Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Nasi Goreng


__ADS_3

Pagi itu Brayu nampak setia menunggu di depan tenda milik Fella, tak peduli dengan tatapan orang-orang yang terus meliriknya, Brayu membawa sarapan yang baru saja ia masak. Tentu saja itu untuk Bella, cowok itu melakukannya untuk meluluhkan hati Bella yang tak kunjung takluk oleh dirinya. Tak berselang lama Fella dan Faya keluar hampir bersamaan, nampak wajah kusut mereka yang baru saja bangun dari tidurnya, terlihat dengan jelas oleh kedua bola mata milik Brayu.


"Jorok banget sih... cewek jam segini baru bangun," cibir Brayu sedikit menaikkan bibir atasnya.


"Mending kita, udah bangun, lah Bella masih ngorok tuh," cetus Faya seraya menunjuk ke dalam tenda dengan dagunya, tangannya mulai aktif menarik pergelangan tangan Fella untuk pergi ke toilet umum yang tak jauh dari tenda mereka.


Fella yang masih setengah sadar hanya mengekor di belakang Faya, tanpa ikut berkomentar, tetapi hidungnya mulai aktif di kala dirinya mencium aroma makanan yang di bawa oleh Brayu. "Hem..... bau nasi goreng," gumangnya dengan hidung yang mengendus ke udara. "Bray... sisain buat gue dong, kayaknya enak," pintanya seraya mengucek mata kirinya, telunjuknya terus menunjuk ke arah kotak makanan yang masih di pegang erat oleh Brayu.


"Ye.... suruh Arska bikinin lah, punya tunangan sendiri ngapain minta ke gue!" serunya dengan tangan mengumpat-kan kotak makanan tersebut agar tak terlihat lagi oleh Fella.


"Pelit... gue doa.in semoga Bella nggak mau," ucapnya dengan bibir mengerucut.


Brayu tak menggubris celotehan Fella ia masih setia menunggu Bella bangun dengan posisi berjongkok menghadap depan tenda.


Lima belas menit kemudian.....


Bella keluar dengan mata yang masih sedikit terpejam, tidurnya tak begitu nyenyak, apa lagi paginya sudah di sambut dengan berisik di luar tenda. Dirinya masih tak menyadari jika Brayu sek dari tadi telah memperhatikan gerak geriknya. Brayu tak berni membuka suaranya terlebih dahulu, takut Bella akan menghindar seperti biasanya.


Tangan Bella mulai mengarah untuk mengambil kotak makanan yang masih berada di tangan Brayu. Ia membuka kotak tersebut dan langsung menyambar makanan yang ada di dalam kotak, yah.... itu makanan favoritnya nasi goreng dengan sayuran dan telor ceplok. Entah sadar atau tidak, Bella nampak begitu menikmati sarapannya, padahal sang pemilik makanan belom mempersilahkannya untuk makan.


"Masakan elo enak, dari dalam gue udah nyium aromanya aja bikin ngiler, ternyata emang enak gini," ucapnya dengan mulut yang masih mengunyah, ia tak menyadari jika cara makannya begitu belepotan seperti anak TK.

__ADS_1


Brayu mengembangkan senyumnya, sungguh ini adalah moments langka, entah semalam ia bermimpi apa? sampai Bella tak mengusirnya seperti biasanya. Sesekali Brayu mengusap sudut bibir Bella menggunakan jempolnya, tak ada penolakan justru Bella mengembangkan senyumnya. Hati Brayu berdetak dengan cepat, melihat senyum Bella yang menawan itu.


"Cantik."


Kata-kata itu berhasil lolos dari mulut bibirnya. Padahal jika di lihat dari segi keadaan, Bella yang sedang berada di hadapannya saat ini sungguh sangat kucel seperti tak terurus. Mungkin karena perasaan sukanya, jadi Brayu tetap menganggap jika Bella adalah cewek tercantik di matanya meskipun berbanding balik jika di lihat dengan mata normal.


Fella dan Faya, nampak bingung dengan perubahan sikap Bella, sahabat mereka yang terkenal keras kepala itu, kenapa bisa melunak hanya dengan sekotak makanan yang di berikan oleh Brayu.


"Ehem....ehem .." suara deheman Faya membuat Bella menoleh ke sumber suara.


"Makan fay, enak banget.." ucapnya dengan tangan masih aktif mengaduk-aduk nasi goreng yang siap kembali masuk ke dalam mulutnya.


"Brayu?" tanya Bella dengan nada suara pelan.


"Iya... apa elo udah baikan sama Brayu?" tanya Fella sekali lagi.


Mendengar ucapan Fella yang telah di ulang dua kali, Bella mencoba melebarkan matanya, menepuk-nepuk pipinya pelan agar ia segera tersadar, kini matanya beralih mengamati cowok yang sekarang berada di hadapannya. Wajahnya nampak sedikit syok, setelah mengetahui kebenarannya kalau Brayu yang telah memberinya sarapan.


"Kenapa elo?" tanyanya dengan mulut sedikit terbuka.


Fella mendelik mendengar kata-kata Bella barusan, apa maksudnya coba? dari tadi ternyata sahabatnya itu tak sadar jika Brayu lah cowok yang memberinya sarapan dan membersihkan bibirnya dari sisa makanan yang menempel tadi.

__ADS_1


"Nasi gorengnya udah mau habis, masak elo baru sadar si bel," celoteh Faya.


Bella sedikit memundurkan tubuhnya agar tak terlalu dekat dengan Brayu, wajahnya nampak memerah karena malu. Tangannya sibuk menggaruk pipinya yang tak gatal.


"Nanggung bel, tinggal dikit abisin aja," tambah Fella.


Bella menggigit bibir bawahnya, matanya tetap mengarah ke arah Brayu yang tak juga membuka suara. Ia menelan saliva-nya. "Malu tujuh turunan kalau kaya gini, terus gue mau bilang apa?" pikirnya.


"So...sorry bray gue nggak sengaja ngabisin sarapan elo," ucapnya sedikit terbata.


"Gue sengaja buatin itu buat elo, jadi elo nggak perlu minta maaf, kalau elo suka lain waktu bisa gue bikinin lagi," tawarnya.


"Ah .. elo nggak perlu repot-repot, dan makasih... masakan elo enak, g-gue mau ke toilet dulu," katanya dengan tubuh yang sudah berdiri tegap, pandangannya melihat ke arah lain.


Nampak Bella bergeming karena tindakan konyolnya. "Mau di taruh mana ini muka!" pikirnya dengan tangan memukul kepalanya pelan.


"Lain kali liat orang yang ngasih dulu bel, baru makan," sindir Faya yang di iringi dengan tawa.


Bella menoleh sesat sebelum akhirnya mencebirkan bibirnya, dan berlalu lalang meninggalkan mereka bertiga.


Senyum puas terpancar dari sudut bibir Brayu yang tak melepas pandangannya dari Bella. Dirinya cukup puas, dengan apa yang dilakukan Bella, meskipun itu tanpa kesadarannya tapi itu sudah lebih daripada cukup.

__ADS_1


__ADS_2