Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Liburan


__ADS_3

Dua minggu sebelum Arska menghadapi ujian kelulusan ia mengajak Fella, Bella, Faya dan ketiga sahabatnya untuk menghabiskan liburan ke puncak. Tentu saja mereka harus meminta izin kepada orang tua mereka masing-masing. Arska ingin menghabiskan liburannya dengan pikiran fresh setelah beberapa hari yang lalu harus mengalami ke jadian yang selalu tak menyenangkan bahkan itu membuat otaknya sedikit stres. Ia berkomitmen dalam hati, harus mendapatkan nilai yang bagus untuk dapat masuk ke universitas negri yang ia inginkan, agar kedua orangtuanya bangga dan tentu saja kekasihnya juga ikut bangga dengan prestasi yang ia dapatkan. Jam menunjukan pukul 16:30 Aska sengaja menyiapkan satu unit mobil traveling yang ia sewa dari jasa online. Saat mobil sudah terparkir di halaman rumah Fella. Mata Faya terbelalak melihat mobil tersebut. "Lucu banget sih... warnanya pink".


Aldy yang mendengar hal tersebut segera merangkul pundak Faya. "Namanya aja lady pink, ya wajar aja kalau warnanya pink fay".


"Gitu ya kak" Faya menoleh ke arah Aldy yang berada di sampingnya.


"Gue nggak salah denger kan" Bella mengernyitkan keningnya ketika kata-kata kak keluar dari mulut Faya.


"Salah denger apa sih bel?" ucap Faya yang beralih memandangnya.


"Lo tadi panggil Aldy kak?".


"Hehehe.... orangnya asyik di jadiin temen curhat makanya gue jadi sungkan sama dia".


"Hem...." Bella bergumang sebelum akhirnya beralih melirik ke arah Arska. "Btw cuma ada satu mobil ini ka?".


"Ya... cuma ada satu mobil, lagian biar asyik jalannya, kalau pakai mobil pribadi nggak jadi asyik lagi entar bel".


"Ya... ya.. terserah.. yang penting gue duduknya sama Faya".


Faya melambai-lambaikan tangannya tada tak setuju. " Enggak-enggak bel, gue mau duduk sama kak Aldy. Mau ngobrol mumpung sejalan".


Bella berdecak kesal. "Terserah.... " ucapan itu yang keluar dari mulut Bella sebelum akhirnya ia membuka pintu depan mobil untuk duduk berdampingan di kursi kemudi.


"Yah... ngambek" tutur Faya pelan.


Fella yang melihat ke arah Faya segera menyelidik. "Kalian pacaran ya?".


Sontak mata Faya dan Aldy membulat. "Enggak kita cuma temanan aja kok, lagian kak Aldy orangnya asyik buat ngobrol, dan obrolan kita itu selalu nyambung" jelas Faya sambil memainkan kuku jempolnya.


Fella hanya mengangguk pelan tanda mengerti, kini ia mulai beralih menatap kekasihnya yang sejak tadi celingukan nggak jelas. "Masih lama nungguin Brayu, Dilan nya ya yang?" tanya Fella memastikan.


"Mungkin bentar lagi mereka sampai yang".


"Jangan bilang baju satu lemari di bawa semua sampai lama gini" celoteh Fella ngasal.


"Hahaha nggak mungkin fel, paling entar kita ketambahan personal baru" timbrung Aldy.


"Maksudnya dy?".

__ADS_1


"Ya... katanya Dilan mau ajak Regina biar nggak jadi obat nyamuk".


Fella hanya mengangguk-anggukan kepalannya. Sekitar tiga menit Dilan dan Brayu akhirnya sampai.


"Lamban banget sih kalian, kita lumayan loh nungguin nya" protes Arska.


"Sorry ka, gue ngebujuk Regina biar mau di ajak liburan" kata Dilan yang langsung membantu Regina membawakan ranselnya.


"Berhubung udah pada kumpul semua, kita berangkat keburu malam juga" ucap Arska yang langsung melemparkan kunci mobil ke arah Brayu.


"Lah.... Brayu yang bawa mobilnya yang?" tunjuk Faya setengah kaget.


"Jadi gue yang bawa mobilnya?" ucap Brayu sambil memainkan kunci yang ada di tangannya.


"Stttt...... jangan keras-keras Bella udah duduk duluan di samping kursi kemudi. Lo nggak mau kan, sia-sia in kesempatan ini" ucap Arska yang mulai memelankan suaranya.


Brayu tersenyum penuh arti. Mereka semua sudah masuk kedalam mobil, di dapati Bella sudah tertidur dengan earphone yang masih menempel di telinganya. Brayu sedikit bernafas lega setidaknya Bella tak akan menolak keberadaan dirinya yang ada di sampingnya saat ini.


"Woy... jalan dong bray, keburu malam ni, jangan bengong ngeliatin Bella yang lagi tidur" protes Dilan yang ada di kursi paling belakang.


"Nggak boleh kaya gitu Dilan" ucap Regina pelan.


Mereka tertawa jahat saat mendengar ucapan Brayu yang terdengar sedikit iri. Di perjalanan mereka sibuk dengan pasangan duduk masing-masing, ada yang berbagi cemilan sampai berbagi cerita, tak terkecuali bagi Fella dan Arska, mereka masih sibuk melepas rindu.


"Enaknya yang udah baikan, terus gue kapan?" ucap Brayu yang melirik dari kaca spion mobil.


Arska melirik ke depan, ia tersenyum sinis. "Udah lo nyetir aja yang bener, nggak usah lirik-lirik ke belakang, fokus aja sama jalan".


"Iya... iya ka, fokus ni gue".


"Jangan ngeliat ke belakang, yang ada lo makin miris ngeliatin nya bray" celoteh Dilan di serai sorakan.


"Di belakang elo semuanya pasangan bray" lanjut Aldy.


"Gue juga pasangan, sayangnya putri gue baru tidur" ucap Brayu ngawur, ia memberanikan diri untuk mengelus rambut lurus milik Bella.


"Awas bangun bray, entar lo kena tonjok" ledek Aldy.


Brayu buru-buru menarik tangannya ketika Aldy mengucapkan kata-kata tonjok.

__ADS_1


"Jangan gitu dong kasihan Brayu" Fella mulai membuka suara.


"Iya ni, kenapa pada ngebully sih" lanjut Faya.


"Tau ni, para cowok nggak punya perasaan" timbrung Regina.


Dilan buru-buru melirik ke sampingnya. "Aku juga pakai perasaan sayang sama kamu nya Regina, cuma kamu aja yang belum buka hatinya buat aku" curhat Dilan.


"Lebay... " ucap Regina singkat.


Seisi mobil langsung tertawa mendengar kekonyolan yang terlontar dari mulut Dilan, hanya Brayu yang terdiam di mobil ia tak mau membangunkan Bella. "Tolong dong jangan berisik tuan putri gue lagi bobo cantik" cetus Brayu memberi peringatan.


"Yah... coba aja kalau udah bangun jadi singa bray bukan tuan putri lagi" ledek Fella.


"Hem....." sahut Brayu yang tak mau meladeni ledekan Fella.


"Yah... jangan gitu dong, kasihan Brayu kan kalau di keceng gin terus" bela Faya.


Semua sontak memutar bola matanya menghadap Faya, kecuali Regina. "Ngapain sih pada ngeliatin gue sampai segitunya" ucap Faya yang langsung buang muka.


"Yah.... di belain Faya ni, jangan... jangan masih ada rasa yang tertinggal" ledek Arska.


"Apaan sih ka, bukan berarti kalau gue belain Brayu gue masih ada rasa ya. Sorry gue udah move on" ucapnya ketus.


Tawa semakin pecah saat melihat ekspresi wajah Faya yang cemberut tak terima jika Faya di bully, Aldy langsung melihat ke arah Faya langsung saja ia menepuk-nepuk tangan Faya pelan, Aldy mengisyaratkan agar Faya tetap tenang dan tak menangapi ledekan teman-temannya.


"Cie.... ada yang lagi pedekate ni, di pegang yang erat dy biar nggak kemana-mana" ledek Dilan yang terus mengamati tingkah Aldy.


"Ngeledek terus" ucap Aldy yang langsung ngeloyor kepala Dilan.


Fella yang masih menoleh ke belakang langsung saja memegangi perutnya yang mulai sakit akibat terlalu banyak tertawa. Arska tersenyum manis melihat kekasihnya yang sangat bahagia saat ini. Segera ia menarik tangan Fella agar jatuh kedalam pelukannya.


"Yah...yah... yang di depan jangan mesra-mesran terus dong kasihan yang jomblo" ucap Dilan sambil melempar beberapa snack ke depannya tapi tak sampai di tempat tujuan.


"Thanks ya cemilan gratisannya" celoteh Faya dan Aldy kompak.


Brayu yang masih fokus di kursi kemudi tak menghiraukan celotehan dari teman-temannya itu. Hingga kepala Bella tiba-tiba menyandar ke bahu Brayu, sedikit terkejut tapi ia sangat bersyukur, ia memelankan mobilnya sambil mengambil earphone yang sedikit mengganggu itu agar Bella bisa tidur dengan nyenyak. Bella benar-benar manis jika sedang tertidur.


Fella berbisik di telinga Arska. "Liat ke depan deh yang".

__ADS_1


Arska segera menuruti perintah dari kekasihnya itu. Seulas senyuman menghiasi sudut bibirnya. "Biarin Brayu ngerasain bahagia kaya kita sayang" ucapnya pelan seraya mengecup kening Fella.


__ADS_2