... ampun.... geli..." ucap Fella mencoba melepaskan diri dari Arska.


"Bilang ampun nggak?, nanti baru aku lepasin".


"Hahaha.... iya... iya.... ampun sayang" ucap Fella memohon.


Terbesit niat usil Arska untuk mengerjainya. "Coba bilang gini, AKU NGGAK AKAN NAKAL LAGI SAYANG KU !!!. I LOVE YOU ARSKA AREGAN. Aku baru mau lepasin kamu" celetuk Arska sedikit memaksa.


"Ah.... kamu ngeselin banget sih yang, hahahaha" Fella memegangi kakinya yang masih berada di pangkuan Arska.


"Ya udah Aku nggak mau nglepasin" tegas Arska yang masih menggelitik kaki Fella.


"Iya... iya... AKU NGGAK NAKAL LAGI SAYANG KU!!!. I LOVE YOU ARSKA AREGAN hahahaha".


Arska tersenyum puas mendengar ucapan Fella barusan. "I LOVE YOU TOO, FELLA ANANTASYA CANTIKA" teriak Arska seraya melepaskan kaki kekasihnya itu. "Nah... gitu kan tunangan baik, nurut!!" lanjutnya sambil menyentil pelan hidung Fella.


"Aw...kamu nyebelin" ucap Fella ngos-ngosan seraya menutupi hidungnya.


"Hehehe.... siapa suruh kamu nyubitin aku terus, kan sakit ay" ledek Arska menaik turunkan alisnya.


"Ow.... sekarang udah nggak mau ngalah, oke aku ngambek !!" tukas Fella memalingkan wajahnya dengan cepat, mukanya datar tanpa ekspresi, ia benar-benar di buat kesal oleh tindakan Arska.


Dengan cepat Arska merangkul pundak Fella cukup erat. "Maaf sayang, jangan ngambek lagi ya, aku ngaku salah" ucapnya seraya mencium kening Fella.


Mata Fella melebar, ia tersenyum puas dengan tindakan kekasihnya itu, lagi- lagi ia menang banyak dari Arska, ia tau kalau Arska nggak bisa kalau ngeliat dirinya ngambek, Arska bakalan ngelakuin apa aja buat bisa bikin ia bahagia.

__ADS_1


__ADS_2