Duren Mateng

Duren Mateng
Bab 230. Benar-Benar Berakhir


__ADS_3

"Penyewa apartemen ini akan pindah hari ini, Pak."


Deggg ....


Mendengar hal tersebut, Juni cukup terkejut. Ia menengang, dan mematung di tempatnya.


"Dimana Shinta? Wanita penyewa itu?" tanya Juni.


"Nona Shinta berada di bawah, Pak."


Tak membutuhkan waktu yang lama, Juni pun langsung bergegas menuju ke lift. Ia menekan tombol menuju ke lantai dasar berulang kali, hingga akhirnya pintu baja itu pun tertutup dengan rapat.


Tringgg ....


Tak lama kemudian pintu terbuka. Juni langsung keluar dari ruangan sempit tersebut dan bergegas menemui Shinta.


Dan benar saja, ia melihat Shinta yang tengah berbicara pada supir mobil box yang hendak membawa barang-barangnya.


Juni berhenti sejenak. Mengatur napasnya yang masih terengah-engah karena berlari. Selangkah demi selangkah pria itu datang menghampiri Shinta.


Shinta tersenyum saat atensinya menangkap sosok sang mantan yang saat ini tengah berjalan menuju ke arahnya. Shinta tak bisa membaca ekspresi yang ditunjukkan oleh Juni. Terlihat seperti biasa, akan tetapi seolah menyimpan kesedihan di matanya.


"Apakah kamu akan pindah?" tanya Juni.

__ADS_1


Shinta menganggukkan kepalanya. "Iya, aku akan pindah hari ini. Di sini jaraknya terlalu jauh dari kantor," ujar Shinta memberi alasan.


Sebenarnya bukan hanya itu saja yang menjadi alasan Shinta. Juni adalah alasan utama Shinta pindah rumah. Jika masih bertetangga dengan pria tersebut, akan terasa sulit bagi Shinta melupakan semua yang pernah ia lalui bersama Juni. Sedangkan saat ini hubungan mereka telah kandas, dan kondisinya tak lagi sama.


Alih-alih menahan Shinta untuk pergi, Juni malah mengucapkan sesuatu yang diluar kendalinya.


"Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan," ucap Juni.


Shinta tersenyum mendengar penuturan Juni yang seakan membiarkan Shinta menjauh tanpa menahannya sama sekali.


"Seperti apa katamu kemarin. Jika berpapasan, aku harap kita masih saling bertegur sapa," ujar Shinta.


Juni hanya menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyum. Hatinya perih, akan tetapi ia tak bisa menahan Shinta untuk tetap bersamanya. Membiarkan Shinta bebas mencari kebahagiaan yang lain.


"Ku harap kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dariku," ucap Shinta terdengar begitu tulus.


Shinta maju beberapa langkah, lebih mendekat ke arah Juni. Ia pun mengulurkan tangannya, mengajak Juni untuk berjabat tangan.


Juni menatap tangan Shinta beberapa saat. Lalu kemudian menjabat tangan mantan kekasihnya itu.


"Aku pamit, Jun."


"Iya. Hati-hati di jalan," balas Juni.

__ADS_1


Jabatan tangan keduanya terlepas. Juni hanya bisa menatap Shinta berjalan menjauh darinya, masuk ke dalam mobil taksi yang telah ia berhentikan sebelumnya.


Taksi tersebut melaju, membawa Shinta pergi. Juni hanya bisa menatap mobil itu dengan perasaan yang berkecamuk.


"Sepertinya kali ini kita benar-benar berakhir," lirih Juni.


Di waktu yang bersamaan, di dalam mobil tersebut Shinta menangis sesegukkan. Ia kesal, ia marah pada Juni yang tak peka sama sekali dengan perasaannya.


"Dasar pria bodoh! Bagaimana bisa aku mencintai lelaki payah seperti dirinya. Harusnya dia menahan ku atau menanyakan dimana alamatku. Bisa-bisanya aku menyukai pria seperti dirinya," ucap Shinta di sela tangisnya.


....


Alvaro terbangun tengah malam karena suara tangisan dari sang buah hati. Ia melihat Rania yang tengah bersusah payah memberikan asi, dan sesekali berdiri untuk menenangkan bayi perempuan yang ada di gendongannya.


"Anak kita kenapa, Ma?" tanya Alvaro sembari mengucek mata.


"Sepertinya Delani sakit, Pa. Sedari tadi tangisannya tidak berhenti. Dan badannya juga panas," ujar Rania yang terlihat panik.


"Ya sudah, kalau begitu kita bawa Delani ke rumah sakit, Ma." Alvaro langsung beranjak dari tempat tidurnya.


"Bagaimana dengan Dilan, Pa?" tanya Rania.


"Aku akan menghubungi mama dan memintanya untuk menjaga Dilan sebentar," ujar Alvaro yang langsung meraih ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Arumi.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya gengs❤️


__ADS_2