Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Ketika Kesalahpahaman Kembali Hadir


__ADS_3

Salsa terus mengekor di belakang Fella, ia tak mempedulikan pandangan orang-orang yang terus melihat dan mencibirnya.


"Kak Fella..." katanya seraya menarik tangan Fella dengan pelan.


"Hem...." balas Fella dengan muka masamnya, ia berbalik agar dapat melihat Salsa dengan jelas.


"Yah.... kak Fella maafin aku dong, kemarin aku bener-benar nggak liat kok. Beneran deh... sumpah." ujar Salsa dengan tangan membentuk huruf V.


"Kamu itu bahas apa sih sal?"


"Soal yang itu kak....." Salsa tak melanjutkan ucapannya.


"Soal apa?" tampang Fella masih saja datar.


"E-em... nggak jadi deh... kak Alhamdulillah kalau kak Fella nggak ingat." celotehnya seraya melepaskan tangan Fella dan berlalu lalang dengan langkah pelan serta wajahnya terlihat senang.


"Jangan pikir gue lupa! kalau elo itu mulutnya ember." jelas Fella kembali melangkahkan kakinya.


Salsa menghentikan langkahnya, ia mengerucut mendengar ucapan itu di tunjukan untuk dirinya, sambil mencibir. "Katanya nggak ingat, giliran sini udah bahagia malah di jatuhin seenaknya sendiri." kata Salsa dengan dirinya sendiri.


"Kak Fella tungguin." teriak Salsa yang kini berlari mengejar Fella.


Sampai di koridor kelas X IPA 1, Fella menghentikan langkahnya. "Buruan masuk gih... keburu bel." kata Fella yang akan melanjutkan langkahnya kembali.


"Tapi kakak udah maafin aku kan soal yang kemarin." rengek Salas dengan bibir yang sengaja di kerucutkan.


"Hem...."


"Ham... hem... terus sih kak, puasa ngomong apa gimana sih?" Salsa menggoyang-goyangkan tangan Fella pelan.


"Gue mau ke kelas sal!" seru Fella dengan muka kusutnya.

__ADS_1


Dari arah berlawanan anak XII IPS 3 muncul, mereka tersenyum sinis seraya bersedekap dada. "Wih.... main drama kakak adik ini!" celoteh salah satu cewek yang tak lain adalah Jessy Cs.


"Tau... ini jes, suka banget nyari pusat perhatian cowok-cowok, kaya cewek kurang belaian aja." lanjut Salsa.


Salsa yang mendengar sindiran itu di tunjukan untuk Fella segera mendorong tubuh Jessy.


"Woy... santai dong! elo siapanya Fella sampai elo rela belain dia!" ketus Jessy.


"Kakak itu buta apa gimana sih? aku itu jelas adiknya kak Fella!" seru Salsa dengan bersedekap dada, ia sama sekali tak merasa takut dengan Jessy Cs.


"Udah sal, nggak usah di ladenin, buang-buang waktu." ucap Fella segera meraih tangan Salsa agar menjauh dari Jessy.


"Sal? Salsa." ucap Indri saat mengetahui namanya sama dengan Salsa sahabatnya.


"Iya... nama aku Salsa kak, emangnya kenapa? kakak heran? Salsa Arisa Putri!" jawab Salsa dengan sedikit angkuh.


Jessy menahan tawanya sesaat sebelum akhirnya ia mengeluarkan unek-uneknya. "Hahaha.... nama elo sama itu sal, pengen ngakak gue." kata Jessy sebelum akhirnya memutuskan untuk tertawa tanpa dosa.


Salsa hanya mengerucut bibirnya, ia sangat kesal kenapa bisa namanya sama dengan orang yang sangat menjengkelkan ini. Padahal jika di lihat dari postur tubuh dan wajahnya Salsa menang banyak darinya.


Jessy dan Indri masih saja tertawa tak mempedulikan celotehan dari Salsa.


"Biarpun nama sama, yang pentin hati dan muka masih cantikan aku!" seru Salsa masih dengan gaya yang sama.


"Udah sal, nggak usah di ladenin, buruan masuk gih." kata Fella mengingatkan.


"Kesel aja kak, kenapa namanya bisa samaan! untung aja aku baik nggak jahat kaya dia." ujar Salsa menghentak-hentakan kakinya.


"Gue juga nggak mau samaan sama elo! dan siapa yang elo sebut dengan kata jahat tadi!" seru Salsa juga ikutan kesal.


"Ya kakak lah... masak aku? kakak kan sering nindas kak Fella. Jadi kakak itu nggak lebih baik." jelas Salsa bersedekap dada seraya menaikan satu bibir atasnya.

__ADS_1


Salsa mengepalkan tangannya ingin rasanya ia memakan adik kelas itu saat ini juga. Tapi ia juga tak mau kena masalah dan ikut terseret ke ruang BK.


Fella berdecak kesal melihat Jessy dan kedua sahabatnya sangat mengganggu dan menghalangi jalannya. "Kalian bisa minggir nggak?" tanya Fella dengan wajah yang masih sama.


Jessy yang mendengar ucapan Fella segera menghentikan tawanya, ia lupa kalau tujuan utamanya untuk melabrak Fella. "Est.... tujuan gue ke sini itu buat ngelabrak elo." jelas Jessy sambil menunjuk Fella.


"Gue nggak ada urusan sama elo!" balas Fella.


"Tapi gue ada urusan sama elo!" seru Jessy seraya mengambil ponsel di saku bajunya, ia memperlihatkan foto Fella sedang bersama Andy tempo hari. "Ini bukannya elo?"


Lagi dan lagi Fella berdecak kesal tapi kali ini rahangnya sedikit mengeras karena menahan emosi. "Terus kalau itu emang gue kenapa?"


Jessy mengernyitkan keningnya. Akhirnya satu umpan ter pancing, pikirnya. "Elo bukanya udah ada cowok? kenapa elo masih suka ganggu hubungan orang lain sih! gue sama Andy tuh hampir putus gara-gara elo." suara Jessy sengaja mengeras agar semua bisa mendengarkan.


Fella menghela nafas sebelum akhirnya ia membuka suaranya kembali. "Gue nggak ganggu siapa pun!" jelasnya.


"Tapi ini apa?" Jessy kembali menunjukan fotonya. "Lagian cowok elo waktu itu juga ada di sana? apa kalian lagi berantem, makannya elo pengen balikan lagi sama Andy! atau jangan-jangan emang elo kurang belaian!" seru Jessy.


"Hem...punya mulut di jaga sedikit kenapa sih kakak udah kaya kaleng rombengan! aku ingetin ya kak Fella itu cuma sayangnya sama kakak aku!" sahut Salsa, ia mulai jengkel dengan tindakan Jessy.


"Hey... anak baru... harusnya elo belain gue, bukan belain dia! jelas-jelas dia udah selingkuh dari kakak elo, masih aja elo belain dia." jelas Jessy dengan senyum sedikit menyungging dengan tangan yang masih menunjuk-nujuk ke arahnya dan Fella.


"Hay... kakak kelas yang suka ngebully orang! tangannya bisa nggak sih kalau nggak nunjuk-nujuk gitu udah kaya nenek aja kalau lagi marah-marah." kata Salsa mengejek.


Jessy mengepalkan tangannya ia siap memukul Salsa karena terus mengejeknya. Fella yang melihat tingkah Jessy kembali membuka suaranya.


"Elo nggak mungkin mau pukul murid baru kan jes?" tanya Fella sedikit menarik pergelangan tangan Salsa. "Sorry... kalau elo mau bahas masalah foto itu gue nggak minat! gue juga nggak tertarik sama Andy. Elo cuma salah paham aja!" seru Fella seraya melangkahkan kakinya melewati Jessy. Fella benar-benar tak peduli dengan cibiran yang terlontar dari mulut ke tiga gadis tersebut.


"Fella....." teriak Jessy menghentakkan kakinya.


Fella tetap tak mempedulikan teriak Jessy, ia semakin melebarkan langkahnya agar menjauh dari Jessy Cs.

__ADS_1


"Cie.... di cuekin sama kakak aku, kasihan banget sih." ledek Salsa yang langsung melangkahkan kakinya ke dalam kelas.


Jessy makin kesal karena tak ada yang merespon, ia menggigit bibir bawahnya sambil menghentak-hentakan kakinya.


__ADS_2