Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Hujan Tanpa Petir itu Menyenangkan


__ADS_3

Sore hari saat Faya sudah membaik dan ikut berkumpul dengan teman-temannya justru di sambut oleh Fella yang sangat kegirangan, ia tersenyum setiap saat melihat gerimis yang jatuh membasahi teras depan Villa.


"Bahagia banget sih fel" celoteh Faya dengan wajah yang masih pucat.


"Bahagia karena nggak ada petir fay, jadi gue bisa liat hujan tanpa perlu ketakutan lagi" jelasnya.


"Awas.... jangan sampai hujan-hujan-an entar elo sakit kaya gue" ucap Faya mencoba mengingatkan.


"Nggak papa.... kalau pun gue sakit kan udah ada Arska yang siap jagain gue" jelasnya dengan wajah sumringahnya.


"Jangan pada sakit lagi dong, gue nggak mau ngeliat kalian pada sakit lagi, nggak asyik tau.... kita disini buat liburan bukan buat lomba sakit" seru Regina.


"Hehehe... iya.. iya gin gue nggak bakalan sakit lagi" balas Fella.


"Insyallah gin, nggak bisa janji soalnya badan gue masih sakit" keluh Faya.


"Liburan tinggal dua hari lagi.... gue pengen kita seneng-seneng bareng, jaga imun elo ya fay nggak asyik kalau elo sakit. Gue pengen mencerahkan otak gue sebelum ujian" pinta Regina.


"Iya... iya gue usahain gin".


"Ya harus dong fay udah di jagain Aldy seharian masak nggak ada perkembangan sembuh. Bibirnya aja sama-sama luka kan sweet" celoteh Regina dengan tawanya yang sumringah.


"Nggak ada sweet, sweet nya gin, orang luka di kata-in sweet" balasnya dengan wajah masamnya, Faya langsung memegangi sudut bibirnya.


Regina celingukan mencari sosok Aldy yang tak kunjung menampakan dirinya di hadapannya, beberapa detik kemudian Regina baru menemukan sosok tersebut tengah melamun melihat ke arah Faya. "Sini napa dy, dari pada di dalem ngeliatin Faya terus mending elo temenin dia duduk disini" teriak Regina.


"Cie... ada bau-bau yang mau jadian ni, kayaknya" ucap Fella menyindir Faya.


"Nggak ada yang jadian dan nggak akan pernah jadian" jelas Faya yang engan menatap ke arah Aldy.


"Kok gitu sih fay?" protes Regina.


"Ya karena kita cuma sebatas kakak adik".


"Ow gitu... gue pikir kalian..."


Belum sempat melanjutkan ucapannya Bella terlebih dahulu memotongnya. "Berarti elo mau balikan sama Kevin?".


Faya hanya terdiam sesaat, ia tidak langsung menjawab pertanyaan dari Bella. "Nggak tau bel, mungkin aja".


"Jangan gara-gara MIE AYAM lagi ya fay" sindir Bella.


Faya tersenyum sinis. "Jangan di ingetin lagi bel, gue malu".


"Pakai malu segala sih fay. Ow iya tadi Kevin we-chat gue nanyain keadaan elo, dia kayaknya panik deh... dia bilang telfon elo tapi nomor lo nggak aktif".


"Nanti biar gue telfon balik" jawab Faya dengan lesunya.

__ADS_1


Aldy tiba-tiba melempar sesuatu ke arah pintu hingga membuat siapa pun yang ada di dekat pintu terkejut.


"Si Aldy kenapa sih? tuh anak sensi banget nggak kaya biasanya" seru Regina.


"Tau tuh... orang ngagetin aja, untungnya gue nggak punya penyakit jantung" balas Bella sambil mengelus-elus dadanya.


"Mungkin aja efek begadang semalam-nan jadinya kaya gitu" ucap Fella.


Faya hanya menghela nafas seraya memijat bagian pelipisnya, ia benar-benar malas jika mengingat kejadian tadi malam .


"Gue balik ke kamar dulu ya" ucap Faya seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam.


"Oke.... selamat istirahat Faya, cepat sembuh" ucap mereka bertiga serempak.


"Kalian ngerasa aneh nggak?" tanya Bella.


"Apanya yang aneh?" balas Fella dan Regina kompak.


"Sikap Faya sama Aldy" jelasnya.


"Iya sih... Aldy biasanya cerewet sekarang jadi pendiem dan suka marah-marah nggak jelas. Kalau Faya kan emang lagi sakit jadi wajar aja kalau dia cuma diem" ucap Fella memegangi dagunya.


"Ada hal lain lagi yang lebih aneh, bibir mereka kok kompak gitu ya. Apa jangan-jangan Aldy terlalu agresif nyium Faya-nya" celoteh Regina mengira-ira.


Fella dan Bella kompak membelalakkan mata meraka. "Hus.... mikirnya kejauhan" ucap mereka kompak.


"Kalau emang benar gitu, merinding gue dengernya gin" celoteh Fella yang langsung menutup wajahnya.


"Eh.... nggak boleh pada ngomong ngawur kita nggak tau kan hal yang sebenarnya" cetus Bella yang tak mau berprasangka buruk.


"Iya...iya bel, kita diem ni" ucap Fella dan Regina yang merapatkan bibirnya.


Faya menaiki anak tangga dengan susah payah, ia ingin cepat-cepat sampai di kamar untuk segera istirahat, tetapi tenaganya terlalu lemah untuk melangkahkan kakinya lebih jauh lagi. Di depan kamar sudah ada Aldy yang menunggu ke datangan. Faya mematung sesaat saat mengetahui orang yang ingin ia hindari justru berdiri tepat di hadapannya. "Kak Aldy ngapain disini? aku nggak mau ribut-ribut untuk saat ini".


"Fay ... aku mau minta maaf buat kejadian semalam. Aku khilaf" jelasnya seraya meraih kedua tangan Faya.


"Kakak nggak usah ngingetin kejadian semalam, anggap aja semalam nggak terjadi apa-apa!!".


"Meskipun... ciuman pertama kamu aku yang ambil secara paksa? kamu nggak peduli?".


"Buat apa di sesali kalau semua itu udah terlanjur, toh kakak nggak ada perasaan apa-apa kan ke aku !".


"Fay...aku..".


"Kakak nggak perlu jelasin apa-apa ke aku, aku mau istirahat tolong kakak turun sekarang. Nggak enak kalau yang lain tau apa lagi sampai denger obrolan kita".


Aldy tanpa melepas pandangannya ia terus saja menatap mimik wajah Faya yang terlihat lemas, kini ia mengalihkan tangannya ke sudut bibir Faya. "Ini sakit fay?".

__ADS_1


"Kakak nggak perlu repot-repot ngasih perhatian ke aku. Lagian rasa sakit ini nggak sebanding sama rasa malu aku waktu bilang suka sama kakak" Faya menggigit bibir bawahnya lagi.


"Faya... jangan di gigit lagi, luka yang ini belom sembuh" ucap Aldy yang menguap-usap sudut bibir Faya dengan lembut.


"Udah aku bilang jangan ngasih perhatian lebih ke aku kak, aku nggak suka" tegasnya. "Dan satu hal lagi makasih buat ke ikhlas-an kakak yang udah mau jagain aku tadi pagi" ucap Faya seraya menepis tangan Aldy dari bibirnya.


"Aku tau kamu masih marah fay, aku minta maaf, aku pengen kita kaya dulu lagi" pintanya.


"Kakak jangan jadi orang bodoh yang ngemis pengen di maafin sama aku, cukup aku aja yang jadi orang bodoh itu. Aku udah maafin kakak jadi tolong kakak sekarang turun aku mau istirahat" perintah Faya dengan menunjuk lantai bawah. Ia tak lagi memperdulikan Aldy yang mematung karena ucapannya, dengan cepat Faya masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


Lain halnya di teras depan Fella malah asyik hujan-hujan. Tanpa mempedulikan bajunya yang sudah basah. Bella segera berlari ke dalam Villa untuk memberitahu Arska. "Arska cewek elo susah di bilangin tuh, duah gue cegah sama Regina masih aja nekat hujan-hujanan".


Arska yang menoleh ke arah Bella segera berlari keluar untuk melihat Fella. Sampai di teras depan Arska hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekasihnya yang sudah basah kuyup karena terguyur hujan. "Sayang kamu ngapain hujan-hujanan?" teriak Arska cukup keras.


Fella hanya menoleh ke arah Arska tanpa membalas ucapan kekasihnya itu, suara hujan membuat pendengaran Fella menjadi tidak begitu jelas. Tak ada tanggapan dari Fella Arska langsung saja menghampiri ke arah Fella tanpa mengunakan payung.


"Kamu ngapain hujan-hujanan? nggak takut sakit" ucapnya dengan nada keras.


"Aku nggak takut sakit kalau ada kamu yang jagain aku" balas Fella dengan nada yang tak kalah keras.


"Bukannya kamu takut hujan?".


"Siapa yang bilang aku takut hujan? aku takut petir nya bukan hujannya. Hujan tanpa petir itu menyenangkan dari dulu aku pengen hujan-hujanan" teriak Fella dengan girangnya.


Arska menarik pergelangan tangan Fella, ia memeluk erat tubuh ramping kekasihnya itu, sesekali ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Fella, satu kecupan mendarat di keningnya menambah rasa bahagianya yang luar biasa untuk Fella.


"I LOVE YOU FELLA ANANSTASYA CANTIKA AKU SAYANG KAMU" teriak Arska.


"I LOVE YOU TOO ARSKA AREGAN AKU JUGA SAYANG KAMU" teriaknya tak kalah kencang dari Arska.


Regina dan Bella yang menjadi penonton di buat geleng-geleng kepala oleh sepasang remaja yang ada di depan mereka. "Live streaming Drakor ini bel" celoteh Regina.


"Hollywood gin" ucap Bella yang beda pendapat dengan Regina.


"Woy.....udahan dong hujan-hujannya jangan pada tebar keromantisan di depan umum" teriak Regina.


Arska dan Fella tak menghiraukan ucapan Regina mereka makin asyik dengan dunia mereka sendiri.


"Aduh... yang jomblo ngenes banget ngeliat beginian" sindir Regina sambil melirik ke arah Bella.


"Jangan rese deh gin" ucapnya seraya melempar majalah yang ada di samping mejanya.


"Hahaha.... khilaf bel".


"Tau ah... elo sama aja nyebelin nya, mending gue nyusul Faya ke kamar" celoteh Bella yanv langsung hengkang dari duduknya.


Arska dan Fella semakin asyik dengan guyuran hujan yang semakin lebat.

__ADS_1


__ADS_2