Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Rasa Curiga Fella


__ADS_3

Arska dan ketiga sahabatnya sibuk mengamati Fella dari kejauhan. Ia sudah seperti sasange yang mengintai idolanya. Brayu berdecak kesal melihat hal konyol yang di lakukan oleh sahabatnya itu, dan bodohnya ia juga mengikutinya tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. "Ka... kenapa nggak langsung samperin aja sih?, ngapain kita harus ngumpet-ngumpet kaya gini!" protes Brayu sambil sesekali melihat ke arah Arska.


"Kalau kita samperin ke sana, sama aja gue bunuh diri, sama aja gue bahayain Aya, ngerti kan maksud dari ucapan gue!!" ucapnya dengan wajah kusut tak berarti.


"Ya...ya...kita maklumin lo kok ka, tapi jangan di tempat kaya gini juga" ucap Dilan yang mulai tak nyaman.


"Gue makin benci sama Mona, kalau keadaannya terus seperti ini, yang ada kita bisa mati duluan" celoteh Aldy yang mulai geram dengan posisi berdirinya.


"Apa lagi gue yang ngalamin. Makin muak gue sama tuh anak, tiap hari dia nempel terus sama gue!!" ucap Arska yang masih fokus menatap ke arah Fella, tanpa sedikitpun menoleh kebelakang.


"Tapi.... kalau gue boleh jujur, gue mau izin cabut dari sini ka, kalau kelamaan di sini gue bisa mati, gue belom siap!!. Gue belom bisa dapetin hatinya Bella, kalau gue mati duluan arwah gue nggak tenang kalau ngeliat Bella sama cowok lain" keluh Brayu dengan nafas berat.


"Sampai lo cabut duluan, gue nggak bakalan anggap lo sebagai sahabat gue!!" tegas Arska tanpa menatap ke arah Brayu.


"Ya.... elo kira-kira dong ka, kalau nyari tempat sembunyi, jangan kita juga yang jadi korbannya, lo mah enak di depan, lah kita boro-boro aman. Badan gue serasa di gebukin satu kampung" timbrung Dilan.


"Emangnya kenapa??, kalau gue yang di depan, gue pengen ngeliat cewek gue dari jarak deket".


"Yah... lo harusnya liat-liat sekeliling lo lah ka!" lanjut Aldy bersuara ia benar-benar sesak nafas.


"Emangnya di sekitar kita kenapa?, sampai kalian gangguin gue terus, gue lagi asyik ngeliatin cewek gue!!" ucap Arska yang masih fokus dengan pemandangannya.


Brayu yang semakin malas dengan sikap tak peka sahabatnya itu, segera menginjak kaki Arska dengan kerasnya.


"Anjay... lo gila ya bray!!!" bentak Arska dengan kesalnya sambil memegangi kaki kirinya.


"Liat sekeliling lo!!, lo mau mati di kerubungin sama tante-tante rempong ini!!" tegas Brayu dengan wajah kusutnya dan rambutnya yang berantakan karena ulah tante-tante rempong itu, ia sudah tak mampu menahan tubuhnya untuk melindungi Arska dari serangan tente-tante genit tersebut.


"Astaghfirullah.... sejak kapan jadi seramai ini?" ucap Arska syok setelah melihat keadaan sekelilingnya.


"Udah dari tadi.... semenjak lo berdiri di sini, mereka pada ngicer lo!!" ucap Dilan yang masih mencoba menghalangi tubuh Arska.


"Sorry... sorry gue nggak peka, gue nggak sadar kalau banyak orang di sini" ucap Arska membungkuk.


"Bosa-basinya udahan nyet... gue nggak mau mati duluan, gue masih perjaka...sayang kalau mati duluan belum nikah" protes Aldy.

__ADS_1


"Nggak usah kelamaan mikir, yang nomor satu saat ini kabur..." ajak Brayu yang berusaha keluar dari kerumunan.


"Ya Allah... ganteng banget sih... boleh lah bagi nomor ponselnya" ucap salah seorang tante yang ikut berkerumun, sambil tangannya ikut mencubit-cubit pipi Arska.


"Gue nggak punya ponsel mbak, ampuni saya, saya masih perjaka ting-ting nggak mau mati sia-sia. Saya masih mau nikah sama tunangan saya" ucapnya yang berusaha membebaskan diri dari kerumunan.


"Njir.... kata-kata lo... bener-bener bikin bulu kudu gue merinding" protes Dilan.


"Woy....jangan ribut sekarang, waktunya nggak tepat" ucap Brayu yang masih berusaha membebaskan diri.


Sekuat tenaga mereka berempat mencoba keluar dari kandang singa tersebut. Susah payah mereka berusaha, hingga akhirnya satu persatu dari mereka bisa meloloskan diri termasuk Arska, sudah tak bisa di bayangkan lagi bagaimana penampilan mereka saat ini, yang pastinya sudah tak utuh lagi alias acak-acakan.


...•°©inta Untuk Fella°°•...


Fella yang mulai tak tenang karena tak kunjung mendapat kabar dari kekasihnya, dengan malas memperlihatkan wajah murung tak bersemangatnya.


"Muka lo... kenapa sih... fel, gue liatin dari tadi manyun mulu" ucap Bella sambil memakan potato chipnya.


"Iya fel, semenjak lo keluar dari rumah sakit, semangat lo ilang gitu aja, kenapa?, apa ada masalah?" selidik Faya.


"Sabar dong fel, bukan berarti dia nggak peduli sama lo, mungkin aja Arskanya baru banyak tugas, jadi belom sempet ngabarin elo" ucap Bella yang langsung merangkul pundak Fella pelan.


"Semoga aja, gue berharap juga gitu" jawab Fella masih dalam ke adaan murung.


"Yah... jangan cemberut gitu dong fel, jelek tau" ucap Faya yang mencoba menghibur.


"Jangan suka mikir yang negatif dulu lah fel" lanjut Bella memberi saran.


"Gimana gue nggak mikir negatif, kalau semua cowok yang pernah jadi pacar gue, tiba-tiba pergi ninggalin gue tanpa sebab, emangnya sebegitu ngebosenin nya gue ya?" ucapnya makin kesal.


"Lo itu nggak ngebosenin kok, mata mereka aja yang gatel ngeliat cewek semok. Tapi gue yakin kok, Arska nggak kaya gitu orangnya" cecer Bella.


"Ya tapi... gue masih mikir hal yang sama!!".


"Nggak semua yang lo pikirin itu bener fel, coba aja mikir positif, jangan negatif mulu" ucap Faya menasehati.

__ADS_1


"Dengerin omongannya Faya fel, jangan kebanyakan mikir, kita nggak mau kalau anemia lo kambuh lagi, kita sayang sama lo fel" lanjut Bella.


"Ya...ya... sedikit berfikir nggak bikin gue mati kok" ucapnya yang langsung menaruh kepalanya ke atas meja, rasa curiganya terhadap Arska kini semakin besar.


Bella terus saja memandangi wajah Fella yang nampak berfikir keras. "Woy.... gue bilang jangan banyak pikiran Fella sayang!!!" ucapnya yang langsung menyenggol lengan Fella.


"Kayaknya Arska beneran udah bosen deh sama gue bel" ucapnya sambil menarik nafas.


Bella menghela nafas sebelum membuka suara. "Lo... tuh ngeselin tau nggak sih fel!!".


"Kenapa jadi gue yang ngeselin sih, harusnya kan Arska, bukan gue!!" ucapnya yang langsung mengangkat kepalanya, pipinya makin mengembang karena cemberut.


"Ya.... karena lo berpikir kalau orang yang paling menderita itu elo, coba deh.... lo bayangin kalau lo jadi gue!!" cetus Faya yang mulai sewot.


"Siapa yang menderita sih... gue baik-baik aja gini kok" elak Fella.


"Lo... nggak ngelak aja udah ketahuan dari raut wajah lo" ucap Faya makin nyolot.


"Kenapa lo jadi nyolot sih fay" ucap Fella yang mulai kesal seraya melempar snack makanan yang ada di depannya.


"Abisnya lo... mikir terus... gue kesel ngeliat muka lo yang kaya gitu" jelas Faya.


Bella yang sejak tadi melihat adegan cekcok mulut di depannya, segera menggebrak meja cukup keras. "Woy.... stop!!, kita kesini mau makan, bukan buat ribut!!".


"Faya yang mulai duluan" ucap Fella sambil terus melihat ke arah Faya.


"Habisnya lo, nggak bersyukur, udah beruntung dapetin cowok kaya Arska masih aja curigaan" celoteh Faya.


"Bukannya nggak bersyukur, gue bersyukur banget punya cowok kaya Arska. Tapi masalahnya itu, dia nggak ngasih kabar ke gue. Gue telfon dia juga nggak aktif ponselnya" jelas Fella.


"Woy..... gue bilang stop!!, ngerti stop nggak sih. Pusing tau ngeliat kalian ribut aja dari tadi" ucap Bella dengan emosinya.


"Iya.. iya bel, kita minta maaf" ucap mereka kompak.


"Nah... diem gini kan lebih enak, kalau ribut terus bikin sakit perut yang ada" ucapnya sambil melirik ke arah Fella dan Faya.

__ADS_1


Fella menghela nafasnya cukup panjang, ingin sekali rasanya pergi ke rumah Arska dan meminta penjelasan dari kekasihnya itu.


__ADS_2