Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Kebahagian Fella yang Paling Penting


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari Guru piket, Arska segera berlari menuju parkiran, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Arska masih memikirkan pesan teror dari orang misterius tadi. Sesekali ia menggelengkan kepalannya, tapi ia tak mau tinggal diam begitu saja, ia mencoba mencari solusi agar kekasihnya itu tetap dalam keadaan aman. Di samping itu Arska juga masih memikirkan tentang ke adaan Fella yang tadi pagi demam tinggi. Waktu yang di butuhkan Arska hanya setengah jam, untuk sampai di rumah kekasihnya itu, saat sampai di depan gerbang, Arska di sambut oleh kedua Satpam yang segera membuka pintu gerbang. Segera Arska memarkirkan mobilnya di halaman. Ia melihat mobil Merry, yang masih berada di garasi, dengan langkah cepat Arska membuka pintu utama ruang tamu, dilihatnya Merry dan Fella sedang berada di ruang keluarga. Arska segera menyapa Merry, "Siang tante" sapa Arska sopan.


Merry dan Fella serempak menoleh ke sumber suara. "Eh.... Arska, tumben jam segini udah pulang" ucap Merry.


"Iya tante, Arska izin nggak ikut pelajaran, soalnya Arska kepikiran Aya terus, jadi nggak bisa konsentrasi" ucapnya seraya duduk di samping Fella.


"Cie....Arska ternyata bisa sweet gitu" ucap Merry sambil menepuk lengan Fella pelan.


"Tante ini, bisa aja" ucap Arska tersenyum. "Tante libur ke butik hari ini?".


"Iya ini ka, tante libur dulu, karyawan kepercayaan tante yang udah handel semua, jadi tante nggak terlalu mikirin butik. Tadi pagi kan kamu tau sendiri, badan Aya panas banget, tante takut Aya kenapa-napa" ucap Merry cemas.


Fella menoleh ke arah Merry, "Emang Arska tadi pagi kesini bun?" ucapnya pelan.


"Iya tadi pagi Arska nengokin kamu, tapi kamu masih tidur. Keliatan banget kalau Arska cemas tadi" jelas Merry.


Fella mengerutkan keningnya, bibirnya mengerucut, ia melihat ke arah Arska, "Kok nggak bangunin aku sih yang" protes Fella.


"Kasihan kamu yang, sakit-sakit masak aku bangunin, kan mending kamu istirahat" ucapnya seraya mengelus-elus pipi Fella dengan pelan.


Merry tersenyum melihat keromantisan kedua remaja yang ada di depannya itu, ia tak mau mengganggu momen tersebut, Merry bangkit dari duduknya. "Arska mau minum apa?, biar tante ambilin?" tawar Merry.


"Waduh tante, nggak usah repot-repot, biar nanti Arska ambil sendiri minumnya" ucap Arska seraya menatap ke arah Merry.


"Ini, baru mantu idaman, nggak ngerepotin, inisiatif ngambil sendiri" puji Merry. "Ya udah, tante ke kamar duluan ya ka, lanjutin romantis-romatisannya" lanjut Merry seraya menepuk bahu Arska, kemudian pergi.


Fella melihat ke arah Arska, ia mencubit hidung Arska yang mancung, "Kamu kenapa sih yang, ngeselin".


"Aduh.... sayang sakit" ucapnya sambil mencoba melepaskan tangan Fella, tapi Arska terlalu kuat menarik tangan Fella, sehingga Fella tanpa sengaja memeluk dada Arska yang bidang, terdengar dengan jelas, suara detak jantung Arska yang berdetak lebih kencang.


"Jantung kamu rusak, apa gimana sih sayang, kok detak jantungnya nggak beraturan" ucap Fella yang masih menempel di dada Arska.

__ADS_1


"Itu nggak rusak sayang, kaya jam aja bisa rusak" canda Arska.


"Tapi kenapa kenceng banget"


"Itu karena kamu meluk aku erat banget, makanya jantung aku serasa mau copot" celetuk Arska.


Mata Fella membulat, segera ia mendorong tubuh Arska pelan. Wajahnya sudah memerah, Arska tersenyum melihat kekasihnya itu salah tingkah. Arska memegangi dahi Fella, ia ingin memastikan kalau kekasihnya itu sudah dalam keadaan yang membaik. "Udah sembuh, tadi pagi panas banget".


"Demamnya udah sembuh, tapi badan aku, sakit semua yang, terus bekasnya jadi biru semua" keluh Fella manja.


"Cepetan sembuh ya sayang, jangan sakit-sakit lagi aku khawatir banget, kalau kamu sakit" ucapnya seraya mengusap-usap rambut Fella dengan lembut.


Fella hanya mengangguk, ia merasa beruntung mendapatkan laki-laki yang tulus menyayanginya.


"Jangan pernah berubah, meski apa pun yang terjadi, kunci hati kamu cuma buat aku, ingat ya, cuma buat aku !!!" tegas Fella sambil mengulurkan jari kelingkingnya, Arska tersenyum sambil melakukan hal yang sama. "Aku janji nggak akan pernah berubah, tetep kamu yang bakalan jadi nyonya Aregan".


"Aku sayang kamu" ucap Fella seraya mencium pipi kiri Arska.


Fella memukul pelan dada bidang Arska, "Jangan macem-macem nanti aku tonjok" tegasnya.


"Coba aja kalau kamu tega" tantang Arska.


"Tega aja, kalau kamu keterlaluan"


Arska memasang muka memelasnya, "Tante Merry, Aya nakalin Arska, ni tan" teriak Arska cukup keras, segera Fella menutup mulut Arska dengan cepat. "Diem nggak, jangan jadi tukang ngadu" ancam Fella.


Di sisi lain Merry yang melihat adegan sepasang remaja tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala, senyum bahagia muncul ketika putri semata wayangnya itu bisa tersenyum lepas, seperti dulu, segera Merry melangkahkan kakinya ke dapur, agar ke dua remaja tersebut tak merasa terusik dengan adanya Merry yang mengamati mereka.


"Ay, aku nggak bisa nafas ni, nanti kalau aku mati, kamu jadi janda".


Fella makin melotot, " Punya mulut di jaga kenapa sih, jangan asal ngomong, nanti kalau malaikat lewat gimana?, terus ngabulin omongan kamu, emang kamu ikhlas kalau aku sama orang lain" ucap Fella kesal sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Arska melirik kesamping, dan segera mencubit ke dua pipi Fella dengan sangat gemasnya. "Awas aja kalau ada yang berani" ucapnya tak kalah kesal.


"Makannya jangan ngomong asal, nggak bagus tau. Kaya aku dulu, pernah bohongin Andy kalau aku udah tunangan sama kamu, eh... nggak taunya jadi kenyataan" segera Fella membungkam mulutnya sendiri, matanya yang bulat kini melihat ke arah Arska.


Arska yang cengar-cengir mendengar pengakuan langsung dari mulut kekasihnya itu, seketika mengejek balik. "Cie.... ternyata dulu ada yang berharap tunangan sama aku" ucap Arska sambil menyentil dahi Fella.


"Sakit tau yang, jahat banget sih" keluh Fella seraya memegangi dahinya.


"Hehehe maaf sayang ku, atit ya" ucapnya lebay.


Fella melirik kesamping, "Udah tau nanya" ucapnya cemberut.


"Ya ampun sayang, jangan cemberut, pengen aku cium kamu kalau cemberut gitu, kan makin gemes aku" goda Arska.


"Udah ah... bercandanya, bibir aku sakit ini sayang" keluh Fella seraya memegangi sudut bibirnya.


Arska mendekatkan bibirnya ke arah bibir Fella, ia meniupnya pelan-pelan. "Maaf ya sayang, kalau becandaan ku nggak lucu" sambil mata hazelnya melihat ke arah manik mata bulat coklat milik Fella, Arska tersenyum simpul. "Kalau aku cium lagi, kaya kemarin, ini pasti cepat sembuhnya" ucapnya sambil mengusap-usap bibir Fella dengan jari telunjuknya.


Fella segera mendorong Arska agar menjauh darinya, "Jangan lagi, nanti kena marah Bunda".


"Hehehe.... bercanda sayang, jangan tegang gitu".


"Kamu ngeselin !!!".


"Biar pun aku ngeselin, tapi dulu juga ada yang pernah berharap jadi tunangan aku" sindirnya.


"Aku ngambek ni" ancam Fella.


"Yah....jangan ngambek dong sayang, kalau kamu ngambek aku sedih, kebahagiaan kamu itu yang paling penting, jadi please jangan ngambek" ucap Arska sambil mencium kening Fella.


Fella segera memeluk Arska dengan sangat erat, ia tak mau kehilangan cowok yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Aku akan jagain kamu, nggak ada yang boleh nyakitin kamu ay" Batin Arska seraya membalas pelukan Fella.


__ADS_2