Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Menjaga Hati Faya


__ADS_3

Di kedai kopi, Bella sibuk menghabiskan kopinya, Faya yang kebingungan mencoba menghentikan hal gila yang di lakukan oleh Bella, "Udah.... STOP!!!, bel, lo minum kopi udah kaya orang kesambet aja, gue itung-itung, lo udah habis 7 gelas bel minumnya," ucap Faya menasehati.


"Gue belom PUAS.... fay," ucap Bella membantah.


"Besok kita ada ulangan, lo entar malem nggak bisa tidur, kalau kebanyakan minum kopinya, besok lo bakalan tidur sepanjang pelajaran, dan entar lo kena hukuman kaya yang udah-udah," cecer Faya.


"Besok nyontek Fella aja, kaya biasanya, jadi lo santai aja fay, lagian sekarang juga udah malem. Kalau pun di hukum ya tinggal di jalanin aja, gue di hukum nggak cuma satu atau dua kali aja, tapi sering."


"Ya elah bel, jangan di bikin ribet kenapa sih, lo ada masalah apa?, sama Brayu, sampai lo harus depresi sampai kaya gini."


"Gue nggak depresi fay, gue masih kesel aja."


"Kesel kenapa?"


"Ya gue kesel, sama omongan Brayu yang nyakitin hati gue !!!" tegas Faya.


"Nyakitin gimana?"


"Dia bilang sama gue, suruh move on dari Ferdy, katanya nggak penting masalalu aja di ingat-ingat, ya gue marah lah, semudah itu dia bilang move on"


"Dia... nggak mungkin suka sama lo kan bel?" selidik Faya.


Bella terdiam sesaat, ia mencoba berfikir jernih agar, Faya tak curiga, toh kalau dia jujur, Faya pasti sangat kecewa. "Em... ya.. enggak lah, mana mungkin Brayu suka sama gue, nggak mungkin lah," ucap Bella berbohong seraya menarik sudut bibirnya, ia terpaksa harus tersenyum agar Faya tak curiga.


"Huft.... syukur deh, kalau itu masalahnya, gue takut aja kalau Brayu, suka sama lo" ucap Faya menghela nafas lega. "Untung aja pikiran gue nggak bener," lanjutnya.


Bella mengerutkan keningnya, "Pikiran?, apa maksud lo fay?"


"Ya.. gue sempet mikir Brayu nembak lo, soalnya lo marah banget."


Bella yang sedang meminum kopinya sontak tersedak setelah mendengar ucapan Faya barusan. "Uhuk....uhuk... lo kalau punya pemikiran suka ngaconya fay."


"Hehehe... pelan-pelan dong bel, sorry ya kalau gue mikirnya yang macem-macem," ucapnya seraya membantu Bella mengusap-usap punggung Bella. "Syukur deh, gue nggak di tikung sama sahabat gue sendiri," lanjutnya lagi.


Bella memandang ke arah Faya, ia tersenyum getir,


"Seandainya lo tau, yang sebenernya fay, gue nggak tau bakalan jadi apa persahabatan kita," batin Bella. "Mana mungkin gue berani nikung sahabat terbaik gue, elo sama Fella itu, sahabat yang selalu ada buat gue, gue sayang sama kalian," ucap Bella tersenyum.


"Um.... sweet... banget sih bel kata-kata elo," ucap Faya seraya memeluk erat tubuh ramping Bella.


"Ya... itu gunanya sahabat, selalu ada di saat kita sedih maupun senang," ucap Bella sambil mengusap-usap kepala Faya.


"Andai lo cowok bel, udah gue pacarin lo," ucap Faya nyengir kuda sambil melihat ke arah Bella.

__ADS_1


"Gue yang ogah, kalau lo jadi cewek gue," ucap Bella jujur.


Faya melepaskan pelukannya, ia mendorong tubuh Bella pelan, "Kok gitu sih bel, jahat amat, kan gue cantik."


"Lo cantik, tapi manja lo kebangetan, yang bikin gue nggak nyaman sama lo," tegas Bella.


Faya memanyunkan bibirnya. "Jahat banget sih lo bel, terlalu jujur tau," ucap Faya memeluk Balla kembali.


Bella pun membalas pelukan Faya. Jam menunjukan pukul 19.30 sudah amat malam bagi siswi yang masih berseragam lengkap untuk keluyuran, Faya langsung mengajak Bella untuk segera pulang, karena waktu sudah lewat isyak, dan Bella pun mengiyakan ke inginan sahabatnya itu untuk segera pulang.


...•°•©Inta Untuk Fella•°•...


Sampai di perumahan Bella segera menepikan mobilnya, dagunya menunjuk ke pagar depan agar Faya segera turun. "Elo nggak mampir dulu bel, mama kangen sama kamu tuh," ucap Faya seraya membuka pintu mobilnya.


"Entar gue ganggu lagi fay, lagian udah malam juga."


"Serius nggak mau mampir?"


Bella menggeleng pelan, ia tak mungkin menemui tante Rani dalam keadaan tampang kucel kaya gini, yang ada makin di ledek.


"Elo ati-ati pulangnya nggak usah ngebut," perintah Faya.


"Siap.." jawaban singkat dari Bella, sebelum akhirnya Faya benar-benar turun dari samping kursi kemudi dan menutup pintu mobil dengan rapat.


Bella melajukan mobilnya di bawah rata-rata karena pengelihatannya terlalu jelas jika di malam hari matanya sedikit blur, ia tak mau mengambil resiko berbahaya. Hingga suatu notifikasi pesan membuatnya memalingkan wajahnya sesaat tapi ia tetap tenang dan tak mempedulikannya. Bella selalu ingat pesan Daddy-nya untuk tidak memainkan ponsel saat sedang berkendara. Hingga suara notifikasi yang berbunyi berulang-ulang membuatnya tidak bisa Fokus dan terpaksa Bella harus menepikan mobilnya untuk melihat pesan yang di pikirnya penting.


Brayu_Dirgantara


"Bel, soal kejadian tadi siang gue minta maaf."


Brayu_Dirgantara


"Bel elo bisa kan maafin gue, please gue mohon."


Brayu_Dirgantara


"Gue bakalan ngelakuin apa aja buat elo bel."


Brayu_Dirgantara


"Bales pesan gue bel biar gue bisa bernafas lega."


Brayu_Dirgantara

__ADS_1


"Gue janji nggak bakalan jadi play boy akut lagi bel, asal elo mau jadi cewek gue."


Brayu_Dirgantara


"Bella elo udah tidur ya?"


Brayu_Dirgantara


"Ya ampun Bella gue nggak bisa tidur kalau elo nggak bales pesan gue."


Bella membaca semua pesan yang di kirimkan Baryu untuknya, sambil menghela nafas Bella berdecak kesal saat notifikasi pesan baru masuk kembali.


Brayu_Dirgantara


"Bella gue kepikiran elo terus"


Brayu_Dirgantara


"Sumpah bel, gue janji bakalan pensiun jadi play boy, elo mau maafin gue kan bel"


Buru-buru Bella mengetik sesuatu agar Brayu tak terus mengirim pesan menggelikan itu untuknya.


^^^Bella_Sandrica^^^


^^^"Mau elo jadi buaya buntung sekalian siapa yang peduli, stop ganggu gue!"^^^


^^^Bella_Sandrica^^^


^^^"Kalau elo masih berani kirim pesan ke gue lagi, gue pastiin besok muka elo bonyok."^^^


Bella terus memandangi ponselnya, Brayu sudah membaca pesannya namun tak juga berani membalas pesan Bella.


"Syukur deh kalau tau diri," ucapnya sambil meletakan kembali ponselnya.


Dugaan Bella salah justru Brayu membalas kembali pesan dari Bella, yang cukup mengejutkan dan menggelikan adalah kata-kata terakhir yang di kirim oleh Brayu.


Brayu_Dirgantara


"Nggak papa bel aku tetap rela bonyok."


Brayu_Dirgantara


"Demi orang yang aku sayang."

__ADS_1


Bella membulatkan matanya. "Ini orang bener-bener gila apa gimana sih, merinding gue sama ucapannya. Ancaman gue nggak mempan sama sekali," ucap Bella seraya mematikan ponselnya dan melemparnya secara sembarang, ia tak mau konsentrasinya buyar jika sedang menyetir.


__ADS_2