Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Senam Jantung


__ADS_3

Dua pasangan muda yang tengah di mabuk asmara. Begitu kuat hingga nyaris tidak bisa di pisahkan. Di dukung dengan kepribadian Arska yang hangat dan Fella yang hanya menambatkan hatinya untuk Arska seorang. Mereka adalah pasangan couple yang selalu di dambakan oleh semua remaja pada umumnya.


Arska melajukan motornya di atas rata-rata, ia ingin menghabiskan masa liburan kuliahnya hanya berdua saja dengan Fella tanpa ada pengganggu.


"Yang? kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Arska sambil sedikit menoleh dengan suara yang terbawa angin.


"Hah? apa?" tanya Fella dengan sedikit berteriak, ia benar-benar tak mendengar ucapan Arska dengan jelas.


"Kamu mau jalan-jalan kemana sayang?" ucap Arska sekali lagi suaranya sedikit mengeras.


Fella hanya terdiam, tidak merespon ucapan Arska sama sekali.


"Sayang kamu dengerin aku ngomong nggak sih!" seru Arska.


Karena Fella tidak merespon ucapannya sama sekali. Arska memutuskan untuk diam dan menunggu Fella mengatakan sesuatu, mengatakan kemana tujuan ia ingin pergi sambil mengendari motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Fella semakin erat memeluk Arska dari belakang.


Dalam hati Arska mengira bahwa Fella hanya ingin sekedar jalan-jalan saja dengan terus memeluk erat tubuhnya dari belakang. Seolah terlena dengan pendapatnya sendiri, Arska terus memacu kecepatan motor sport dan menikmati pelukan hangat Fella dari belakang, hingga seulas senyuman di sudut bibirnya semakin mengembang karena tindakan Fella yang membuatnya semakin merasakan kebahagian.


Beberapa menit kemudian....


"Sayang isi bensin sebentar ya?" tanya Arska sambil memelankan laju motornya.


Fella tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya yang masih bersandar di punggung Arska.


Arska yang dapat merasakan anggunkan Fella dari belakang pun segera menghentikan laju motornya dan menepikan motornya di tepi trotoar dekat SPBU.


"Kamu seneng banget sih ay kalau suruh peluk aku. Apa saking kangennya sama aku sampai nggak rela lepasin pelukannya," ujar Arska dengan Pede, ia mencoba menggoda kekasihnya seperti biasanya.


Tak ada jawaban dari Fella, ia semakin mempererat pelukannya serasa tak ingin melepaskannya.

__ADS_1


Arska memegang tangan Fella yang tepat berada di perutnya. Namun, Arska begitu terkejut saat di dapati tangan Fella begitu dingin dan berkeringat sangat banyak. Arska memutuskan untuk melepas pelukan Fella dan menghadap kebelakang memastikan bahwa kekasihnya baik-baik saja.


"Hah? sayang? muka kamu kenapa pucat kaya gini? kamu sakit? pantesan aja dari tadi kamu diem aja nggak cerewet kaya biasanya!" raut wajah Arska terlihat sangat panik dan terus memegangi pipi Fella.


Fella hanya menatap kosong ke arah Arska. Dengan wajah yang pucat dan badan yang sedikit bergetar, Fella tak mempedulikan pertanyaan Arska. Melihat Fella yang tak berekspresi sama sekali Arska semakin panik karena takut terjadi sesuatu dengan kekasihnya itu.


Fella tahu kalau Arska sangat khawatir, tapi Fella membutuhkan waktu untuk mengumpulkan suaranya yang terasa masih menyangkut di tenggorokannya.


"Sayang, aku antar kamu ke dokter ya? aku khawatir banget kalau ngeliat kamu kaya gini nanti aku kena marah sama tante Merry dan om Angga," ucap Arska yang masih terlihat panik.


"Nggak usah!" jawab Fella secepat kilat dengan nada yang sedikit sewot. Seraya menepis tangan Arska yang masih berada di pipinya dengan sisi tenaga yang ada.


Arska tersentak melihat tindakan kekasihnya yang langsung menepis tangannya.


"Kenapa nggak mau sayang? kamu pucat banget, apa kamu belum makan tadi?" tanya Arska dengan ekspresi yang sama.


"Kamu bisa diam nggak yang!" suara Fella terdengar serak tapi penuh emosi.


Karena Arska tak mengetahui apa yang sedang Fella pikirkan ia memutuskan untuk menuruti perkataan kekasihnya saat ini.


"Kamu tuh ya, jadi tunangan durhaka banget nggak peka!" celetuk Fella yang mulai mengomel.


"Loh? aku durhakanya di bagian mana sayang? nggak pekanya dimana coba? muka aku udah khawatir setengah mati kaya gini, pengen nganterin kamu ke dokter juga, kamu tiba-tiba ngomel-ngomel nggak jelas," Arska berusaha berbicara dengan tenang.


"Kamu tau nggak? aku hampir mati ketakutan gara-gara kamu! kamu tau nggak? nyawa dan raga aku terpisah jauh gara-gara kamu!" ujar Fella semakin emosi.


Seolah tak paham dengan ucapan Fella, Arska mengerutkan keningnya hingga alisnya terpaut, berharap Fella menjelaskan kembali atas ucapannya tadi.


"Kamu bawa motor ngebut banget! udah tau bawa penumpang cewek di belakang malah keenakan bawa motornya! asal kamu tau ya! nyawa aku tuh masih ketinggalan di tempat pertama kali kamu ngegas! butuh waktu lama tau nggak buat ngejar raga aku sampai sini! aku kesel banget tau nggak Arska!" omel Fella seakan tak ada rem untuk berhenti.

__ADS_1


Alih-alih mengakui kesalahannya Arska malah tertawa tanpa dosa, seperti tidak peduli dengan apa yang di alami Fella saat ini. Fella semakin kesal dengan tindakan tunangannya itu.


"Hahaha... ya ampun sayang, padahal aku udah khawatir sampai setengah mati, ternyata kamu itu ketakutan," ledek Arska seraya memegangi perutnya.


Arska merasa lega karena kekasihnya baik-baik saja, setidaknya ia tidak mendapat predikat calon mantu yang ceroboh karena tak bisa menjaga tunangannya dengan baik.


"Kenapa? terus kamu nggak jadi panik gitu setelah tau kenyataannya, kalau aku cuma ketakutan gara-gara kamu bawa motornya kenceng banget," ketus Fella.


Arska tersenyum sinis, ia meraih kedua tangan Fella. "Maafin aku ya sayang aku nggak bermaksud buat kamu ketakutan. Kamu tau nggak kalau tunangan kamu yang ganteng ini sempet ke pe-de-an gara-gara kamu."


"Kenapa?" tanya Fella penasaran.


"Kamu di sepajang jalan terus-terusan meluk aku! aku pikir kamu benar-benar terpesona dengan tindakan aku. Makanya kamu betah banget pelukin aku sampai nggak lepas-lepas," goda Arska.


"Ih... kamu tuh ngeselin banget sih yang," ucap Fella seraya menghentak-hentakan kakinya.


"Lagian kamu sih yang, di tanya diem aja nggak ada respon sama sekali.".


"Ya kali naik motor segitu kenceng nya di suruh langsung denger, sebelum nyampe ke telinga yang ketutup helm ini udah keburu kebawa angin suara kamu," jelas Fella.


"Iya sayang maafin aku ya, sekarang kamu maunya kemana?" tanya Arska.


"Nonton film sama makan kayaknya asik yang," Fella mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya. "Tapi... kalau sampai kamu bawa motornya kaya tadi, lebih baik aku yang ambil alih bawa motornya," ancam Fella.


"Malah bahagia aku ay, kalau kamu yang bawa motornya, jadi aku kan bisa peluk balik kamu dari belakang," ledek Arska dengan genitnya.


"Ih... ngeselin kamu tuh yang, aku nggak jadi kalau gitu," Fella memasang wajah cemberutnya.


"Hehehe... enggak lagi sayang, becanda aku."

__ADS_1


"Ya udah... jangan becanda lagi, cepetan isi bensinnya aku keburu lapar," pintanya.


Arska tersenyum simpul, ia mengangguk pelan menyetujui keinginan kekasihnya itu. Arska segera naik ke atas motor dan melajukan motor sportnya masuk kedalam area SPBU untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu Arska pergi ke tempat yang di inginkan oleh Fella.


__ADS_2