Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Pengantin Baru


__ADS_3

Tak ada hal lain, yang tak di keluhkan perempuan itu setelah menikah, ya siapa lagi kalau bukan Fella. Gadis itu hampir sepanjang hari terus mengeluh. "Aduh.... pinggang gue serasa di belakang, pegel banget," keluh Fella saat melewati koridor kampus bersama kedua sahabatnya.


"Kalau di depan namanya perut, bukan pinggang lagi Fella!" seru Bella sedikit ngegas.


"Hahaha... emang gue salah ngomong," katanya menutupi mulutnya menggunakan tangan kanan.


"Enggak! Otak lo! Kayaknya yang salah berpikir."


Fella cekikikan, tanpa dosa, tak tahukah mereka jika ada seorang gadis yang mendengarkan segala celotehan mereka.


"Ck.... mentang-mentang pengantin baru, pamer aja terus," celoteh Faya sewot.


"Makanya, buruan lo nikah, jangan pacaran muluk," balas Fella, menoleh kebelakang sesaat.


Faya hanya mampu terdiam, ia tak mau menjawab pertanyaan Fella. Namun gadis itu justru mengehentikan langkah kakinya. Bella dan Fella berjalan di depannya jadi tak mengetahui jika Faya tertinggal karena menghentikan langkahnya.


"Berapa ronde lo! Sampai pinggang lo sakit kaya gitu?" tanya Bella ngasal.


"Anjir... otak lo mesum bangat si Bel! Belajar dari mana lo?" tanya Fella mulai sewot.


"Haha.... becanda, gitu aja, lo udah sewot sih Fel... pengantin baru nggak boleh banyakan marah, entar cepat tua loh..." ledek Bella.


Kedua remaja itu sibuk berceloteh, entah apa yang mereka bahas. Keduanya nampak bahagia, sampai lupa akan keberadaan Faya yang tadi ada di belakangnya.


"Fay, lo udah ngerjain tugas dari dosen belum?" tanya Fella tiba-tiba.


"Fay..." ulangnya sambil menoleh.


"Kemana tuh anak, perasaan tadi di belakang," ucap Bella, ketika ia juga ikut menoleh.


"Ke toilet kali."


"Masa nggak pamitan. Biasanya dia kemana-mana selalu pamit," keluh Bella.


"Ya udah lah, biarin aja. Mungkin dia buru-buru," balas Fella yang langsung melanjutkan langkahnya.


"Tunggu deh Fel, gue ngerasa aneh deh sama Faya. Akhir-akhir ini sikapnya suka beda gitu," kata Bella mulai mengikuti langkah Fella.

__ADS_1


"Mungkin dia baru banyak pikiran kali Bel, tunggu dia, sampai mau cerita. Jangan paksa kalau dia nggak mau cerita."


Bella hanya manggut-manggut, tak membalas ucapan Fella lagi. Meskipun sebenarnya Bella sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Faya, namun gadis itu memilih untuk mendengarkan perkataan Fella.


Sampai di kelas, mata mereka tertuju ke arah meja Faya. Gadis itu sudah duduk di sana sambil menata buku-bukunya.


"Lo, udah kaya hantu aja sih Fay, tadi lo tiba-tiba ngilang dan sekarang lo udah ada di sini aja," kata Fella yang langsung menurun kan tasnya.


"Jangan-jangan lo belajar ngeguru sama Limbat, makanya lo cepat banget sampai sini-nya." sahut Bella.


Faya hanya mencebirkan bibirnya saja. Mimik wajahnya seperti mengejek Fella dan Bella. Kedua perempuan itu, tak mengucapkan sepatah kata pun, merek lebih memilih untuk duduk di meja mereka masing-masing. Hingga muncul ide Fella untuk mengerjai kedua sahabatnya itu.


"Kalian berdua udah pada belajar belum? Hari ini kita kuis kan?" tanya Fella sambil menoleh kebelakang.


Sontak saja ketika mendengar kata 'kuis' Faya dan Bella langsung kelabakan. Pasalnya di belum belajar sama sekali.


"Astaga Fella, kenapa lo baru bilang sih? Mana dosennya killer lagi. Dan semalam gue nggak belajar," keluh Faya dengan menepuk keningnya.


Bella pun yang baru mengetahui hal itu langsung membuka buku tebalnya, membolak-balik halaman per halaman.


"Gue harus belajar yang mana nih?" wajah Faya panik bukan main. Bukan apa-apa namun kali ini dosennya sungguh menakutkan. Dan mata kuliah pun tak main-main, Matematika, Ekonomi dan Bisnis. Dan dari sudut mana mereka tak kelabakan.


Tapi, ketika mereka sudah menunggu dengan harap-harap cemas, tak ada sama sekali dosen tersebut mengatakan jika akan di adakan 'Kuis' di pertemuan kali ini. Bahkan sampai mata kuliah berakhir.


Maka dengan hati dongkol, kedua sahabat Fella mencubiti pipi perempuan itu dengan gemas. Mereka lagi-lagi dikerjai oleh sahabatnya itu.


"Sumpah ya Fella, sepanjang pelajaran dada gue nggak berhenti berdegung kencang banget karena ketakutan. Rese Lo!" Suara Bella menerjang pendengaran Fella. Perempuan itu hanya terkekeh karena bisa mengelabuhi sahabatnya itu.


Mereka mengelus dadanya merasa kelegaan yang dirasakannya. Belum sempat mereka memberikan pelajaran kepada Fella, Arska sudah datang menghampiri, menyisakan sedikit kecewa kepada Bella dan Faya.


"Woy... istri gue jangan di keroyok dong, beraninya main keroyokan," ucap Arska dengan senyum menyungging, lelaki itu melangkah ke meja Fella yang memang berada paling depan di banding kedua sahabatnya itu.


Kedua gadis itu mencebirkan bibirnya, mereka pasti akan memamerkan kemesraan di depan umum.


"Ck.... suaminya pakai dateng segala lagi," Bella berdecak dengan lirikan mata yang di buat sekesal mungkin.


"Iya nih... nggak asyik banget," sahut Faya.

__ADS_1


Tanpa menunggu nanti-nanti Fella segera berdiri dan menghampiri suaminya. "Hubby... tau nggak? Aku di bully sama mereka berdua," adu Fella dengan menunjuk ke arah Bella dan Faya dengan dagunya.


Kedua gadis itu melongo seketika. 'Dasar pengantin baru alay' pasti begitu ucap orang yang mendengar perkataan Fella barusan.


"Hubby, panggilan yang..." Bella tak melanjutkan ucapannya karena Faya terlebih dahulu menyelanya.


"Mata gue sakit ngeliat kalian berdua, mending kalian buru-buru pergi deh," kata Faya mengibas-ibaskan tangannya karena merasa minder.


"Ye..... bilang aja kalau lo pengen!" Senggol Bella.


Faya malah memalingkan wajahnya. Gadis itu terus mengedumel sudah seperti mbah dukun. Membuat ketiga orang itu pun harus geleng-geleng kepala gara-gara tingkah aneh Faya.


"Hemmmm... capek tau Fey, denger lo ngeluh terus. Ganti topik lain gih.. biar lebih asyik," kata Bella.


"Kalau kalian ganti topik lain, lain halnya kita yang mau makan," ucap Arska.


"Iya nih.... gue udah lapar banget, cacing gie udah meronta-ronta pengen di kasih makan." Fella mengelus-elus perutnya yang memang sudah sangat keroncongan.


"Ck.... berapa ronde sih... sampai extrapart kaya gitu," celoteh Bella lagi.


"Otak lo kenapa menjerumus terus sih Bel? dari tadi loh.." kata Faya yang langsung mengetuk kepala Bella.


"Tau ini Bella, tumben-tumbanan lo bahas kaya gini. Jangan-jangan lo udah ada inceran atau udah punya pacar baru," ledek Fella.


"Bella udah mau nyusul, kayaknya nggak sabar juga," lanjut Arska.


"Haduh..... Pacar khayalan gue belom dateng," ujarnya yang langung pergi meninggalkan kelas.


"Tuh....kan! Yang demen mancing dia. Ketahuan kan sekarang belangnya."


"Emang lo nggak suka mancing?" tanya Fella ketika mendengar ocehan Faya.


"Suka.... tapi nggak blak-blakan juga," sahutnya.


"Nah kan! Ketauan aslinya juga," ledek Arska.


Buru-buru Faya membungkam mulutnya, ya ampun rasanya ia ingin menegerutuki diriya sendiri. Terlalu berpikir membuat otaknya konslet seketika. "Tau ah... pengantin baru adanya bikin otak jadi mikir yang enggak-enggak aja," kata Faya menghentakkan kakinya beberapa kali sebelum memutuskan untuk berlalu lalang.

__ADS_1


kedua pasangan itu hanya mengikik tawanya, perutnya menjadi sakit melihat tindakan Bella dan Faya yang muter-muter itu.


__ADS_2