Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Pokoknya Aku yang Antar Jemput Kamu, TITIK !!!


__ADS_3

Pagi itu Fella sengaja berangkat lebih pagi, ia ingin menjemput Arska, kalau ia meminta izin kepada Arska, pasti Arska tak memperbolehkannya untuk menjemputnya. Jam 05:30 Fella sengaja datang lebih pagi, untuk membantu Viola menyiapkan sarapan. "Cantika, kamu memang calon menantu yang baik" puji Viola sambil tersenyum.


Fella tersipu malu, "Tante bisa aja, mujinya" ucapnya sambil menaruh piring di atas meja.


"Oh... iya kamu nggak bilang sama Arska, kalau mau jemput dia?" ucap Viola seraya menaruh nasi goreng masakannya ke atas piring.


"Enggak...tan.. , nanti kalau Arska tau, pasti juga di larang" ucap Fella sedih. "Fella kan juga pengen, nganterin Arska tan, masak Arska terus yang antar jemput Fella".


"Namanya juga cowok, harus punya tanggung jawab dong sayang, nanti kalau Merry, sampai kecewa sama anak tante kan bahaya" ucap Viola seraya mengelus rambut Fella.


"Tapi Fella nggak mau, jadi Cewek manja tan, apa-apa masak tergantung Cowok, Fella kan juga pengen mandiri, lagian Bunda juga selalu ngajarin tan, buat apa-apa nggak boleh terlalu tergantung sama orang lain terus" ucap Fella sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Cantika emang beda ya, tante nggak salah pilih pokoknya" ucap Viola sambil mencubit pipi Fella pelan.


Fella tersenyum penuh arti saat Viola memujinya, Clara yang baru bangun tidur langsung saja duduk di meja makan, matanya masih mengantuk, sesekali ia mengucek matanya. Ia melihat kesamping, sesekali ia menutup mulutnya karena menguap, tanpa Clara sadari kalau Fella sedang memperhatikan tingkahnya. Fella tersenyum simpul, "Hay... cantik, baru bangun" ucap Fella sambil mengelus rambut Clara.


Clara yang masih mengantuk belom juga sadar, ia masih sibuk menguap.


"Cuci muka dulu ya, biar kakak anterin ke toiletnya" tawar Fella. Clara hanya mengangguk pelan, Fella langsung mengandeng tangan mungil milik Clara, sampai di toilet, Clara langsung mencuci mukanya, setelah sadar, ia menoleh ke samping, matanya membulat, ia tersenyum lepas, tiba-tiba saja Clara berubah menjadi gadis yang sangat cerewet "Kak Cantika, lama nggak ketemu.... kangen.... kakak, kenapa kakak nggak sering main ke rumah sih" keluhnya seraya memeluk Fella.


"Kakak juga, kangen sama kamu, kakak belom sempet main, karena masih banyak tugas dari sekolahan, yang harus Kakak kerjain" ucapnya seraya memeluk balik Clara.


"Kak Arska pelit, kalau Clara pengen ikut main ke rumah Kak Cantika, selalu nggak di bolehin, katanya Clara entar cuma gangguin kak Cantika aja, terus kak Arska di kacangin" ucap Clara jujur.


"Itu mah, akal-akalannya kak Arska aja, lain kali jangan di dengerin ya" ucapnya seraya melepaskan pelukan Clara sambil mengusap-usap rambut Clara. "Keluar yuk, sarapan, entar baru kangen-kangenan lagi sama kakak" ucapnya sambil menggandeng tangan Clara agar segera keluar dari toilet.


Viola tersenyum melihat kedekatan putrinya dengan tunangan kakaknya itu, "Clara manja banget ya ka, kalau sama kamu".


Fella membalas senyuman Viola, "Enggak sama sekali kok tan, lagian Fella juga kangen sama Clara, udah lama banget Fella nggak main ke rumah" ucapnya seraya duduk di meja makan.


"Kamu nggak ke atas manggil Arska?, biar dia lebih pagian juga berangkat ke sekolahnya".


"Fella punya cara tersendiri buat nyuruh Arska turun kok tante" ucapnya seraya mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.


Ponsel Arska berdering, tanda telefon masuk, ia melihat ke layar ponselnya, Arska tersenyum melihat siapa yang menelfon nya, segera ia mengangkatnya tanpa sabaran, "Assalamualaikum sayang, pagi-pagi gini udah telfon, udah kangen ya" ledeknya dari sebrang telfon.


"Waalaikumsalam, pagi-pagi kepedean nya udah keluar aja, buruan turun gih sarapan" perintah Fella.


Arska mengerutkan keningnya, "Bentar ah... baru jam berapa, dandan dulu lah, biar kalau entar jemput kamu makin kelihatan lebih gantengnya" ucapnya ngasal.

__ADS_1


"Kaya Cewek aja, dandannya lama, aku udah nungguin setengah jam juga, belom turun-turun, lima menit ya, harus turun sarapan bareng" tegasnya.


Lagi-lagi Arska mengerutkan keningnya, "Lima menit?" ulangnya, "Emang kamu dimana si sayang?"


"Iya lima menit, aku tunggu di meja makan, Assalamualaikum" ucap Fella sambil mematikan ponselnya. Clara dan Viola saling lirik, mereka berdua tertawa melihat percakapan Calon menantunya dan anaknya tersebut. "Nggak ada yang berani merintah Arska loh ka, sebelumnya, kamu kali pertama orang yang bisa buat Arska nurut" ucap Viola sambil tersenyum.


"Masak sih tante, bukannya Arska keliatan penurut ya?".


Viola menggelengkan kepalannya pelan, "Kamu salah, dia itu kalau di kasih tau suka ngeyelnya".


Fella tersenyum malu, mengetahui hal tersebut, ia merasa sedikit tak enak dengan Viola. Lima menit akhirnya Arska menuruni anak tangga dengan berlari, sampai ia lupa kalau masih memakai celana kolor. Viola yang melihat kedatangan sang anak sontak terkejut, "Astagfirullah Arska" ucapnya sambil geleng-geleng kepala.


Fella yang penasaran dengan ke kagetan Viola dengan spontan menoleh, "Ya ampun yang" ucapnya sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, dan segera memalingkan wajahnya. Arska yang kebingungan dan belom menyadari, langsung saja mendekati meja makan dan segera duduk di samping Fella. Clara dengan kesal langsung saja meneriaki kakaknya itu, "Kak Arska, malu-maluin tau" ucapnya sambil menunjuk ke arah dimana Arska duduk.


"Malu-maluin kenapa si dek" ucapnya santai. "Kamu kenapa sih sayang, ngeliat aku langsung tutup wajah, gara-gara aku gantengnya kelewatan ya" ucap Arska dengan pedenya. Fella belom juga membuka suara, ia masih merasa malu, setelah melihat kekonyolan yang di lakukan oleh kekasihnya itu.


"Kak Arska tuh, kalau pakai celana yang bener, jangan pakai celana kolor ketat gitu keluar kamar, kak Fella kan jadi malu" ucap Clara jelas.


Arska segera melihat ke bawah, matanya membulat, wajahnya merah padam karena malu, kekasihnya telah melihat hal konyol yang telah ia lakukan. "Mamah kenapa nggak ngasih tau dari tadi sih" ucap Arska segera melirik ke arah Viola.


Viola tertawa kecil, "Mamah pikir kamu udah paham tadi, waktu mamah istighfar, nyatanya malah enggak, malah kamu duduk di sampingnya Cantika".


Viola tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan, "Itu anak, ada-ada aja, saking semangatnya pengen cepat ketemu kamu ka".


Fella membuka tangan yang menutupi wajahnya, seraya menoleh, "Arskanya udah pergi tante".


"Udah... barusan".


Hendry yang mendengar ke gaduhan di pagi hari itu segera keluar kamar, "Ada apa sih mah, pagi-pagi udah ribut-ribut" ucapnya seraya duduk di samping Viola.


"Itu pah, Arska, saking semangatnya pengen cepat-cepat ketemu sama Cantika sampai lupa, cuma pakai celana kolor" jelas Viola.


Hendry yang melihat di meja makan ada personal baru segera tersenyum, "Pagi Fella, udah dari tadi?".


"Pagi juga Pak Hendry, lumayan lama Pak".


"Tadi yang bantuin nyiapin sarapan juga Cantika loh pah" celetuk Viola.


Hendry tersenyum, "Kalau di rumah, panggilnya Om, apa Papah aja ya fel, jangan Pak, biar kelihatan lebih akrabnya" jelas Hendry.

__ADS_1


Fella mengangguk pelan, disertai dengan senyuman, "Baik om" ucapnya masih canggung. Disela-sela mereka bercanda, Arska menuruni anak tangga dengan pakaian seragam lengkap tak kurang satu apa pun. Hendry yang melihat kedatangan Arska langsung saja meledeknya, "Udah bener ka, pakai celananya".


"Papah udahan ah... malu sama Aya" ucapnya cemberut, sambil melirik ke arah Fella.


Gelak tawa di pagi hari itu membuat seisi rumah menjadi lebih harmonis, mereka menghabiskan sarapannya dengan perasaan yang menyenangkan. Setelah selesai sarapan Arska dan Fella berpamitan untuk berangkat ke sekolah bersaman. Sampai di halaman Arska mengerutkan dahinya, "Kamu naik motor ay?".


Fella hanya mengangguk disertai dengan senyuman, Arska menghela nafas pelan, "Kan... aku udah pernah bilang, jangan naik motor lagi, kan bahaya, aku nggak mau kamu kenapa-napa".


Fella memasang muka memelasnya, "Tapi aku pengen antar jemput kamu yang" jelasnya.


"Nggak usah, biar aku aja yang antar jemput kamu" tegasnya.


"Nggak mau, aku pengen nganterin kamu, POKOKNYA HARI INI, AKU PENGEN ANTAR JEMPUT KAMU, KALAU NGGAK MAU AKU NGAMBEK !!!" ucap Fella tak kalah tegas sambil menaruh kedua tangannya di pinggang.


Arska menghembuskan nafasnya pelan, "Ya udah jangan ngambek lagi ya, tapi janji cuma hari ini aja nggak ada hari-hari lain lagi" ucap Arska seraya mengelus-elus pucuk rambut Fella dengan pelan.


"Oke sayang" ucapnya dengan gembira. Arska segera memboncengkan Fella, mereka pun naik motor untuk kali pertama, jantung Fella seakan mau copot, begitu juga Arska, mereka baru mengetahui kalau naik motor itu lebih asyik di bandingkan dengan naik mobil seperti biasanya. Senyum lepas terukir dari bibir mereka. Fella yang semakin mempererat pegangannya, membuat Arska semakin semangat melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


...°•°©int@ Untuk Fella°••°...


Sampai di gerbang SMA NEGRI HARAPAN 1, Arska yang masuk kedalam halaman sekolah, segera menghentikan laju motornya. "Udah sampai, kamu hati-hati ay, naik motornya" ucapnya seraya melepaskan helmnya. Mereka berdua turun dari motor, Fella tersenyum penuh arti, ia tak mempedulikan Siswa-Siswi yang melihat ke arahnya. Ia melepas helmnya sesaat, rambut warna coklat terurai indah, semua mata melihat ke arahnya khususnya para cowok. Arska mengusap wajahnya pelan, "Udah ya sayang, tebar pesonanya, aku nggak ikhlas, kalau banyak cowok-cowok yang ngeliatin kamu" ucapnya seraya memegangi bahu Fella.


"Tebar pesona apaan si yang" ucapnya sedikit manyun.


Segera Arska menaruh jari telunjuknya di bibir Fella seraya berbisik, "Jangan pasang wajah cemberut kamu, kalau yang lain pada liat, yang ada mereka makin gemes sama kamu, kalau cemberut gini aku pengen cium kamu sekarang juga" tegas Arska.


Mata Fella membulat sempurna, segera ia memundurkan badannya agar tak terlalu dekat dengan kekasihnya itu. "Dasar mesum" ucapnya pelan.


Senyum sinis terukir di sudut bibir Arska, mereka yang berlalu-lalang terpesona dengan karisma Arska, khususnya para cewek. Cowok yang terkenal nggak pernah senyum itu, bisa membuat seisi sekolah pingsan kalau ngelihat senyum Arska saat ini.


"Ya udah, aku berangkat dulu ya sayang" ucap Fella.


Arska mengangguk pelan, saat Fella hendak memakai helm, tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di keningnya, Fella yang spontan menarik kembali helmnya. "Nyari kesempatan muluk" lirik Fella. Arska nyengir kuda seraya mengusap-usap pucuk rambut Fella, "Ati-ati ya sayang ku, jaga mata, jaga hati juga perlu loh" ucapnya sambil tersenyum.


Fella mengangguk, segera ia memakai helmnya seraya naik ke atas motor, ia menyalakan motornya dengan segera meninggalkan halaman sekolah, dengan senyum manis. Arska masih saja memandangi badan Fella yang kian menjauh, sesekali ia menggelengkan kepalanya senyum manisnya terlukis di wajah tampannya. Mereka berhasil membuat siapa saja yang melihat adegan romantis tadi menjadi iri kepada mereka berdua. Ia yang melihat Aldy langsung saja berlari menghampirinya, "Gue titip helm gue ya dy" ucapnya sambil memberikan helmnya kemudian melangkahkan kakinya. Aldy yang melongo langsung saja berteriak, "Woy... maksud lo apaan ni".


"Gue nitip, tolong taruh helm gue di motor lo, entar gue contekin jawaban fisika gue, sama gue traktir di kantin nanti" teriaknya balik.


Aldy menghela nafas cukup panjang, "Lumayan lah dapet contekan sama makan gratis daripada enggak" ucapnya seraya membalikan bandan ke arah parkiran.

__ADS_1


__ADS_2