Duren Mateng

Duren Mateng
Bab 227. Melepaskan Sulit Bertahan Sakit


__ADS_3

Alvaro berada di atas ranjang bersama sang istri. Pria itu bersandar di headboard sembari merangkul sang istri. Ia menceritakan kegundahan hatinya, rasa bersalah atas kejadian yang ia alami tadi siang.


"Jadi, bagaimana dengan mereka? Pasti mereka sangat canggung karena papa mempertemukan kedua pasangan yang nyatanya sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi," ucap Rania.


Kali ini mereka saling menyapa dengan sebutan mama dan papa. Hal itu ia lakukan untuk mengajari buah hatinya nanti, dan mencoba terbiasa dengan panggilan tersebut.


"Entahlah, papa juga tidak tahu, Ma. Papa merasa telah bersalah karena mengirim Shinta ke kantor pusat. Selama ini, sejak Shinta dipindahkan, Juni selalu saja murung. Namun, papa tidak menyangka jika keduanya sampai berpisah seperti itu," ujar Alvaro memijat keningnya.


"Coba papa tarik Shinta untuk bekerja di kantor pusat lagi. Siapa tahu cinta mereka akan bersemi lagi," tutur Rania mencoba memberikan solusi pada sang suami agar mengurangi rasa bersalahnya.


"Percuma, Ma. Sekarang mereka sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Nanti yang ada malah tambah canggung dan mengganggu pekerjaan masing-masing," ujar Alvaro yang kurang setuju dengan pendapat istrinya.


"Duh, bagaimana ya? Rumit juga masalahnya kalau seperti itu," gumam Rania.


Ia memandang suaminya, Rania mencoba menenangkan Alvaro, agar pria tersebut tidak terlalu stres dengan urusan asmara asistennya itu.


"Pa, sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan. Mungkin mereka putus karena memang belum berjodoh. Nanti, jika mereka memang berjodoh, pasti mereka akan dipersatukan kembali. Ini bukan sepenuhnya salah papa, hanya saja cinta mereka tengah mengalami ujian yang berat, dan mereka lah yang memilih untuk menyerah," papar Rania seraya menggenggam tangan Alvaro.

__ADS_1


"Sekarang lebih baik papa tidur, tenangkan pikiran papa. Mama juga tidak mau papa sakit hanya karena memikirkan tentang asmara orang lain. Tenang saja, Pa. Juni sudah berpengalaman dalam hal ini, pasti semua keputusan yang ia buat sudah dipikirkan secara matang," lanjut Rania.


Alvaro menganggukkan kepalanya. Ia mencium kening istrinya dengan lembut dan mengulas senyum.


"Terima kasih, Istriku. Penjelasan dari kamu, sedikit menenangkan aku," ucap Alvaro.


"Iya, Suamiku. Sekarang kita tidur ya, aku sudah mengantuk nih," ujar Alvira menguap.


Alvaro menganggukkan kepalanya. Keduanya pun mulai mengatur posisi mereka dan tidur sembari memeluk satu sama lain.


....


Juni kembali memejamkan matanya. Ia tetap tak bisa tidur dan merasa gelisah. Juni pun memutuskan untuk keluar dari apartemennya, berjalan-jalan ke luar untuk mencari udara segar.


Tak jauh dari apartemennya, ada sebuah minimarket. Juni berjalan menuju minimarket tersebut, membeli sebungkus rokok untuk menenangkan pikirannya dengan benda bernikotin itu.


Juni menghidupkan pemantiknya, ia menghisap rokok tersebut hingga mengeluarkan kepulan asap dari dalam mulutnya.

__ADS_1


Pria itu sempat terbatuk-batuk. Jujur saja, ini adalah pertama kalinya ia kembali menghisap benda tersebut setelah kepergian Sela, yang tak lain adalah mantan istrinya.


Juni kembali menghisap benda itu hingga batang rokok tersebut menyisakan sekitar 3 cm lagi. Pria itu menginjak puntung rokok tersebut untuk mematikan apinya.


Setelah sekitar 30 menit berada di depan minimarket tersebut, pria itu memutuskan untuk kembali ke apartemen.


Saat jaraknya dengan gedung apartemen sudah dekat, dari kejauhan Juni melihat sebuah mobil yang baru saja berhenti di depan apartemen tersebut.


Juni memicingkan matanya, ia melihat sosok wanita yang baru saja putus dengannya, tiba-tiba diantar dengan pria lain.


"Shinta," gumam Juni pelan.


Melihat pemandangan tersebut, membuat hati Juni terasa sangat sakit. Matanya memerah, tangannya pun mengepal dengan kuat. Pemandangan menyakitkan itu, ia saksikan langsung di depan matanya sendiri.


"Secepat itukah?" gumam Juni dengan nada yang bergetar.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya berupa like dan komentar ya gengs. Biar aku makin semangat updatenya ❤️


__ADS_2