Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Kecemburuan Arska


__ADS_3

Aldy ternyata mengikuti Faya sampai ke rumah sakit, entah otaknya memikirkan apa? Sampai dia mengikuti mantan kekasihnya itu. Aldy terlalu banyak membuang waktunya hanya untuk menemukan keberadaan Faya, lelaki itu tak mengetahui nama orang tua Kevin. Jadi sedikit kesulitan untuk menemukan gadis tersebut.


Napasnya tersengal karena begitu banyak bangsal yang Aldy putari. Lelaki itu tak menyerah begitu saja, ia masih memasang mata dan telinganya. Hingga terdengar suara Faya yang menyebutkan nama yang tak asing di telinganya.


"Kevin!" ucapnya dengan suara melengking.


Aldy menghentikan langkahnya, dan berfokus ke sumber suara. Lelaki itu mengintip dari sela-sela kaca yang terletak pada ruangan tersebut.


"Ternyata di sini ruangannya," gumamnya pelan.


Di dalam ruang tersebut, mereka seperti membicarakan hal yang cukup serius. Nampak Faya yang begitu antusias mendengarkan orang tua itu berbicara, hingga percakapan mereka harus berakhir begitu cepat. Membuat Aldy yang tadinya sibuk menguping, tiba-tiba berlari mencari tempat tersembunyi. Karena Faya dan Kevin keluar dari ruang tersebut. "Lo yang ngomong sama Tante ya?" tanyanya dengan tampang menyelidik.


"Enggak Fay, gue beneran nggak ngomong apa-apa sama Mama."


Gadis itu menggigit ibu jarinya, terlihat seperti memikirkan banyak hal. "Gue harus gimana dong?"


"Gue juga bingung Fay, coba deh, lo tenangin diri elo dulu. Jangan terlalu banyak mikir yang enggak-enggak dulu Fay. Gue nggak terlalu maksa elo, cuma Mama terlalu berharap. Dia udah terlanjur suka sama elo." Kevin memegangi kedua bahu Faya, lelaki itu mencoba menenangkan pikiran gadis yang sekarang berada di hadapannya itu.


"Gue belum siap nikah muda Vin!" ucapnya dengan raut wajah serius.


Kata-kata itu terdengar jelas di telinga Aldy, membuat lelaki yang menguping itu semakin kesal mendengarnya. Ternyata Kevin tak pernah bermain-main dengan ucapannya, salah langkah. Faya benar-benar akan menjadi milik orang lain.


"Elo bisa pikirin baik-baik Fay, gue nggak terlalu maksa. Semua itu yang tentuin elo! Jangan terlalu banyak mikir, nanti elo sakit, gue nggak mau hal itu terjadi," ucapnya dengan suara lembut, Kevin mengelus pucuk kepala Faya pelan, matanya terus fokus menatap Faya.


Faya memajukan bibirnya, gadis itu nampak sedikit lega mendengar ucapan Kevin, yang tak terlalu memaksakan kehendaknya. "Makasih ya Vin, ucapan elo bikin hati gue tenang, seenggaknya gue masih bisa berpikir dulu sebelum ambil keputusan," katanya yang langsung memeluk Kevin. "Ternyata, elo masih begitu peduli sama gue! Gue pikir lo bakalan benci sama gue, setelah apa yang gue lakuin ke elo dulu," lanjutnya.


"Mana ada gue benci sama elo, yang ada gue makin kangen sama sikap manja lo dulu," katanya dengan menepuk-nepuk punggung Faya.


"Gue udah nggak kaya dulu lagi tau! Gue nggak mau jadi cewek manja. Gue pengen jadi cewek kuat!" katanya dengan mengembangkan senyumnya.


Kevin tersenyum dengan sangat lega, benar-benar perubahan yang sungguh luar biasa untuk Faya yang dulu terkenal matre dan manjan.


Aldy sebagai pengintip, hanya bisa menghela napasnya dalam-dalam, mungkin yang di rasakan Faya dulu, juga sama dengan apa yang ia rasakan saat ini. Lelaki itu mengontrol emosinya agar tak meluap-luap, jika ia melampiaskan emosinya di tempat ini, Faya pasti akan berpikir jika Aldy terlalu egois dan terlalu memikirkan dirinya sendiri. Aldy pergi meninggalkan tempat itu dengan segala kegalauan yang dalam. Belum sempat ia menjelaskan kesalahpahaman yang membuat hubungan mereka kandas, namun kini keduanya malah semakin menjauh.


...°•°Cinta Untuk Fella°•°...


Posisinya, Arska sedang tidur di atas ranjang dengan wajah tertekuk. Matanya melihat Tv dan Fella secara bergantian dengan tatapan menyebalkan.

__ADS_1


Sedangkan Fella? Mana mungkin dia tau jika Arska telah menggondok karena ulahnya. Padahal, suaminya itu sendiri sejak tadi tak berbicara karena merasa, cemburu?


Ah, benar. Cemburu.


Lucu sekali sebetulnya, karena Fella bisa membuat Arska merasa dikucilkan, oleh istrinya sendiri yang sebelumnya belum pernah terjadi. Ya, kalian pasti tahu, bagaimana Fella menggilai suaminya itu.


Dan sekarang. Untuk pertama kalinya Fella 'Menduakan ' suaminya karena dua orang yang sedang menjadi perbincangan di negara ini, duo minion, itulah julukannya.


"MENANG!" Fella berteriak ketikan Kevin Sanjaya dengan tengilnya menyeringai kearah lawan, ketika ia memenangkan pertandingan kali ini. Perempuan itu juga bertepuk tangan dengan hebohnya karena rasa bangganya kepada pasangan Kevin dan Gideon yang wajahnya telah memenuhi layar televisi.


Arska dengan spontan menggerakkan kakinya di punggung Fella dan menggerakkan jari-jari kakinya untuk menarik perhatian istrinya itu dari layar televisi.


Tapi sayang seribu sayang, Fella sama sekali tak menggubrisnya. Sebaliknya, dengan santainya perempuan itu menggunakan telak kaki suaminya sebagai sandaran untuk punggungnya yang merasakan sedikit pegal itu.


Benar-benar tak peka Fella ini. Coba saja kalau dia yang di perlakukan seperti ini, pasti perempuan itu sudah mengomel sampai negara China.


Menarik napas lelah, Arska menarik kakinya dan memeluk guling, tak peduli jika sang istri terjerembat kebelakang, karena memang Arska sengaja tak memberi aba-aba ketika akan menarik kakinya. Hatinya sudah sangat menggondok.


"Hubyyyyy." jeritan kaget dari Fella memenuhi ruang kamar. Membalas sikap tak acuh istrinya, Arska tak menanggapi. Lelaki itu memilih bermesraan dengan guling yang sekarang berada di pelukannya itu.


"Kasih aba-aba kek, kalau mau narik kaki. Kaget kan aku jadinya." begitu kata Fella, dengan menatap kearah sang suami yang sedang asyik memejamkan matanya. Dan melihat itu, Fella mengernyitkan keningnya kemudian merangkak mendekati Arska.


"Huby, aku bicara serius loh.... Kalau Huby suka pura-pura nggak denger. Huby bisa beneran nggak akan bisa denger beneran loh. Soalnya udah pernah ada kejadian kaya gitu, pura-pura sok nggak dengerin istrinya ngomong, lama-lama kualat." Fella mencoba untuk menarik perhatian suaminya, tapi Arska sama sekali tak mengindahkannya.


Dengan wajah merengut karena tak di tanggapi, Fella membaringkan tubuhnya dengan kasar kemudian memeluk Arska dari belakang. Wajahnya di tenggelamkan di punggung suaminya itu dan tangan jahilnya itu mulai meraba perut Arska pelan, berusaha membuat lelakinya itu agar memberi perhatian untuknya.


"Huby... tuh kenapa sih? Kayaknya kok marah sama aku? Perasaan aku dari tadi anteng-anteng aja, nggak buat ulah. Tapi kok Huby diem-diem bae. Bikin aku kebingungan aja."


Arska membuka matanya, tapi masih dengan posisi yang sama. Dia akan mendengar, apa yang akan Fella ucapkan untuk membujuknya.


Meskipun tangan Fella masih asyik membuat pola-pola abstrak di perut Arska dan itu membuat Arska sedikit geli, tapi dia tetap menahannya.


"Huby. Masa ya, Kevin Sanjaya itu keren banget."


Mata Arska memicing melihat dinding kamarnya seolah dinding itu memiliki kesalahan yang tak bisa dimaafkan.


"Dia itu gimana ya, tengil gitu loh. Cakep pula ealah." Seandainya itu di dalam gambar, mungkin akan terlihat lebih mendramatisir. Mungkin di dalam gambar tersebut akan tergambarkan sebuah telinga yang mengeluarkan api neraka.

__ADS_1


Astaga, siapa di sini yang terlalu berlebihan?


"Tapi kalau aku lihat-lihat, tubuhnya nggak terlalu tinggi. Jadi ya, gimana ya, aku kan sukanya sama yang tinggi. Tapi masalahnya ya, kenapa dia keren banget sih, jadinya kan meskipun nggak terlalu tinggi aku tetap suka," perempuan itu semakin menjadi-jadi saat membahas tentang Kevin Sanjaya, ia menggigit bibir bawahnya. Merasa gemas dan kagum akan lelaki yang saat ini ia bahas itu.


Arska tak lagi bisa menahan kekesalannya, mengetahui istrinya terus memuji-muji laki-laki lain. Jadi, inikah perasaan Papanya di kala sang Mama memuji-muji idolanya habis-habisan? Pedih nyet! Dan itulah yang di rasakan oleh Arska saat ini, hatinya seakan meluap-luap dan ingin menjerit karena tingkah Fella.


Seumur hidup, Fella hanya bisa memuji satu lelaki, mencintai satu lelaki, dan itu adalah Arska. Dan sekarang? Perempuan itu harus memuja lelaki bernama Kevin 'rival ' Sanjaya di depannya! Astaga, kasihan sekali Arska ini.


"Huby, aku pengen ketemu sama dia. Kalau ada pertandingan lagi..." Fella menghentikan ucapannya saat Arska membalikkan tubuhnya dan mata lelaki itu memicing dengan menyebalkan-nya.


"Bertemu dengan Kevin kata mu? Bermimpi saja pun aku tak mengizinkannya!" jelas Arska masih dengan raut wajah yang sama.


Fella merengut dengan ucapan sang suami, perempuan itu hanya menatap lurus ke arah Arska. Entah apa yang dipikirkannya saat ini, sampai berpikir yang tidak-tidak terhadap suaminya itu.


Mamanya mengidolakan orang yang tak satu negara dengannya, paling tidak, mereka tidak akan bisa bertemu. Dan Fella? Mengidolakan orang yang satu negara dengannya, bisa saja dengan tidak sengaja mereka bertemu. Bukankah ada pepatah yang mengatakan jika dunia tak selebar daun kelor?


"Kamu minta dikawinin ya yang!" seru Arska saat melihat ekspresi wajah Fella yang merengut itu.


Fella hanya menganga mendengar perkataan aneh dari suaminya itu. Bukankan mereka memang sudah menikah? Jadi mereka sudah....


"Huby," kata Fella berekspresi melas sambil menggigit bibir bawahnya.


"Diem!" seru Arska sedikit membentak.


Arska lebih mendekatkan tubuhnya dengan Fella, membuat perempuan itu memundurkan tubuhnya sedikit.


"Denger ini baik-baik!" Arska menatap penuh ancaman kepada Fella. "Jangan memuji lelaki lain di depan ku! Apalagi berharap bertemu dengan laki-laki itu, karena itu tak akan pernah terjadi! Selama aku masih ada disisi mu."


Fella berkedip pelan untuk memahami apa yang suaminya katakan. Mereka saling memandang satu sama lain. Arska memandang dengan tajam, sedangkan Fella masih berusaha memahami arti ucapan dari Arska. Sampai otaknya menemukan jawaban yang ia cari, Fella tersenyum sambil mencium suaminya tersebut, dengan wajah yang sudah merah merona. "Inikah yang dinamakan cemburu berlebihan?" goda Faya dengan mengedipkan satu matanya.


Perempuan itu langsung meletakan kedua tangannya di leher Arska, kemudian berucap. "Kalau aku dilahirkan kembali, aku akan tetap memilih Arska Aregan untuk menjadi lelaki spesial di dalam hidup ku. Jadi, kamu nggak perlu cemburu, karena Kevin Sanjaya Huby."


Arska masih terdiam sesaat, mendengarkan setiap ucapan Fella yang mampu membuat hatinya melunak.


"Ya, meskipun pesona Kevin nggak bisa...."


Arska tak akan membiarkan istrinya untuk lagi-lagi menipunya dengan memuji laki-laki lain. Jadi, membungkam bibir Fella dengan bibirnya adalah keputusan paling bijak untuk Arska kali ini.

__ADS_1


Othor nggak tau lagi, habis itu mereka melakukan apa? Yang penting mereka bisa damai 😅😅🤭


__ADS_2