
Melihat pemandangan itu, jujur saja membuat hati Juni sakit. Namun, ia sudah tak berhak atas Shinta. Mereka tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.
Juni pun memasang wajah biasa-biasa saja. Berjalan menuju ke arah Shinta dan juga pria yang saat ini bersamanya. Bukan karena ingin mendekati keduanya, melainkan ia hendak kembali ke apartemennya untuk beristirahat.
Shinta melemparkan pandangannya ke arah Juni. Gadis itu hanya tertunduk, entah ia harus menyapa, atau membiarkannya begitu saja.
Namun, tak disangka, Juni tersenyum ke arahnya, membuat Shinta merasa sedikit lega akan hal itu. Meskipun tidak berkata apa-apa, Shinta cukup senang melihat segaris senyum yang terbit di wajah tampan milik mantan kekasihnya itu.
"Kalau begitu aku permisi dulu," ucap pria tersebut kepada Shinta.
"Ah, iya. Terima kasih atas tumpangannya." Shinta tersenyum.
"Iya, sama-sama."
Pria itu pun kembali melajukan mobilnya. Shinta langsung bergegas mengejar Juni yang jaraknya tak jauh darinya. Gadis tersebut melihat Juni masuk ke dalam lift, Shinta berlari, ikut masuk ke dalam ruangan sempit tersebut.
Shinta menyelipkan rambutnya, meskipun canggung, Shinta ingin menyampaikan sesuatu pada Juni.
"Yang tadi ... dia hanya mengantarkan aku karena di sana turun hujan," ujar Shinta mencoba memberikan penjelasan pada Juni.
Juni memasukkan tangannya sebelah ke dalam sakunya. Pria itu tersenyum sejenak mendengar penjelasan dari Shinta.
"Tidak perlu mengatakannya padaku. Lagi pula, aku tidak berhak mendengarkan penjelasan seperti itu darimu," ucap Juni.
__ADS_1
Ekspresi Shinta berubah menjadi murung. Entah mengapa sedari siang tadi ucapan Juni selalu menyakitkan. Namun, Shinta juga tak mau membalas Juni dengan ucapan yang dilontarkan oleh pria itu.
Tringg ....
Pintu lift terbuka, Juni mencoba berbicara menghadap ke arah Shinta.
"Shin, jika ingin dekat dengan pria lain, silakan. Aku tidak akan melarangnya. Aku hanya ingin satu hal. Meskipun kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, mari tetap tersenyum dan menyapa saat berpapasan," ujar Juni yang terdengar begitu tulus.
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, pria itu melangkahkan kakinya lebih dulu keluar dari lift itu.
Sementara Shinta, ia menghela napasnya panjang. Tangannya mengepal dengan erat. Beberapa saat kemudian, ia pun keluar dan berucap dengan suara yang cukup keras.
"Iya, kamu memang benar. Kita sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi. Jika suatu saat nanti kita berpapasan, mari tetap saling menyapa seperti apa yang kamu ucapkan tadi," ujar Shinta.
Juni masih terdiam di tempatnya sembari memikirkan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Shinta. "Suatu saat nanti?" gumam Juni yang masih terlihat bingung.
...****************...
Pagi ini, terdengar suara berisik dari kedua bayi kembar Alvaro. Hal itu membuat Alvaro merasa senang. Dengan hadirnya si kecil, membuat suasana rumah menjadi lebih ramai.
Alvaro memanfaatkan hari minggunya dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Membantu pekerjaan sang istri mengurus sang buah hati.
Tak lama kemudian, terlihat Bima yang baru saja masuk ke dalam kamar. Pria berambut ikal tersebut sudah wangi dengan aroma bedak bayi usapkan oleh Rania ke wajahnya.
__ADS_1
"Papa, Bima sudah selesai mandi," ujarnya sedikit berteriak.
"Wah, anak papa sudah ganteng. Mana mama?" tanya Alvaro.
"Mama tadi ke dapur, hendak menyiapkan sarapan. Papa ... sini Bima bantu mengasuh adik," ucap Bima yang duduk di sebelah Dilan.
"Adik Dilan, besar nanti pasti tampan seperti Abang. Nanti kita main bersama dengan adik Abian," celoteh Bima.
"Kalian cuma bertiga saja?" tanya Alvaro.
"Bagaimana dengan Delani? Apakah dia akan ditinggal sendirian nantinya?" lanjut pria itu.
"Delani kan perempuan, Pa. Apakah dia suka main robot-robotan?" Bima balik bertanya.
"Nanti kalian bertiga main robot-robotan, biarkan Delani bermain boneka Barbie," jawab Alvaro.
"Wah, sepertinya asik ya Pa. Boneka barbie bergabung dengan tim robot-robotan," celetuk Bima.
Alvaro menggaruk kepalanya, kini dia lah yang kebingungan. "Iya juga ya. Sepertinya nanti si Barbie akan berkolaborasi dengan Optimus Prime," gumam Alvaro.
Bersambung ...
Seperti biasa ya, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 😘
__ADS_1