
Hari ini, menjadi hari bersejarah bagi Arska dan juga Fella. Tepat dua bulan setelah rencana pernikahan di batalkan, akhirnya mereka bisa melangsungkan akad nikah. Pagi itu, mata hari bersinar sangat hangat, begitu pula dengan kedua keluarga yang akan segera bersatu.
Seorang Bunda tersenyum kepada anak gadisnya yang sedang duduk di depan cermin dengan make up soft glamour di wajahnya dan sebuah mahkota menghiasi rambutnya.
"Kamu sangat cantik, sayang," ujar Merry dengan penuh haru.
"Benar, Tan, Fella seperti tuan putri!" seru Sofie kakak sepupu Fella yang merasa takjub akan penampilan gadis itu di hari spesialnya.
Fella tersenyum, ia melihat pantulan dirinya di dalam cermin. Ya, hari ini dia sangat berbeda. Make-up yang sangat cantik, mahkota yang berkilau, dan gaun pernikahan putih yang indah. Semua begitu sempurna di dalam bayangan cermin.
Sementara di rumah calon pengantin pria, seorang Mama telah mengetuk-ngetuk pintu kamar putranya yang sebentar lagi akan menikah.
Arska keluar kamar lengkap dengan jas putih. Lelaki itu begitu tampan bak seorang pangeran. Tak lupa pula serangkai mawar di saku jas lelaki itu. Rona bahagia terpancar jelas di wajahnya.
"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Violla dengan wajah yang tak biasa.
"Mama, kenapa gugup seperti ini?" Arska balik bertanya saat memperhatikan mimik wajah Violla yang berbeda dari biasanya.
Raut wajah Violla begitu tegang. Terlihat titik-titik di dahinya. "Tentu saja karena hari ini anak lelaki ku akan menikah."
Arska tersenyum lebar hingga menampilkan deretan gigi depan yang berbaris rapi. Ia mengambil tangan Violla yang begitu dingin.
"Mama, jangan gugup. Yakinlah, acara hari ini akan berjalan dengan mulus, Arska tak akan mengecewakan Mama."
Violla mengangguk, sebelum akhirnya ia memeluk tubuh Arska dengan erat dan mencium pipi anak lelakinya itu dengan lembut. "Kamu sudah dewasa Ka, Mama bangga sama keputusan kamu. Setelah menikah, jadilah suami yang baik untuk Cantika, agar kelak anak mu bisa berprilakuan yang baik pula." Violla menasehati anaknya dengan bijak.
"Ayo kita berangkat Ma," ajak Arska setelah melepas pelukannya Violla.
Saat mereka hendak keluar, keduanya terhenti seketika saat melihat Hendry datang menghampiri anak dan istrinya menggunakan jas lengkap dan rapi.
"Ayo kita berangkat, setengah jam lagi Ijab Qobul-nya akan segera di mulai.
Anak dan Mamanya itu hanya mengangguk, menyetujui perkataan Hendry. Sedangkan Clara dan Salsa sudah menunggu di dalam mobil sejak tadi.
Cuaca hari ini begitu cerah, langit biru berhiaskan putihnya awan. Mereka memilih melangsungkan pernikahan di luar ruangan dengan nuansa warna putih dan hijau yang mendominasi.
Ya, sebentar lagi Arska dan Fella akan melangsungkan acara Ijab Qobul. Semua nampak terlihat tegang, berkali-kali Arska menghela nafas, berusaha untuk menormalkan jantungnya yang debaran tak karuan. Ia sudah tak sabar menunggu, namun saat Arska menjabat tangan Angga. Namun ia yakin, jika ia bisa melakukannya dengan lancar. Arska kini bernafas lega dan mengembangkan senyumnya, akhirnya ia bisa menyelesaikan Ijab Qobul-nya tanpa perlu mengulangnya kembali.
__ADS_1
Setelah usai melangsungkan ijab qobul. Pengantin wanita pun datang. Fella berjalan dengan anggun, menghampiri Arska yang sejak tadi sudah menunggunya dengan jantung yang terus berdebar. Gaun putih panjang melekat indah di tubuhnya dengan buket bunga di tangannya. Jantung Fella berdetak dengan sangat cepat. Ia sangat gugup ketika semua mata menatap ke arahnya. Fella berjalan di iringi lantunan piano yang di mainkan oleh Brayu dengan begitu syahdu. Saat ini Brayu memainkan pianonya secara khusus di pernikahan Arska dengan membawakan lagu yang berjudul Janji Suci yang di populerkan oleh Yovie and Nuno.
Mata Arska tak berkedip saat Fella datang menghampirinya, gadis itu mengajak Arska untuk naik ke atas pelaminan. Di susul dengan Angga dan Bapak penghulu. Saat di atas pelaminan Arska masih tak berkedip menatap gadis yang sekarang sudah resmi menjadi Istrinya itu.
Fella, sejarah tau tentang perjalanan cinta kita. Dan hari ini, aku siap untuk mengukir sejarah baru. Bersama mu....
"Kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Selamat ya. Semoga menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warohmah," ucap Bapak penghulu.
Dengan kompak, seluruh tamu undangan pun mengucap 'Aamiin '.
"Kamu sekarang sudah menjadi anak menantu ku, jangan lupa akan tanggung jawab mu untuk mengantikan posisi ku menjaga Aya," ucap Angga dengan wajah haru. Rasanya ia tak rela melepaskan anak semata wayangnya begitu cepat.
"Arska janji akan selalu menjaga Aya sampai kapan pun, bertanggung jawab akan semua yang di lakukan Aya. Ayah nggak perlu khawatir," jawab Arska sambil meraih tangan Fella dan mengembangkan senyumnya.
Angga tersenyum dan kini memeluk anak menantunya itu dengan erat. Seluruh keluarga beserta sahabat-sahabat mereka pun naik keatas pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua pasangan yang baru saja SAH menjadi suami istri tersebut.
"Selamat ya sayang, kamu sudah menikah, Bunda nggak perlu khawatir lagi kali ini. Jadi istri yang solehah ya sayang, nurut sama apa yang di perintah suami," ucap Merry menasehati. Wanita separuh baya itu memeluk putrinya dan mencium kedua pipi anak gadisnya itu.
"Makasih Bunda, Bunda selalu jadi orang tua yang hebat buat Aya," balas Fella.
"Selamat ya nyet... akhirnya lo SAH juga," kata Dilan yang langsung menjabat tangan sahabatnya itu.
"Gue nggak nyangka, lo beneran ninggalin gue nikah secepat ini," cecer Aldy dengan mimik wajah mengesalkan-nya, lelaki itu tanpa bosa-basi langsung saja memeluk Arska.
Aldy langsung saja menatap ke arah Faya saat Arska berbicara sepeti itu. Namun Faya terlihat cuek kali ini, gadis itu memilih memberi selamat kepada Fella.
"Selamat ya Fel, gue nggak nyangka kalau lo udah jadi istri orang. Kalau gue mau peluk elo harus minta izin dulu sama laki lo yang ngeselin itu," ucap Faya memajukan bibirnya.
"Hahaha... bisa aja lo, makanya buru-buru nyusul biar kita samaan jadi istrinya orang," canda Fella.
Faya hanya tersenyum getir mendengar hal tersebut. Lain halnya Bella yang terlihat santai, namun tetap cool. Gadis itu terlihat lebih anggun nan cantik saat ini, membuat Brayu tak bisa mengalihkan pandangannya.
Bella mendekati Fella, setelah yang lainnya sudah selesai memberikan selamat kepada sahabatnya itu. Menempelkan pipinya ke pipi Fella sambil berucap di telinga Fella. "Selamat, ya! Aku turut bahagia untuk kalian berdua."
"Makasih ya Bel, gue seneng banget," jawab Fella dengan mata berbinar.
Bella dan Arska saling bertatap. Bella menahan tawanya. "Lo tadi kelihatan tegang banget, tahu!"
Arska menggaruk kepalanya sambil ikut tertawa.
"Selamat, ya! Buat kalian berdua langgeng sampai nenek-nenek kakek-kakek."
__ADS_1
"Thanks, ya Bel."
Mereka semua sudah memberikan selamat kepada Fella dan Arska, tanpa terkecuali Brayu yang masih sibuk menatap ke arah Bella.
"Woy.... lo nggak mau ngasih selamat ke gue?" tanya Arska menepuk pundak Brayu pelan.
Brayu pun tersentak hingga berteriak cukup kencang. "Hah.... apa? Gue cuma kagum aja ngeliat Bella dandan cantik hari ini," ucapnya dengan spontan.
Semua pengunjung di sana menatap ke arah Brayu dengan tatapan heran. Bella yang menjadi pusat perhatian Brayu pun merasa sedikit risih, gadis itu langsung menginjak kaki Brayu dengan kencangnya.
"Beneran deh lo Bray, sahabat lo baru aja selesai nikah, tapi elo nggak ngucapin selamat sama sekali," Regina mulai meningkatkan Brayu.
Lelaki itu, menjadi salah tingkah dengan tindakan konyolnya barusan. Untuk mengurangi rasa malunya ia segera memeluk Arska dan memberi selamat kepada sahabatnya itu.
"Sungguh gue ngerasa terharu ngeliat lo hari ini," ucap Brayu mendekatkan bibirnya ke telinga Arska.
"Thanks you so mach, lo banyak ngebantu di acara pernikahan gue ini," ucap Arska masih menahan tawa.
Mata Brayu beralih menatap ke Fella yang tersenyum dan masih memegang buket bunga. Ia pun berjalan selangkah ke arah Fella.
"Selamat ya Fel, akhirnya kalian berdua SAH juga."
"Makasih Bray, semoga lo cepat nyusul deh... gue doain buat lo!"
Brayu menyunggingkan bibirnya, ia melirik kearah Bella dengan penuh harapan.
Acara di lanjutkan dengan resepsi. Alunan musik menggema di lokasi pernikahan. Ada cukup banyak tamu undangan yang hadir terutama dari teman semasa mereka sekolah. Mantan ke kasih Fella pun turut hadir di acara pernikahannya. Jessy nampak melihat Andy dari kejauhan, gadis itu mulai mendekat ke arah lelaki itu.
"Kamu datang juga?" tanya Jessy saat sudah berada di hadapan Andy.
"Kenapa enggak? Dia ngabarin gue, buat dateng ke acara bahagianya, sebagai cowok gentleman gue harus terima kenyataan kalau Fella emang bukan jodoh gue."
"Aku salut sama kamu! Akhirnya kamu bisa move on juga dari Fella."
Andy tersenyum sesaat. "Terus tentang perasaan lo ke gue? Apa masih ada? Gue denger lo masih sendiri?" tanya Andy penuh dengan harapan.
Mata Jessy terbelalak, ia sangat kesal jika harus membahas masalah hubungan mereka yang terbilang tak terlalu baik itu.
"Yang lalu biarin aja berlalu Dy, aku nggak mau mengulang kesalahan yang sama, jadi orang jahat tuh nggak enak banget. Banyak musuhnya," ucap Jessy.
"Tapi gue berharap, kita bisa balik lagi kaya dulu. Gue pengen perbaiki semuanya dari nol. Fella udah ngajarin banyak hal, gue pasti bisa berubah," ucap Andy sambil meraih tangan Jessy pelan, tak ada penolakan dari gadis itu.
__ADS_1
"Jangan sekarang, aku belum siap. Aku harus menata hati dan pikiran ku dulu."
Andy mengangguk, ia paham dengan apa yang di ucapkan oleh Jessy. Sedikit menurunkan ego akan membuat hidupnya bahagia bukan? Akhirnya kedua remaja tersebut memutuskan untuk bergabung dengan yang lainnya. Ikut berfoto dengan pengantin baru yang sudah berdiri di atas pelaminan.