Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Heha SKY View


__ADS_3

Sore itu nampak sepasang suami istri yang tengah menikmati pemandangan sore dari, Heha SKY View di susul dengan Fella dan Arska yang memang baru saja sampai di tempat yang mereka sepakati.



"Sorry ya, lama." ucap Arska.


"Nggak pa-pa kita juga baru sampai kok," sahut Brayu.


"Kalian nggak nyasar kan?" tanya Bella.


Fella tertawa kecil, "Di zaman modern kaya gini, masih bisa nyasar. Ya kali Bel," kata Fella yang langsung memeluk tubuh sahabatnya itu. Mereka sudah seminggu lebih tidak bertemu.


"Tau, kalau kalian mau kesini, tadinya bareng aja, biar makin seru."


Fella menggaruk tenggorokannya yang tiba-tiba mengering, "Ini semua salah gue, Bel. Kalau gue nggak sakit waktu itu, paling kita udah dari dua hari yang lalu kesini-nya." tutur Fella merasa bersalah.


"Nggak pa-pa, yang penting kan elo udah sehat, ya kali orang sakit mau liburan," ledek Bella yang langsung memeluk sahabatnya itu dari samping.


"Sayang, nggak ada Faya," kata Fella mengerucutkan bibirnya.


"Yah, mau gimana lagi. Kehidupan kita sekarang juga udah berbeda, nggak kaya dulu yang selalu bisa bareng-bareng."


Kedua lelaki itu hanya menyaksikan istri mereka tanpa ada yang berkomentar. Setidaknya, suasana hati Fella sedikit terobati dengan adanya Bella saat ini.


"Daripada kita galau-galauan, mending kita seneng-seneng dulu. Lagian, udah jauh-jauh ke jogja kalau nggak selvi nggak seru. Mumpung pemandangannya, baru keren, nih." ajak Brayu.


Mereka berempat memposisikan diri, untuk berfoto dan mengunggahnya ke sosmed. Hingga malam menjelang, mereka akhirnya memutuskan untuk makan malam di sana juga. Betul-betul pemandangan yang luar biasa.



"Jogja, bener-bener istimewa ya. Dari dulu gue pengen banget kesini, dan akhirnya kesampaian juga." ucap Bella.


"Sama Bel, gue browsing-browsing pas mau liburan sama Arska. Nggak taunya ada wisata baru di jogja, ya udah gue putusin buat kesini," balas Fella.


Mereka asyik mengobrol hingga salah seorang gadis datang menghampiri meja mereka.


"Permisi kak, boleh saya minta foto nggak?" tanyanya dengan wajah berharap.


Fella yang mendengar hal tersebut langsung tersedak, 'Astaga, emang suami gue artis apa!' batinnya.


"Pelan-pelan dong, sayang. Ini sampai kemana-mana," kata Arska yang langsung mengelap bibir Fella menggunakan ibu jarinya.


"Kak, boleh nggak?" tanya gadis itu sekali lagi.

__ADS_1


Fella masih terdiam, sedangkan Bella melirik ke arah sahabatnya itu. Perempuan itu langsung membuka suaranya.


"Emang, kakak mau foto sama yang mana?" tanya Bella penasaran.


Gadis itu tersipu malu, "Pengennya sama kedua kakak ini," jari telunjuknya menunjuk ke arah Arska dan Brayu.


'Buset dah, laki gue juga mau diembat. Maruk banget ini bocah,' pikir Bella sesaat.


"Please ya kak, please. Satu kali aja." gadis itu nampak memohon. "Soalnya, kedua kakak ini, mirip banget sama idola saya kak. Boleh ya."


Seulas senyum muncul di sudut bibir Fella, "Ya udah boleh, tapi. Tapi jangan samapi peluk-peluk ya kak," ujar Fella.


Gadis itu mulai berjingkrak saking bahagianya. Beberapa foto, telah diambil. Gadis itu menuruti perkataan Fella.


"Makasih ya, kak. Pacar, kakak baik banget," ujar gadis tersebut, seraya melihat ke arah layar ponselnya.


Arska mengerutkan keningnya. "Maaf kak, dia istri saya," tutur Arska, yang kini memilih untuk duduk di sebelah Fella.


Gadis itu mendadak terbatuk-batuk, "Maaf ya kak, saya nggak tau. Tapi makasih banget udah di izinin. Saya, permisi dulu ya kak," ucap gadis itu dengan tersipu malu.


Mereka menatap punggung gadis itu. Sementara Bella mendengus rada kesal. "Hati-hati lo, Fel. Banyak tampang polos yang suka nipu."


Fella langsung melihat kearah Bella. "Maksud elo, Bel?" tanya Fella penasaran.


"Hah, kok bisa serem kaya gitu sih, Bel."


Brayu meraih kedua tangan Bella, "Jangan ngambek lagi ya sayang. Gue bener-bener minta maaf, tentang kejadian tadi siang," kata Brayu dengan nanar berharap.


Arska dan Fella bertukar pandang sekilas, "Cie, ganti kek nama panggilannya masak udah seromantis itu, manggilnya elo-gue." ucap mereka serempak.


Bella mencibirkan bibirnya, "Gue, punya panggilan sayang yang beda dari orang-orang."


"Iya-iya deh, semoga kedepannya pasangan pengantin baru ini bisa lebih romantis lagi," ucap Fella.


Keduanya saling terkekeh, sedangkan Brayu masih saja fokus kepada istri tercintanya. Arska tak mempedulikan pasangan yang ada di sebelahnya itu, lelaki itu langsung mengeluarkan ponselnya.


"Foto bareng ya, sayang." ucapnya seraya mengangkat ponselnya.



Mereka akhirnya kembali menikmati suasana di jogja, mereka tak ingin melewatkan moments di daerah istimewa tersebut. Ya, meskipun banyak kejadian yang nyeleneh menimpa pasangan pengantin baru itu, namun mereka tetap asyik melewati masa liburan mereka.


...~Cinta Untuk Fella~...

__ADS_1


Faya menggeser-geser ponselnya, gadis itu mengerucutkan bibirnya.Melihat kedua sahabatnya tengah berliburan di tempat yang sama. "Ya ampun, mereka ngelupain gue, setelah menikah," katanya.


Kevin mendongak, melihat ke arah layar ponsel gadis yang ada di sebelahnya itu. "Namanya juga pengantin baru. Ya, wajar aja lah, kalau pun mereka ngajakin elo. Elo juga mau tidur sama siapa?" tutur Kevin.


"Ck, nasib jomblo gini amat, sih!" gumam Faya pelan.


"Gue, ajakin balikan nggak mau, giliran masih sendiri ngeluh jombla-jomblo terus," sindir Kevin.


Gadis itu langsung mengarahkan jari-jarinya ke arah perut Kevin. "Terus, aja nyindirnya, Vin. Gue itu, lebih nyaman temenan sama elo, kalau kita balikan. gue takut sakit hati lagi, gara-gara mie ayam."


"Aw, sakit Fay. Iya, ampun. Gue minta maaf, nggak lagi-lagi nyindir elo," kayanya dengan ekspresi memohon.


Faya, akhirnya melepaskan cubitannya, gadis itu tersenyum penuh kemenangan. Hingga, pemandangan abstrak, membuatnya harus menekuk wajahnya kembali.


"Balik yuk, Vin. Gue males di sini," bisik-nya.


"Kenapa?"


"Biasa, mereka nyakitin mata gue," balasnya.


Kevin langsung mencari sumber yang di maksud Faya, lelaki itu berdecak. "Kenapa? Di setiap gue lagi seneng-senengnya mojok sama elo, mereka selalu dateng. Apa perlu gue samperin mereka?" tanya Kevin seraya melirik ke arah Faya.


"Buang, buang tenaga. Mending, cabut aja yuk, keburu mereka tau kita ada di sini. Entar yang ada mereka ikutan duduk bareng kita."


Kevin memilih mengalah dan menuruti ucapan Faya, lelaki itu langsung menggandeng pergelangan Faya. Namun ekor mata Aldy menangkap lebih cepat keberadaan mereka. Lelaki itu mengebrak meja dengan kuat, ia tak peduli dengan tatapan yang mengarak kepadanya. Aldy langsung berlari untuk mengejar Faya, ia tak peduli dengan sandiwara yang di perankan oleh Zea lagi, ia ingin mengakhiri ini semua, ia tak mau menjadi pecundang untuk kesekian kalinya.


"Astaga, mantan lo itu tempramental-nya tinggi banget ya. Kayaknya dia sadar deh, kalau ada elo tadi."


Faya menatap Kevin dengan tatapan masam. "Bisa diem nggak! Gue timpuk juga lama-lama." ancam Faya.


"Ya udah, buruan naik! Apa lo mau nunggu drama dulu baru naik." perintah Kevin.


Gadis itu segera mengenakan helmnya, dan memeluk pinggang Kevin dari belakang. Namun, saat motor sportnya akan berjalan. Aldy datang menghadang.


"Tuh, kan Fay. Apa yang gue bilang tadi bener. Drama!"


Aldy tak menggubris ucapan Kevin, lelaki itu meraih tangan Faya dan membujuknya. "Fay, denger penjelasan aku. Ini, semua nggak kaya apa yang kamu pikirin." kata Aldy dengan ekspresi wajah memohon.


"Maaf ya kak, ini udah malam. Mending kakak temenin Zea aja, kasihan dia kan, sendirian." ucap Faya masih bisa menahan rasa kesalnya, gadis itu menepuk pundak Kevin agar segera melajukan motornya.


"Tapi, Fay..."


Faya menepis tangan Aldy, gadis itu langsung memeluk pinggang Kevin dan menyembunyikan wajahnya di sana.

__ADS_1


Aldy berteriak tak karuan, lelaki itu seperti orang yang tak waras karena berteriak-teriak di muka umum dan ini sudah cukup malam, entah urat malunya mungkin sudah terputus.


__ADS_2