
Bella dan Faya nampak menikmati pemandangan selepas jalan-jalan sore, tak lupa untuk memakan jagung manis dan kacang rebus yang mereka beli dari abang-abang yang buka lapak di samping mereka duduk. Arska yang juga berada di tempat yang sama langsung saja ikut duduk di meja Bella dan Faya.
Sambil menunjuk Faya tersenyum terlebih dahulu. "Arska?. Lo juga liburan di sini?" tanya Faya.
Senyum masam terlihat sangat jelas di wajah Arska. "Ya...gue di sini buat nenangin hati gue yang lagi kacau".
"Sekacau apa sih sampai bikin elo melarikan diri ke puncak kaya gini" celetuk Bella.
"Kacau banget sampai nggak bisa gue ungkapin dengan kata-kata bel, sahabat lo amnesianya nggak sembuh-sembuh, kayaknya dia makin benci sama gue".
"Loh.... Fella kan cuma pura-pura amnesia, dia cuma mau ngasih pelajaran sama lo. Lagian dia juga seberapa pengen ngeliat seberapa besar sih perjuangan lo buat terus ngejar dia" ceplos Faya yang langsung menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya setelah ingat kalau itu adalah rahasia Fella dan tak boleh di bocorkan ke sembarang orang termasuk Arska.
Bella berdecak kesal sambil menepuk keningnya pelan, ia nampak tak bisa berbuat apa-apa karena kebodohan Faya yang telah membongkar rahasia sahabatnya itu sendiri.
Arska nampak melongo sesaat, sebelum akhirnya ia membuka suaranya. "Lo... tadi bilang apa fay?" ulang Arska memastikan bahwa dirinya tak salah dengar.
Faya yang kebingungan tak langsung menjawab, ia bingung harus menjawab bagaimana karena tindakannya barusan pasti Arska akan melontarkan kata-kata yang pasti membuatnya semakin kebingungan.
"Fay... gue nanya ke elo. Aya beneran cuma pura-pura amnesia?" sambil menarik tangan yang menutupi mulut Faya.
Faya malah menggigit bibir bawahnya sesekali ia melirik ke arah Bella ingin mencari solusi tapi Bella malah memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Bel..... gimana dong" rengek nya sambil menggoyang-goyangkan lengan Bella.
"Ya mana gue tau, lo sendiri kan yang bongkar rencananya Fella. Kenapa lo nanya ke gue" wajah Bella nampak jutek menanggapi rengekan Faya.
Arska mulai bernafas lega, setidaknya ia tak benar-benar kehilangan kekasihnya itu, senyum puas terlukis di wajah tampannya saat mendengar jawaban dari kedua sahabat Fella itu. "Tenang aja fay, lo nggak usah panik kaya gitu, justru gue makasih banget sama kejujuran lo" jelas Arska.
"Lo... nggak bakalan ngadu ke Fella kan ka, kalau gue yang udah ngasih tau ke elo" ucap Faya memastikan.
"Tenang aja fay, gue orangnya nggak ember kok".
"Syukur deh kalau gitu" ucap Faya yang mulai bernafas lega.
"Terus rencana lo apa setelah ini ka?" selidik Bella.
Arska tak mendengarkan pertanyaan Bella, justru ia tak henti-hentinya tersenyum hingga ke dua cewek yang ada di depannya terkesima melihat ketampanan Arska ketika tersenyum.
__ADS_1
"Jangan pasang muka kaya gitu di depan kita ka" celoteh Bella ketika ia sadar, kalau dirinya tak boleh mengagumi tunangan sahabatnya sendiri .
Arska langsung melihat ke arah Bella. "Sorry bel, gue saking bahagianya sampai nggak dengerin lo ngomong".
Bella membuang nafasnya dengan sembarang. "Rencana lo setelah ini apa ka?" ulangnya dengan nada suara yang sedikit di kecilkan.
"Rencana gue...buat ngebongkar rahasia Aya, simpel aja. Gue bakalan bikin Aya cemburu".
Bella yang refleks langsung mengebrak meja, sampai mengagetkan Faya yang tengah asyik mengamati Arska dari tadi. "Astagfirullah Bella..... kalau gue jantungan gimana" ucap Faya sambil mengusap-usap dadanya matanya kini melotot ke arah Bella.
Bella melirik kesamping dengan tatapan sinis nya. "Makanya kalau orang lagi ngomong serius itu di dengerin jangan keasyikan bengong ngeliatin tunangan sahabat lo sendiri" cetus Bella.
"Lah... abis Arska kalau senyum gitu bikin hati deg-degan" senyum centil terlihat jelas di wajah Faya.
Lagi-lagi Bella berdecak kesal dengan sikap konyol Faya. Arska tertawa tanpa dosa saat melihat kedua cewek yang ada di hadapannya sedang perang mulut.
"Nggak usah ketawa ka, nggak lucu" tatapan Bella kini beralih ke arah Arska.
"Sorry bel, abisnya kalian berdua lucu" ucapnya tanpa menghentikan tawanya.
"Lucu, lucu emangnya kita badut" protes Faya.
"Sama-sama ka, tapi sebenernya gue nggak mau ikut-ikutan masalah lo yang satu ini. Berhubung karena kepintaran Faya, jadinya nggak seru lagi" mata Bella kini mengarah ke Faya, wajah tanpa dosanya ia tunjukan di depan Bella.
"Hehehe.... gue nggak sengaja bel, lagian ini mulut mintanya nyerocos aja, gatel banget kalau ngeliat Arska kusut kaya tadi" kata Faya nyengir kuda.
"Nyengir aja terus, kalau Fella ngambek gue nggak ikut-ikutan".
"Yah.... kan Arska udah janji, nggak mau bilang ke Fella tentang ke jadian hari ini".
Arska menggeleng-gelengkan kepalannya pelan, sesekali ia menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Beruntung banget Aya punya sahabat kaya elo fay, coba aja kalau gue juga di sisain sepuluh aja yang kaya elo pasti tambah rame" celoteh Arska.
"Tuh.... kan Arska aja belain gue" ucap Faya sambil menunjuk Arska menggunakan dagunya.
Lagi-lagi Bella memutar bola matanya ke arah Faya. "Maksudnya Arska kalau dia punya sahabat kaya elo, bisa tawuran tiap hari karena nggak bisa jaga rahasia dengan bener!!, Faya. Dia bukan ngebelain elo" jelas Bella sedikit nyolot.
__ADS_1
Faya memajukan bibirnya karena jawaban Bella sungguh membuatnya tersungging.
"Hahaha... udah jangan berantem gitu, sebagai ucapan terimakasih gue, gue traktir kalian makan sepuasnya".
"Yah... Arska nggak asyik dong kalau traktirnya cuma jagung bakar doang" protes Faya.
"Ya.... minimal di restoran seafood lah ka" lanjut Bella.
"Terserah kalian mau makan dimana, gue yang bayarin".
"Oke... deal ya, awas aja kalau bohong" jawab mereka kompak.
"Sejak kapan gue bohong, gue kalau udah janji pasti gue tepat tin kok".
Arska mengamati ke sekelilingnya nampak mencari sesuatu yang menurutnya ada di sana saat ini.
"Lo ngapain sih ka, celingukan nggak jelas" timpal Bella.
"Nyariin Aya" jawabnya singkat.
"Mau lo nyariin sampai besok juga nggak bakalan ketemu" ucap Bella dengan senyum sinis nya.
"Fella nggak ikut, dia nggak di bolehin sama Tante dan Om, karena baru sembuh nggak boleh capek-capek" lanjut Faya.
"Ow... gitu pantesan aja dari tadi nggak keliatan" suara Arska kembali tak bersemangat.
Tangan Bella mulai iseng melempari Arska dengan kacang yang ada di depannya. "Dilema banget sih lo ka. Lagian besok kan udah balik ke jakarta, ngapain bingung sih".
"Habisnya udah tiga hari gue nggak ketemu sama Aya, kan gue kangen" ucap Arska memelas kan wajahnya.
"Lebay" cibir Bella.
"So sweet " ucap Faya sambil memegangi kedua pipinya.
"Miss baper, miss baper mulai lagi deh baper nya" tangan Bella kini beralih menyentil kening Faya.
"Aw... sakit bel" mimik wajah Faya memelas sambil mengusap-usap keningnya pelan.
__ADS_1
Arska hanya tertawa menyaksikan perdebatan kedua cewek yang ada di depannya.