Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Gagalnya Rencana Mona


__ADS_3

Pagi hari menuju ulangan, Bella masih sibuk memejamkan matanya, ia masih mengantuk, seperti dugaan Faya kemarin memang benar, malam hari Bella tak bisa memejamkan matanya walau pun cuma semenit. Fella menggeleng-geleng kepalanya, segera ia mengetuk-ketuk meja di belakangnya dengan jarinya, tuk tuk tuk . "Bel, mau ulangan malah sibuk tidur" ucap Fella mencoba membangunkan Bella.


"Hem... masih ngantuk fel, semalem gue nggak bisa tidur" ucap Bella masih memejamkan matanya.


"Tuh, kan, gue bilang juga apa kemarin" lanjut Faya.


Fella melihat ke samping, "Kemarin emangnya Bella ngapain fay?" tanya Fella penasaran.


"Kemarin kayaknya Bella frustasi, sampai minum kopi abis 8 gelas, udah gue kasih tau tetep aja masih ngeyel" ucap Faya.


Fella menoleh kebelakang, ia melihat Bella masih sibuk tertidur. "Nanti ulangan lo gimana, kalau lo tidur muluk gini" ucap Fella mengingatkan.


"Hem...kaya biasanya ya fel, contekin gue".


"Kerjain soal lo kan, maksudnya, bukan contekin" jelas Fella.


"Bener, gue pasrah aja sama lo fel" ucapnya dengan mata yang masih tertutup rapat.


"Gue entar juga contekin ya fel" ucap Faya.


Fella melihat ke arah Faya, "Ya elah... nggak Faya nggak elo sama aja"


"Hehehe... itu gunanya sahabat kan fel, saling melengkapi satu sama lain" ucap Faya nyengir kuda.


"Hem.... gue setuju sama omongan Faya barusan" ucap Bella yang masih memejamkan matanya.


"Udah, tidur sana nggak usah banyak ngomong, entar biar gue yang kerjain" ucap Fella. "Egi, nanti bangunin Bella ya, kalau gurunya muter" perintah Fella kepada Egi taman semeja Bella.


"Oke... fel, tapi gue juga ikutan nyontek lo ya" pinta Egi.


Fella hanya mengangkat tangannya tanda setuju. Bu Fitria guru fisika pun masuk ke ruang kelas XI IPA3 pukul 08.00


"Pagi, anak-anak, maaf Ibu terlambat, karena jalannya macet. Semalem pasti sudah belajar kan, jangan pura-pura lupa ya, kalau hari ini ada ulangan, dan tidak ada pengunduran ulangan lagi, jadi siap-siap untuk mengerjakan soalnya dengan baik" ucap Bu Fitria seraya menaruh buku-bukunya di meja.


"Yah... ibu... kenapa nggak ada pengunduran lagi sih bu, kan kita lupa belajar" ucap siswa-siswi kompak protes.


"Tidak ada pengunduran ulangan lagi !!, karena minggu lalu sudah mundur, Ibu sudah memberi kesempatan kepada kalian, nilai kalian bagus atau tidak itu tergantung kalian !!" tegas Bu Fitria. "Ozy, kamu bagikan lembar soalnya ke teman-teman kamu" ucap Bu Fitria memanggil ketua kelas.


"Baik Bu" ucap Ozy seraya menghampiri Bu Fitria dan membagikan lembar soal kepada semua murid.


Fella dengan mudah mengerjakan soalnya, karena hampir setiap materi sudah menyangkut di dalam otaknya, ia juga menyalinnya untuk Bella. Tak butuh waktu yang lama, Faya dan Egi juga menyalin jawaban yang di berikan Fella. Jam menunjukan pukul 09.30 waktu untuk istirahat pun tiba, ulangan pun sudah harus berakhir. Bella masih sibuk tidur, untung saja tempat duduk mereka berada di paling ujung belakang, jadi Bu Fitria tak terlalu memperhatikan kalau Bella sedang tertidur.


"Oke... anak-anak, waktunya sudah habis, silahkan kalian taruh jawaban kalian di meja Ibu" ucapnya seraya meneliti pertanyaan pada soalnya.

__ADS_1


"Yah... ibu, belom kelar ini..." ucap salah seorang siswa yang belom selesai mengerjakan.


Tapi Bu Fitria, tak menghiraukannya, ia hanya geleng-geleng kepala, semua jawaban dan soal sudah tertata rapi di meja guru.


"Waktu yang saya berikan sudah cukup banyak, jadi jangan banyak alasan. Oke anak-anak sekian untuk ulangan hari ini, Ibu harap, jawabannya tidak mengecewakan seperti 2 minggu yang lalu, karena nilai kemarin sungguh sangat amat mengecewakan, hanya nilai Fella yang paling bagus, Ibu pamit" ucap Bu Fitria seraya meninggalkan kelas dengan membawa soal dan jawabannya. Siswa-siswi yang merasa sudah lapar langsung saja berlari keluar kelas menuju kantin.


"Akhirnya kelar juga, pelajaran yang paling amat sangat menyebalkan" ucap Faya sambil menaruh kepalanya di meja.


Fella tak langsung menjawab ucapan Faya, ia menoleh kebelakang, seraya memainkan pipi Bella menggunakan jari telunjuknya. "Bel, bangun dong, dari tadi lo tidur mulu" ucap Fella sambil menusuk-nusuk jari telunjuknya ke pipi Bella.


"Hem.... masih ngantuk fel, bentar lagi" ucapnya seraya membenarkan posisi tidurnya.


"Ya elah, Bella payah ni, padahal pengen gue traktir baksonya mang ujang, tapi nggak bangun-bangun ya udah, ajak Faya aja" ucapnya seraya membalikan badannya.


Mata Bella terbuka lebar, " Lo... beneran mau traktir gue fel, dalam rangka apa ni" ucap Bella bersemangat.


"Sejak kapan gue bohong !!, nggak ada rangka apa-apa gue cuma pengen traktir kalian" ucap Fella tersenyum.


"Bella langsung semangat, dapet gratisan" ucap Faya.


"Hehehe.... tau aja lo fay"


Mereka pun pergi ke kantin, Fella yang moodnya memang sedang membaik, hanya tersenyum sepanjang perjalanan menuju kantin, ia masih saja mengingat kejadian kemarin bersama Arska.


...•*°•™©inta Untuk Fella™°•°*...


"Fel, lo nggak di jemput" ucap Bella mensejajarkan jalannya agar bersampingan dengan Fella.


Fella menggeleng pelan, "Arska ada les tambahan jadi nggak bisa jemput" ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.


"Ya elah... jangan sedih gitu lah fel, lagian tiap hari lo di jemput, kan bikin minder yang jomblo kaya gue sama Faya" ucap Bella seraya merangkul pundak Fella. "Lo... beneran nggak bareng kita aja" tawar Bella.


"Motor lo bukannya udah di jual sama om Angga?" ucap Faya.


"Kata siapa di jual, orang masih kok, orang gue sekarang bawa motor" ucap Fella memelas.


"Tapi lo, kan nggak di izinin naik motor lagi sama om" ucap Bella menyindir.


"Ya maksa dong, biar di izinin, lagian juga, gue udah kangen naik motor, bosen juga kan kalau tiap hari di anter jemput sama tunangan" ucap Fella nyengir kuda.


"Pamer aja terus yang udah punya tunangan" ucap Bella ngeloyor lengan Fella pelan.


"Di antara kita bertiga yang paling kecil tuh elo fel, tapi kenapa yang paling dulu punya tunangan itu lo, bukan gue yang lebih tua" ucap Faya sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Hahaha... takdir fay" ucap Fella dan Bella kompak.


"Uh.... ngeselin" ucap Faya seraya menaruh kedua tangannya di pinggang.


d


"Hahaha... udah nggak usah ke banyakan ngeluhnya" ucap Bella. "Ow iya fel, lo mau ikutan kita nongkrong dyulu nggak, di kafe biasa".


"Aduh... gimana ya bel...." ucap Fella masih meragu.


"Lo kan belom ada janjian, ikut kita aja, entar kita ngikutin lo dari belakang, entar gue bilang deh ke cowok lo, lo gue culik dulu sama Bella" ucap Faya nyengir.


"Oke deh... tapi cuma bentar ya" ucap Fella.


Sampai di parkiran Fella langsung memakai helmnya dan mengikuti mobil Bella yang sudah berada di depannya, Fella pun menyalip mobil milik Bella. Hingga mobil Jazz warna merah hampir saja menyerempetnya. Fella yang kaget langsung saja meminggirkan motornya, tapi mobil yang hampir saja menyerempetnya tiba-tiba saja berhenti persis di depan Fella. Dari dalam mobil muncul 3 orang yang berpenampilan seperti preman, menghampiri ke arah Fella. Fella mengerutkan keningnya, tapi ia tampak tak takut sedikit pun.


"Maaf ya mas, salah sayang apa?" ucap Fella santai.


Mereka mendekati Fella dengan tatapan sinis dan senyum yang mesum.


"Cantik gini bos!!, sayang kalau mau di lukai" ucap salah seorang pria dari mereka.


Mona yang berada di dalam mobil, sengaja merekam, untuk mengancam Arska agar menjauhi tunangannya sendiri. Fella makin mengerenyitkan dahinya, "Saya, tidak mengenal mas-mas ini, jadi jangan halangi saya untuk lewat" ucap Fella sopan.


"Lo nggak takut sama gue" tanya pria bertubuh cukup kekar itu.


"Kenapa saya harus takut, kalau saya nggak punya salah".


"Nantang ni ceritanya, cantik- cantik jangan galak-galak nanti cantiknya luntur" ucap Pria itu sambil menarik tangan Fella dengan paksa. Fella langsung saja menendang kaki Pria tersebut, langsung saja kedua Pria yang merupakan komplotan dari Pria bertubuh kekar itu langsung menegang tangan Fella cukup kencang, dengan sekuat tenaga Fella melawan, tapi sayang perlawanannya malah mendapat tamparan cukup keras di pipinya, hingga sudut bibir Fella berdarah, dan celana yang ia pakai pun ikut robek karena dorongan kuat dari pria itu membuatnya tersungkur jatuh ke aspal an.


"Makannya jangan berani, ngelawan kita, kita nggak mungkin kasar kaya gini, kalau lo bisa nurut sedikit" ucap salah seorang anak buah dari pria bertubuh cukup kekar itu. Bella yang kesal langsung saja menendangnya cukup keras, "Anjay.... lo apain sahabat gue" ucap Bella menantang.


Faya tak berani keluar dari dalam mobil, ia mencoba menghubungi Arska. Bella tak mau bertele-tele langsung saja Bella menghabisi ketiga preman tersebut, Mona yang tadinya sibuk merekam di dalam mobil menjadi panik dan langsung tancap gas.


"Siapa yang yuruh lo, buat nyakitin sahabat gue" ucap Bella dengan lantang, seraya menarik kerah baju Pria bertubuh kekar itu, emosinya tengah meluap.


"Gue... cuma..di suruh, sama cewek yang pakai mobil merah tadi" ucapnya dengan terbata-bata.


Dengan kesal Bella membanting, Pria tersebut cukup keras, "Sial... kenapa gue sampai nggak tau kalau di dalam mobil masih ada orang" ucapnya dengan penuh emosi.


"Udah bel, gue nggak papa" ucap Fella pelan. Faya yang iba melihat kondisi Fella langsung memapahnya. Arska yang datang terlambat langsung saja, menghampiri Fella dengan wajah yang sangat cemas, "Kenapa bisa kaya gini sayang" ucap Arska seraya memegangi pipi Fella dengan wajah yang panik. Segera Arska menoleh ke belakang, wajahnya yang garang kini terlihat, segera ia memukul pentolan preman dengan sangat keras. "Lo... apain, cewek gue, brengsek..." ucapnya sambil terus menendangi Pria tersebut.


"Sorry gue cuma di suruh orang, buat ngerjain cewek lo, nggak taunya cewek lo malah ngelawan" ucap Pria itu dengan suara ter bata-bata dan tanpa daya.

__ADS_1


"Sialan.." ucap Arska frustasi seraya mengusap mukanya dengan cukup kasar. Bella yang melihat Arska tengah emosi, langsung saja membuka suara, "Nggak penting ngurusin mereka ka, yang terpenting sekarang ngobatin luka Fella" ucap Bella sambil menepuk pundak Arska pelan.


Mendengar ucapan Bella, Arska menoleh dengan segera, ia membopong Fella dan langsung membawanya masuk kedalam mobil.


__ADS_2