
Arska melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia mencoba menghubungi ponsel Fella, tapi ponselnya tidak aktif. Jalanan yang macet makin membuat hati Arska gelisah. Sesekali ia mengatur nafasnya agar tak terlalu panik. Sampai di halte dekat sekolahan Fella ia segera menepikan mobilnya, dilihat di sekelilingnya ia tak menemukan keberadaan Fella sama sekali. "Aya kamu kemana sih, apa kamu marah karena aku telat jemput nya" ucapnya sambil mengacak rambutnya. "Tenang Arska, Aya mungkin udah pulang" ucapnya mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Gue harus nyamperin Aya ke rumahnya, gue harus mastiin kalau Aya sampai rumah dengan selamat" ucap Arska yang langsung berlari masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan Arska tak konsentrasi menyetirnya, sesekali ia memukul kepalanya. "Lo bodoh banget sih ka, kenapa lo nggak langsung jemput sih tadi !!, kenapa lo malah asyik becandaan tadi" cecer Arska kesal terhadap dirinya sendiri. "Tenang Arska tahan emosi lo, Aya bukan tipe cewek yang suka ngambek nggak jelas, lo harus tenang. Pikir positif" gerutu Arska menenangkan dirinya.
Sampai di depan rumah Fella, Arska segera memarkirkan mobilnya, ia keluar dari dalam mobil dengan berlari, segera ia membuka handel pintu, ia ingin sekali melihat kekasihnya sudah berada di rumah. "Aya...." teriaknya cukup keras.
Namun tak ada respon, bi Rahmi yang mendengar teriakan Arska segera menghampiri Arska. "Den Arska nyariin non Fella?. Non Fellanya belom pulang den, bukannya biasanya bareng den Arska".
"Aya belom pulang bi?" ucap Arska setengah kaget. "Arska telat jemput tadi bi, waktu nyampai kesekolahan Aya, Aya udah nggak ada" lanjutnya.
__ADS_1
"Bener den, non Fella belom pulang, ya mungkin aja non Fella pergi kerumahnya non Bella. Coba aja den Arska telfon non Bella, siapa tau non Fella ada di sana" saran bi Rahmi.
Arska mengusap wajahnya dengan kesal, dadanya terasa sesak, sesekali ia membuang nafasnya dengan kasar. "Ya udah bi, makasih infonya ya bi, Arska pamit pulang dulu. Nanti kalau Aya udah pulang suruh Aya ngabarin Arska ya bi" ucapnya dengan wajah kusut.
"Iya den, nanti saya bilangin ke non Fella, den Arska punyanya hati-hati ya. Bibi pamit kebelakang dulu ya den" ucapnya meninggalkan ruang tamu.
Arska mengangguk pelan. Ia melangkahkan kakinya keluar dengan malasnya, firasatnya sangat buruk. Sampai di depan rumah, Arska mengingat ucapan bi Rahmi, segera ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Bella. "Assalamualaikum bel, Aya di tempat lo nggak" ucapnya to the point.
"Gue tadi telat jemput nya karena les gue molor jamnya, tapi gue tadi udah telfon Aya buat nungguin gue, dia nggak ada tanda-tanda ngambek. Tapi gue nyampai di sana Aya udah nggak ada di tempatnya".
__ADS_1
"Lo udah samperin ke rumahnya" selidik Bella.
"Ini gue masih di depan rumah Aya, kata bi Rahmi Aya belom pulang".
"Lah... terus tuh anak kemana?".
"Makanya gue nanya ke elo bel, kalau gue tau Aya dimana nggak mungkin gue telfon lo bel" cecer Arska.
"Iya juga sih... tuh anak kemana sih... bikin anak orang panik terus kerjaannya" celetuk Bella.
__ADS_1
"Ya udah... bel, kalau lo nggak tau, gue mau lanjut nyariin Aya, perasaan gue nggak enak" ucap Arska sambil mematikan ponselnya.
"Kamu kemana sih.. Aya?, kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu, aku nggak bisa maafin diri aku sendiri" ucapnya pelan seraya melangkahkan kakinya menuju ke dalam mobil.