
Di kelas Fella banyak melamun, ia masih saja memikirkan kejadian yang dia alami kemarin. Faya yang duduk di sebelahnya nampak khawatir dengan sikap aneh sahabatnya itu. "Fel... lo kenapa sih... dari tadi gue perhatiin lo banyak ngelamunya, lo nggak fokus sama pelajaran?".
Fella melirik sekilas ke arah Faya, wajahnya terlihat pucat. Faya segera memegangi pipi Fella. "Lo sakit fel?, muka lo pucat banget" tanya Faya yang mulai panik.
"Gue nggak sakit kok fay, hati gue yang sakit ngeliat cowok yang gue sayang ternyata udah punya cewek baru" ucap Fella lirih.
Bella yang mendengar hal tersebut segera membanting buku yang ada di depannya, Faya yang kaget segera menoleh. "Gila lo bel, gue kaget tau, kalau gue jantungan gimana?".
"Tapi lo nggak jantungan kan?".
"Sialan lo" ucap Faya bete.
Bella menggeser kursinya agar bersampingan dengan Fella. "Arska beneran punya cewek lagi fel?" selidiknya.
Fella mengangguk pelan. "Ceweknya bilang gitu. Arska nggak ngelak dia cuma diem aja".
"Apa perlu gue samperin ke sekolahannya. Gue benci sama cowok kaya gitu" ucap Bella yang mulai emosi.
Fella tersenyum kaku. "Nggak perlu kok bel, gue cukup tau aja, kalau Arska sama aja kaya cowok yang selama ini nyakitin gue" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Faya dan Bella yang memahami isi hati Fella saat ini segera merangkulnya. "Lo masih punya kita yang peduli sama lo fel, kita bakalan selalu ada buat lo" ucap mereka kompak.
"Thanks ya fay, bel, gue bener-bener beruntung banget punya sahabat kaya kalian" ucap Fella yang membalas pelukan kedua sahabatnya.
Mereka bertiga saling berpelukan hingga suara perut Faya berbunyi Krukkk.... sesaat Fella dan Bella mengendurkan pelukannya. "Perut siapa sih...yang cacingnya udah konser jam segini" keluh Fella dan Bella kompak.
__ADS_1
Faya nyengir kuda, ia menggigit bibir bawahnya. "Ke kantin yuk.... gue udah laper banget ni" ucap Faya mengelus-elus perutnya.
Fella segera melepaskan pelukannya. "Ayo... kita makan... takut ada yang mati kelaparan gara-gara gue galau".
Faya dan Bella tertawa sesaat, sebelum akhirnya menarik tangan Fella agar beranjak dari kursinya.
...•°©inta Untuk Fella°•...
Sampai di kanti Fella segera memesan semangkuk bakso super pedas, ia ingin melampiaskan kekesalannya dengan memakan makanan pedas saat ini.
Faya dan Bella yang melihat mangkuk Fella segera menelan saliva nya. "Jangan banyak-banyak makan cabainya fel, ingat perut lo nggak bisa makan yang pedes-pedes" kata Bella mencoba menasehati.
"Jangan gara-gara Arska lo jadi murka fel, ingat kondisi perut lo, jangan nurutin ego terus" lanjut Faya.
"Biarin.... gue bete sama sikap Arska ke gue, gue pengen makan yang pedes-pedes biar seimbang dengan hati gue saat ini" celotehnya yang masih memakan makanan yang ada di depannya.
Jessy tak sengaja mendengar ucapan Bella yang mencoba menasehati Fella, dengan segera ia membuka suara. "Wow....ada yang di campakin lagi ni sama cowoknya, kasihan amat sih... nasibnya" sindirnya nyaring di telinga Fella dan kedua sahabatnya.
"Ya ampun... kasihan banget sih... cantik-cantik tapi sering banget di tinggal sama cowoknya" sindir teman semeja Jessy.
"Hahaha...mungkin aja dia ngebosenin jadi di tinggal sama cowoknya lagi" ucap Jessy yang sengaja mengeraskan suaranya.
Fella segera meletakan sendok dan garpu nya. Ia sudah tak ***** makan lagi. Bella memutar bola matanya, sebenarnya ia sangat malas meladeni ucapan Jessy. Tapi ia juga tak mau jika sahabatnya menjadi korban nyinyiran mulut racunnya Jessy. "Mulut lo bisa diem nggak" bentak Bella yang langsung memutar badannya.
"Ow..... lupa kalau ada pengawalnya" ucap Jessy mengejek.
__ADS_1
Bella menaikan satu alisnya. Segera ia menendang kursi yang di tempati oleh Jessy.
"Apa-apa sih lo, bisa nggak sih... jadi cewek feminim dikit, nggak apa-apa langsung tendang" bentak Jessy yang langsung berdiri.
"Percuma feminim kalau mulutnya racun kaya lo" tukasnya.
"Lo bilang mulut gue racun" ucap Jessy melotot.
"Ya... mulut lo racun. Kenapa?.... nggak terima".
"Perasaan gue nggak pernah punya masalah sama lo, tapi lo selalu bikin masalah ke gue" sentak nya.
"Mulut lo yang bermasalah, mungkin otak lo juga ikutan bermasalah, makanya gue coba bantuin, biar otak dan mulut lo bisa normal lagi, ya itu pun kalau lo masih punya otak sih..." ejak Bella.
Fella yang tak tahan mendengar perdebatan di depannya segera mengebrak meja cukup keras. Jessy dan Bella segera melihat ke sumber suara karena kaget. "Mau gue punya masalah sama cowok gue itu bukan urusan lo, lagian lo kenapa sih... ikut campur urusan orang lain terus, daripada lo ngurusin hubungan orang lain, mending lo urusin hubungan lo sama Andy!!".
Jessy mengepalkan tangannya ia kesal mendengar perkataan Fella yang mengungkit hubungannya dengan Andy. "Karena gue suka ngeliat lo susah" cetusnya.
"Berarti hidup lo emang suka ngurusin masalah orang lain. Kurang kerjaan banget" ucap Fella yang mulai muak dengan sikap Jessy.
Jessy terdiam sesaat, ia benar-benar di buat malu dengan ucapan Fella. Fella yang melihat perubahan sikap Jessy segera tersenyum sinis sebelum akhirnya meninggalkan kantin. "Tukang ngurusin hidup orang lain, kurang kerjaan" sindir Faya yang langsung mengikuti Fella dari belakang. Bella tersenyum sinis "Hem... puas gue ngeliat lo di permaluin kaya gini" cetus Bella yang langsung menabrak lengan Jessy cukup keras. "Ow.... sorry.... gue sengaja !!!" lanjutnya yang langsung mengikuti Fella hengkang dari kantin.
Jessy segera menutup wajahnya dengan telapak tangannya, ia benar-benar di permalukan di depan umum.
Faya menarik tangan Fella cukup kuat. "Are you oke fel?" tanya Faya sambil menatap nanar mata Fella yang memerah.
__ADS_1
"Gue baik-baik aja kok fay, udah biasa kaya gini" jawabnya dengan suara serak.
"Lo kuat kok fel, gue yakin" ucap Faya yang langsung memeluk Fella.