
Siang itu Fella dan Arska sepakat untuk melakukan rencana yang telah mereka sepakati kemarin malam, Fella the gang yang 15menit sudah datang terlebih dahulu, langsung saja memesan minuman dan makanan yang mereka sukai. Mereka bertiga asyik mengobrol, tiba-tiba Arska and the gang menghampiri meja mereka untuk bergabung. "Kebetulan banget ya sayang" ucap Arska yang langsung duduk di samping Fella, sambil meraih meminum lemon tea milik Fella dan langsung meminumnya.
"Iya.. ya sayang, kebetulan banget" ucap Fella santai.
Mata Bella lurus mengarah ke Fella dan Arska, ia sedikit kesal karena pasti itu sebuah kesengajaan.
"Nggak sengaja, apa emang sengaja" sindir Bella dengan nada kesal.
Fella mengerutkan keningnya begitu juga Arska, mereka sudah mengerti maksud dari perkataan Bella, tapi mereka sepakat untuk tidak mengiyakan ucapan Bella barusan.
"Maksudnya apa sih bel, gue sama Arska beneran nggak ngerti" ucap Fella berbohong.
"Iya ni, gue baru dateng juga, udah di sambut muka kusut, sama ucapan ngeselin lo" lanjut Arska.
Faya hanya sibuk mengamati perdebatan di depannya, ia tak mengetahui apa permasalahannya.
"Woy... udahan napa si, sengaja apa nggak sengaja, apa masalahnya juga, yang pentingkan sekarang kita ngumpul bareng" timbrung Aldy.
Bella melirik ke arah Aldy, sorot matanya menandakan tidak bersahabat. "Tapi gue nggak suka!!, dia ada disini !!" ucapnya sambil menunjuk ke arah Brayu.
"Ya... elah bel, sesama manusia kita harus saling memaafkan, nggak boleh ada kata dendam" ucap Aldy menasehati.
"Gue nggak butuh nasehat lo. Ngerti !!" ketus Bella.
"Nggak usah kasar gitu kan bel, kan bisa di omongin baik-baik juga, nggak sopan namanya" timbrung Faya mencoba melerai.
"Bener banget, kata neng cantik ini" ucap Aldy sambil menunjuk Faya.
"Nama gue Faya, bukan neng cantik" jelas Faya.
__ADS_1
"Gue Aldy dan yang ini Dilan sama kenal ya" ucap Aldy cengengesan.
Faya hanya mengangguk sambil tersenyum, sedangkan Bella hanya terdiam setelah mendengar
perkataan dari mulut Faya, ia tak mau membuat suasana menjadi kacau. Fella dan Arska saling lirik sikunya saling menyenggol, "Yah gagal deh sayang" bisik Fella. Arska membungkuk badannya sedikit agar sejajar dengan Fella " Belom gagal sayang" ucapnya lirih. "Daripada diem-dieman nggak jelas, mending kalian buruan pesan, sepuas kalian, nanti biar gue yang bayarin" lanjut Arska mengeraskan suaranya.
"Beneran ni ka, lo yang bayarin" ucap Aldy kegirangan. Di susul dengan yang lainnya, tapi Brayu dan Bella justru tak menandakan ekspresi senangnya, mereka sibuk terdiam sampil mengaduk-aduk minuman yang ada di hadapan mereka masing-masing.
"Kalian nggak pesan makanan" ucap Fella memberi kode agar suasananya tak hening seperti di kuburan. Brayu dan Bella kompak menggelengkan kepala mereka. Tatapan mata Bella yang sinis mengarah ke arah Brayu. Brayu pun juga melakukan hal yang sama, tapi ia memasang mimik wajah sedih. Bella yang malas, segera membuang muka, dan lebih memilih untuk mengobrol dengan Faya. Selesai makan mereka Asyik mengobrol, tapi tidak dengan Brayu dan Bella yang asyik dengan ponsel mereka sendiri. Arska yang melihat perilaku Brayu dan Bella segera saja memberi isyarat kepada Fella agar membuka topik percakapan untuk Brayu dan Bella. "Brayu.. lo nggak ada niatan apa gitu, buat ngomong, sepi tau kalau lo diem aja" ucap Fella membuka suara, satu meja memperhatikan ke arah Fella kecuali Bella yang telah tenggelam pada game onlinenya.
"Gue mau ngobrol, tapi cuma berdua sama Bella" tegasnya tanpa ekspresi. Seketika Bella menghentikan jarinya dari layar ponselnya. Dan segera meletakkan ponselnya di atas meja.
"Udah nggak usah berbelit-belit lo mau ngomong apa!!" jawab Bella rada ketus.
Yang lain sadar akan suasana yang tak nyaman itu, segera mereka memberi ruang agar Brayu dan Bella bisa leluasa untung mengobrol, mereka segera berpindah tempat duduk yang tak terlalu jauh dari tempat duduk Brayu dan Bella.
"Gue mau minta maaf, atas ucapan gue beberapa hari yang lalu, gue salah" ucap Brayu menundukkan kepalannya. "Gue mau lo maafin gue".
"Oke.... gue maafin, tapi dengan satu syarat, lo harus jauh-jauh dari gue" tegas Bella.
Mata Brayu membulat segera ia melihat ke arah Bella, "Itu namanya lo belom maafin gue dong bel !!".
"Udah... gue udah maafin lo, dan itu syarat dari gue, nggak sulit-sulit amat kan, cukup jauhin gue!! NGERTI !!"
"Tapi bel.."
"Nggak ada tapi-tapian, itu udah mutlak kemauan diri gue!!!" jelas Bella.
"Gue suka sama lo, perasaan itu muncul tiba-tiba dan gue bingung harus bagaimana" ucap Brayu dengan jujur.
__ADS_1
"Tapi gue enggak!! dan, lo nggak liat cewek yang ada di sana, suka sama lo!!. Lo harus lah hargai perasaan cewek yang suka sama lo, jangan lo permainin perasa cewek yang udah tulus suka sama lo. Simpan perasaan lo buat gue, karena gue beneran nggak ada rasa buat lo. Dan lo jangan bikin persahabatan gue rusak. Gara-gara ucapan lo barusan, jadi cowok jangan serakah!! . Enggak semua cewek mau di bodohin sama cowok modal kaya elo, cowok tukang ngegombal" ucap Bella mengebrak meja, kemudian hengkang dari kafe. Faya yang melihat kepergian Bella tanpa pikir panjang langsung mengejar Bella.
Ekspresi wajah Brayu yang sedikit frustasi membuatnya sangat kesal, ia mengusap mukanya dengan kasar dan sesekali mengacak rambutnya. Arska dan yang lain langsung menghampiri meja Brayu.
"Lo nggak papa bray" ucap Arska mencoba menenangkan Brayu.
Senyum sinis terlukis di wajah tampan Brayu, " Gue gagal ka, yang ada gue dapat makian yang luar biasa dari Bella".
Fella mengerutkan keningnya. "Lo dapet makian dari Bella?" ucap Fella pelan.
"Iya fel, dia maafin gue, tapi dengan satu syarat, gue harus jauhin dia" ucap Brayu sambil menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
"Terus lo bilang apa ke dia?" ucap Dilan penasaran.
"Gue bilang, kalau gue suka sama dia, abis itu dia makin marah terus pergi" ucap Brayu sambil menaruh kepalanya di atas meja dengan mimik wajah yang memelas.
"Yang sabar ya bray, Bella emang kaya gitu, wataknya susah di tebak, kalau suka sama orang yang udah itu aja yang dia suka" ucap Fella pelan sambil menepuk-nepuk bahu Brayu.
Arska yang mengamati gerak-gerik kekasihnya langsung saja berdehem."Ehem... ehemm... tepuk-tepuk terus tuh pundak, bikin cemburu aja terus" sindir Arska.
Fella menoleh, ia melihat ke arah Arska, dan langsung menghentikan gerakan tangannya di pundak Brayu.
"Hahaha.... cemburu buta" ledek Dilan dan Aldy kompak.
"Diem lo, apa mau, makanan lo nggak gue bayar" ancam Arska.
"Hehehe...ampun ka, jangan gitu lah, kita kan temen" ucap Aldy, karena Aldy pesan makanan paling banyak.
Arska memasang muka cool nya dan segera menarik pergelangan tangan Fella agar tak ada jarak di antara mereka.
__ADS_1