
Pagi hari Fella membuka matanya, ia melihat di sekeliling kamarnya, tapi ia hanya melihat Bella seorang, tanpa ada Arska yang menjaganya. Bella yang melihat sikap Fella yang kebingungan segera membuka suara. "Lo... nyariin apaan sih fel, dari tadi gue perhatiin lo celingukan muluk".
"Gue nyariin Arska!".
"Huft... lo masih berharap tuh cowok ngejagain lo semaleman?" ucap Bella pura-pura tak mengetahuinya.
"Tapi semalem Arska beneran jagain gue, gue nggak ngimpi !!" cecernya dengan wajah yang mulai panik.
"Udah... lo jangan banyak pikiran dulu, kata Dokter lo harus banyakin istirahat dan nggak boleh kecapekan, lo harus rutin minum vitaminnya. Hari ini lo udah boleh pulang" tegasnya.
"Tapi Arska semaleman beneran jagain gue bel, gue nggak ngimpi, dia bener-bener nyata, gue udah buktiin kalau semalem Arska jagain gue!!, gue pegang pipi dia semalem".
Bella mendekati tepi ranjang, ia memegang kening Fella sesaat. "Badan lo... panas fel, pasti semalem kamu ngigo. Semalam yang jagain lo itu, gue sama Faya, tapi si Faya udah pulang duluan gara-gara dapet telfon dari Maminya".
"Jadi semalam gue beneran cuma mimpi bel, tapi kenapa kesannya kaya nyata banget bel kalau cuma mimpi. Terus kenapa gue bodoh banget... masih berharap Arska peduli sama gue. Masih berharap dia jagain gue semaleman" ucapnya dengan frustasi, wajahnya kini kembali kusut.
Bella tak tega juga, jika harus melihat sahabatnya itu menderita, ia terpaksa berbohong karena itu permintaan dari Arska sendiri, tadi pagi Arska meminta Bella untuk tidak memberi tahu hal yang sebenarnya kepada Fella. Arska tak mau jika harus melihat kekasihnya itu tersakiti oleh sikapnya, ya meskipun kenyataannya Arska sudah benar-benar menyakitinya.
Bella menepuk pundak Fella pelan. "Gue bilang udah... jangan banyak pikiran".
__ADS_1
Fella mengusap wajahnya dengan kesal seraya melihat ke arah Bella. "Gue kesel bel, sebegitu nggak berartinya gue dimata Arska" ucapnya menundukkan kepalnya pelan.
"Udah... ah.. fel, jangan sedih muluk, lo masih punya gue sama Faya".
"Tapi tunangan gue kabur, dia nggak peduli lagi sama gue" ucapnya memanyunkan bibirnya.
"Sejak kapan lo jadi lembek gini sih fel?".
"Sejak gue kenal sama Arska, dia selalu ngebuat hati gue nyaman. Makannya lo buruan nyari cowok biar hidup lo makin berwarna" jelasnya.
Bella menepuk keningnya pelan. "Hidup lo aja, item putih gini, darimana berwarna nya, ya mending kaya gue, walaupun gue jomblo seenggaknya gue nggak harus mewek-mewek tiap hari" sindirnya.
"Gue nggak maksud nyindir tapi gue ngomong kenyataannya. Ya udah lo mau gue anterin pulang.... apa lo mau pulang sendiri?" nada ucapan Bella mulai meninggi.
"Tuh... kan sahabat gue juga mau ninggalin gue sendirian" celotehnya memelas.
Bella berdecak kesal, melihat sikap Fell yang kekanak-kanakan. "Fella, Tante Merry minta tolong ke gue buat nganter lo pulang, Tante ada urusan di butik, jadi nggak bisa jemput lo" tegasnya.
"Lo... nggak jadi ninggalin gue?" selidiknya.
__ADS_1
"Tau... ah... pusing ngomong sama lo" celetuk Bella yang langsung duduk di sofa.
Fella mencebirkan bibirnya, segera ia turun dari ranjang dengan malasnya, ia tak bersemangat untuk menjalani kehidupan sehari-harinya. Fella keluar dari toilet, ia menarik tangan Bella yang sedang Asyik memainkan game onlinenya.
"Yah.... fel, gua kalah kan.... gara-gara lo ni, padahal lagi seru-serunya" ucap Bella seraya menghentak-hentakkan kakinya matanya melotot ke arah Fella.
"Gue udah ganti baju, lo mau pulang apa masih betah di sini?, kalau lo masih betah disini mending gue pulang naik taksi" celetuk Fella dengan muka datarnya.
"Iya... iya ah... ngeselin banget" ucap Bella yang langsung berdiri.
Di sepanjang lorong, Fella hanya terdiam tanpa ada niat untuk mengobrol dengan Bella. Bella yang melihat sikap dingin sahabatnya itu segera memanyunkan bibirnya sesekali ia melirik kesamping. "Sorry fel, gue terpaksa bohongin elo, semalam Arska emang jagain lo, tapi tadi pagi dia bilang ke gue, biar nggak ngasih tau lo, Arska takut lo semakin berharap. Arska mau ngurusin masalahnya dulu sebelum balik ke sisi lo" batin Bella.
"Muka lo jelek kalau manyun gitu bel" ucap Fella membuka suara.
"Hehehe...abisnya lo diem aja".
"Males ngomong gue bel, Arska bener-bener nggak peduli lagi sama gue".
Dengan cepat Bella merangkul lengan Fella. "Mungkin dia nggak peduli sama lo, tapi gue sama Faya selalu peduli sama lo, kita sayang sama lo".
__ADS_1
Fella tersenyum puas setelah mendengar ucapan Bella, setidaknya masih ada yang peduli dengan dirinya.