Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Mimpi atau Nyata


__ADS_3

Sampai di rumah sakit, Arska dan Bella segera mencari dokter untuk segera menangani keadaan Fella. Sedangkan Faya sibuk mengurus administrasi, Fella di tempatkan di ruang VIP. Dokter menanganinya dengan cepat. Wajah Arska begitu cemas sampai memucat. Ia terus saja memandangi ruangan di mana Fella di rawat, sesekali ia membuang nafasnya dengan kasar. Mata Bella tak henti-hentinya melihat ke arah Arska, ia duduk segera berdampingan dengan Arska sambil menyodorkan susu kotak yang ia bawa. "Minum ka, muka lo pucat banget. Kalau lo sakit siapa yang jagain Fella" ucapnya memecah keheningan.


Arska segera menerima susu kotak ya di berikan oleh Bella. "Thanks ya bel, lo udah mau percaya sama ucapan gue".


"Nyantai aja, gue orangnya nggak suka berbelit-belit kok ka, lo udah mau ngomong jujur sama gue and Faya aja udah cukup".


"Gue pengen cepat keluar dari masalah ini bel, gue nggak bisa kalau ngeliat Aya menderita tiap hari" ucapnya menundukkan wajahnya.


"Eh.... Dokter udah keluar tuh.. ka" ucap Bella yang menepuk tangan Arska pelan.


"Gimana keadaan tunangan saya Dok?" tanya Arska dengan cemasnya.


"Pasien hanya perlu istirahat, usahakan jangan terlalu banyak pikiran. Vitaminnya jangan lupa di minum rutin".

__ADS_1


"Selain itu, ada hal lain lagi nggak Dok, mengenai teman saya. Misalnya tentang pantangan makanannya atau apa gitu Dok" ucap Bella memastikan.


"Untuk makanan sepertinya tidak ada masalah, pasien hanya perlu istirahat saja" jelasnya segera Dokter itu pamit. Bella dan Arska mengucapkan terimakasih.


"Lo langsung mau jenguk Fella?" tanya Bella setelah Dokter meninggalkan mereka berdua.


"Iya... gue mau langsung masuk, lo... sendiri nggak ikutan masuk?".


Bella menggeleng pelan. "Lo... duluan aja. Gue mau nyamperin Faya, dari tadi itu anak nggak kesini-sini, jangan-jangan tuh... orang tidur di toilet" celoteh Bella ngasal, padahal ia dan Faya sudah berencana untuk tidak menganggu Arska dan Fella.


"Oke... nanti gue langsung kabarin Tante, biar Tante nggak panik" ucapnya yang langsung meninggalkan Arska.


Kreak....Arksa membuka pintu dengan sangat pelan segera ia duduk di samping tepi ranjang tempat Fella berbaring. "Kamu belom juga sadar ay?" ucapnya lirih seraya memegang tangan Fella. Sesekali ia mengelus pipi pucat Fella. "Kamu kurusan sekarang ay. Aku harap kamu bisa jaga kesehatan saat aku nggak ada di samping kamu".

__ADS_1


Bella dan Faya mengintip di bilik kaca depan pintu masuk kamar Fella, mereka tak mau menganggu moments mereka berdua. Sesaat mereka saling lirik. "Kasihan ya mereka, baru juga mau ngerasain seneng, eh... pengganggu malah dateng ngehancurin hubungan mereka" celoteh Faya kesal.


Bella menghembuskan nafasnya sebelum menanggapi ucapan Faya. "Yah... gitu, rumitnya orang pacaran atau tunangan, apa lagi kalau udah nikah. Pasti lebih banyak pelakornya" balas Bella dengan ngasal nya. "Pulang yuk... fay, biarain mereka berduaan, biar saling mengenang masa lampau mereka" celoteh Bella yang langsung menarik tangan Faya.


Arska merasakan ngantuk, lama kelamaan ia menaruh kepalannya di tepi ranjang, tangannya masih menggenggam erat tangan milik Fella. Jam 23.30 Fella melihat ke sekeliling kamarnya, hingga pandangannya beralih menatap ke arah Arska, senyum mengembang di sudut bibirnya. "Ternyata kamu masih peduli sama aku. Aku pikir kamu nggak khawatir waktu aku sakit. Tau gitu aku sakit aja terus biar kamu selalu ada di sisi aku" ucapnya pelan, sesekali ia membuang nafasnya dengan sembarang. Ia memberanikan diri untuk mengelus rambut Arska, seperti saat mereka sering menghabiskan hari berduaan, Fella selalu melakukan hal tersebut, dan itu membuat Arska sangat nyaman. Sesekali ia mengusap pipi Arska dengan lembut, ia ingin memastikan ini mimpi atau nyata. "Aku nggak mimpi ternyata ini benar-benar nyata, kamu beneran jagain aku" ucapnya masih terus mengelus rambut Arska dengan lembutnya. Fella menitihkan air mata bahagia. Ia tak bisa membendung rasa senangnya saat ini, akhirnya ia bisa merasakan kasih sayang dari cowok yang selalu dinantikannya. Fella benar-benar rindu dengan suasana saat mereka masih sering bersama.


Arska membuka matanya dengan perlahan, sejak tadi ia merasakan ada sentuhan lembut di kepalan dan pipinya. Sesekali Arska mengucek matanya pelan, di tatapnya dengan seksama ternyata kekasihnya sudah siuman, senyum bahagia terpancar dari raut wajahnya. "Kamu udah bangun sayang, apanya yang masih sakit biar aku panggil Dokter" ucap seraya berdiri. Tapi tangan Fella lebih dulu menarik pergelangan tangannya. "Aku baik-baik aja kok yang, aku nggak mau kamu ninggalin aku lagi" ucapnya dengan raut memelas.


Arska segera duduk, ia mengelus-elus tangan Fella dengan lembut. "Jangan sakit lagi ya ay, kata Dokter kamu nggak boleh banyak pikiran sama kecapekan. Lagian kamu ini mikirin apa sih... sampai bisa sakit kaya gini. Kata Bella anemia kamu udah sebuh, kok bisa kambuh lagi" ucap Arska panjang lebar.


Fella memanyunkan bibirnya, ia nampak kesal dengan ucapan Arska yang juga tak peka terhadap dirinya. "Aku... mikirin kamu..." Fella menghela nafas sesaat. "Kamu kenapa berubah, semenjak aku di culik waktu itu, sikap kamu berubah total. Katanya kamu mau fokus sama pelajaran, karena sebentar lagi kamu mau ujian, nyatanya kamu pergi terus sama cewek lain yang ngakunya pacar kamu itu. Sejak saat itu anemia aku sering kambuh " ucapnya seraya memalingkan wajahnya dengan cepat.


Arska mengusap wajahnya dengan kasar. Sesekali ia memalingkan wajahnya sebelum akhirnya ia memegang dagu Fella agar menghadap ke arahnya. "Maafin aku sayang, aku nggak bermaksud buat ninggalin kamu, aku punya cara tersendiri buat jagain kamu".

__ADS_1


"Aku tuh... kangen kamu... kamu nggak pernah ngertiin perasaan aku... kamu egois Arska" ucapnya dengan kesal, air matanya tak bisa lagi ia tampung, ia benar-benar kecewa dengan sikap Arska.


Arska yang tak tega melihat kekasihnya menangis, dengan cepat mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya. Segera ia memeluk tubuh Fella, sesekali ia mencium kening Fella. Rasa sesak di dadanya tiba-tiba muncul setelah mendengar ucapan Fella yang benar-benar menusuk ke dalam hatinya.


__ADS_2