
Jika kalian sekarang ada di gedung bioskop, kalian akan melihat sebuah adegan dimana dalam satu frame menampilkan dua orang yang sama dari dua orang. Keduanya sama-sama menengadahkan tangannya untuk berdoa, namun di tempat berbeda.
Fella dan Arska, malam ini tengah sedang bersujud untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Mengatakan segala keinginan dan harapan yang ingin mereka capai untuk hidup mereka.
Ketika Arska meminta Fella untuk memulai melakukan kegiatan itu tadi siang, malam ini gadis itu melakukannya untuk pertama kalinya. Arska memang lebih religius di bandingkan dengan Fella. Arska sejak kecil di didik oleh kedua orang tua untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim, meskipun terkadang masih ada sisi lemahnya yang tak bisa ia pungkiri jika sedang bersama Fella, iya khilaf.
Fella memang tak pernah meninggalkan kewajibannya, tapi untuk urusan sunnah, dia tak pernah menjalankannya. Dan ternyata Arska bisa membuat Fella menjalankan sunnah dengan caranya.
Meskipun ini untuk pertama kalinya, Fella merasa lega ketika selesai melakukan kegiatan berdoa-nya. Dia juga bersimpuh sampai lantunan adzan subuh berkumandang dan melakukan sholat subuh.
Waktu masih menunjukan pukul setengah lima, tak ada lagi kantuk yang di rasakan-nya. Fella hanya bisa menghela nafas ketika melihat itu. Menutup halaman tersebut, ia beralih membuka aplikasi chat.
Mengetikan sesuatu di sana, tentu saja mengirim pesan chat untuk sang kekasih.
FellaAnastasiaCantika
Abang sayang 🥰🥰🥰
Fella masih menunggu apakah lelaki itu akan membalas chat-nya apa tidak. Karena yang dia yakini jika Arska sudah bangun entah melakukan lelaki itu sedang melakukan apa pagi-pagi begini.
^^^ArskaAregan^^^
^^^Bangun kan tadi Ay?^^^
FellaAnastasiaCantika
Iya, tenyata lega juga ya habis lakuin sholat malam. Bisa konsentrasi aja doanya.
^^^ArskaAregan^^^
^^^Iya, makannya mulai sekarang di biasain ya Ay.^^^
FellaAnastasiaCantika
Insyallah. Kamu sekarang lagi ngapain sih yang?
^^^ArskaAregan^^^
^^^Kepo! pengen tau banget apa cuma pengen tau?^^^
Fella menghela nafasnya secara perlahan, sepertinya ia tak punya niatan untuk bertanya lagi, gadis itu memilih untuk meletakan ponselnya kembali di atas nakas dan berbaring di atas ranjang.
"Percuma aja, kalau tanya jawabnya kaya gitu mending nggak usah tanya aja sekalian," gumam Fella pelan. Gadis itu akan bermalas-malasan seharian, karena hari ini ia tak memiliki jadwal kuliah.
Lain halnya dengan Arska, niat hati ingin mengerjai kekasihnya justru dirinyalah yang sekarang menantikan pesan chat dari Fella.
"Duh.... kenapa nggak di balas? Apa mungkin Aya ketiduran," ucapnya pelan. Sampai matanya melirik kesebuah coklat berserta surat yang tempo hari ia rebut dari kekasihnya itu.
"Apa sih isinya, bikin penasaran orang aja."
__ADS_1
Arska langsung menyambar kertas yang berada di samping rak bukunya. Membukanya secara perlahan dan mulai membaca isi dalam surat tersebut.
Dear, Fella❤❤
Hai..
Mungkin waktu lo baca surat ini, cukup ngerasa aneh ya? Hehehe... tapi nggak apa lah, berusaha terlebih dahulu itu kan memang harus.
Tau nggak, waktu pertama gue ngeliat lo, gue ngerasa cocok aja sama lo. Lo itu cantik, selain itu kamu tuh nggak pernah pilih-pilih temen.
Lo ingat nggak? Waktu kita sempet ke kunci di ruang perpustakaan. Jantung gue serasa mau copot karena saking deket gue sama elo.
Kayaknya gue mulai suka deh sama elo Fel, lain waktu jalan bareng yuk, siapa tau lo juga ada rasa sama gue. Udah gitu aja ya surat dari gue, gue harap lo balas surat gue ini. Ini nomor gue 081223XXXXXX
From, Samuel 😃😃
Nafas Arska mulai tak teratur saat ia membacanya, lelaki itu langsung menyobek kertas yang telah usai di bacanya.
"Sabar Ka, bukan tandingan lo juga, Aya tetep pilih lo, yakin aja," gumamnya dengan mata terpejam, punggung bersandar di sandaran kursi.
Lima belas menit Arska masih di posisinya, hingga kini ia memilih untuk membuka matanya dan menyambar handuk yang ada di sebelah kirinya.
"Jemput Aya, buat dia bahagia sampai orang nggak bisa deketin dia." Arska langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...°•°©inta Untuk Fella°•°...
Lelaki itu mengangkat tangan kanannya, dan ingin mengetuk pintu agar sang pemilik rumah segera membukakan pintu tersebut, namun belum sempat mengetuk pintu, seorang gadis yang tak lain adalah Fella terlebih dahulu membukanya. Fella terperanjat saat mengetahui kekasihnya itu sudah berdiri di hadapannya dengan tampilan rapinya.
"Kamu nggak kuliah yang?" tanyanya dengan jari telunjuk mengarah ke Arska, ia sedikit bingung dengan kedatangan kekasihnya itu.
"Tiba-tiba aja kangen kamu, makannya aku libur nggak kuliah hari ini," jelasnya dengan mata mengamati penampilan gadis yang sekarang berada di hadapannya itu dengan intens. "Kamu sendiri mau kemana Ay? Dandan cantik kaya gini?"
"Niat hati sih... pengen malas-malasan di rumah. Tapi Faya sama Bella gangguin terus... dari tadi telfon, mereka ngajakin jalan, katanya bosen kalau di rumah."
"Nggak boleh! Hari ini kamu cuma boleh sama aku!"
"Loh... loh... nggak bisa gitu dong yang, kamu kan nggak kasih kabar kalau mau kesini, mereka entar bisa ngamuk dong sama aku."
Tanpa menghiraukan ucapan Fella, Arska pun segera menarik tangan gadis itu dan menuntunnya masuk kedalam mobilnya.
"Jangan tanya kita mau kemana?" Arska memulai pembicaraan, lelaki itu langsung menutup pintu mobilnya saat Fella sudah berada di dalam.
"Idih.... suka nebak-nebak, padahal aku tuh nggak mau tanya itu," ucap Fella pelan, gadis itu menjulurkan lidahnya.
Saat Arska sudah berada di dalam mobil, ia sedikit melirik ke arah kekasihnya itu. "Awas aja ya kamu Ay, liat apa yang bakal aku perbuat sama kamu, kalau kamu sampai nakal." Ancamnya dengan tatapan serius.
"Ih... sukanya ngancem, padahal aku kan nggak pernah nakal," balasnya dengan bibir mengerucut, ia memilih buang muka, di banding melihat tampang serius Arska.
"Iya kamu-nya emang nggak nakal, tapi kamu berhasil buat aku cemburu sampai ke ubun-ubun."
__ADS_1
"Kenapa bisa aku?" Fella mengernyitkan keningnya, berbalik badan dan menatap lurus ke arah lelaki yang sekarang berada di balik kemudi itu. Gadis itu tak tahu menau dengan apa yang Arska ucapkan.
"Cowok yang beberapa hari lalu kasih kamu coklat sama bunga itu, ternyata punya niatan lain sama kamu Ay!"
"Aku udah tau...." ucapnya santai.
"Kamu udah tau, tapi kamu masih santai?" Arska mulau tak konsentrasi dalam meyentirnya.
"Tunangan aku cuek banget sih, makanya wajar aja kalau aku banyak yang ngelirik." Fella sengaja menyindir kekasihnya itu, agar lelaki itu sedikit peka dan tak sok-sokan cuek lagi terhadapnya jika di muka umum.
Arska tiba-tiba menginjak remnya dalam-dalam, hingga menimbulkan suaran cittttt cittttt cittttt......
"Arska, kamu ini apa-apaan sih.... bawa mobilnya hati-hati."
Fella memegangi dadanya merasa Arska sedikit berlebihan dalam bertindak, padahal ucapannya tak terlalu menyinggungnya karena dia mengatakan faktanya.
"Aku pengen pernikahan kita di percepat!" seru Arska dengan pandangan mengarah ke Fella.
Secepat itu kah? Baru tadi pagi gadis itu berdoa. Tapi Tuhan sudah mengabulkan semua doanya.
"Kenapa tiba-tiba? Kita juga masih kuliah," ucap Fella masih dengan rasa bingungnya.
"Kamu percaya kan sama aku Ay? Meskipun kita masih kuliah, aku yakin, aku bisa nafkahin kamu." Arska kini meraih kedua tangan gadis yang duduknya berada di sebelahnya itu.
"Tapi kenapa harus tiba-tiba? Entar kalau orang lain mikir yang enggak-enggak gimana?"
"Jangan pernah mikirin perkataan orang lain, ketika kamu ingin maju."
"Tapi.... apa nggak terlalu mendadak."
"Nggak ada kata mendadak, lagian aku juga masih harus minta izin sama orang tua aku dan orang tua kamu."
Fella masih terdiam dengan posisi menunduk, otaknya serasa tak bisa berpikir lagi.
"Aku pengen kita cepat nikah bukan tanpa alasan, menjadi tunangan aja rasanya nggak cukup buat aku."
Hanya anggukan kecil yang Fella berikan, pikirannya masih bingung dengan ucapan Arska yang begitu mendadak.
"Aku terlalu sayang sama kamu, aku nggak mau ada orang lain yang deketin kamu di belakang aku. Kalau status kita udah nikah, orang lain pasti akan mikir dua kali buat gangguin kamu."
Setelah mendengarkan beberapa perkataan Arska, Fella kini paham, kenapa lelaki itu langsung ingin menikahinya.
"Astaga.... jadi alasan kamu ngajakin aku nikah buru-buru karena kamu cemburu?" tebak Fella.
"Salah satunya juga itu, tapi aku pengen kita cepetan halal. Sebab aku gandeng tangan kamu, tatap kamu dan cium kamu aja sebarnya nggak di bolehin menurut agama."
"Iya juga sih... daripada ngelakuin banyak dosa mending langsung halalin aja."
Gadis itu hanya manggut-manggut, karena alasan Arska begitu masuk akal dan mudah di pahami, kini ia memilih mendengarkan setiap kata yang Arska ucapkan, di banding menyelanya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, senyumnya mengembang lebih lebar dari sebelumnya. Fella benar-benar merasakan kebahagian yang luar biasa.
__ADS_1