Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Permintaan aneh ketika hamil


__ADS_3

Sherkan dan Elvitania terlihat terus mengelilingi souk madinat Jumeirah, mencari beberapa barang-barang unik sambil terus menikmati keindahan yang ada disekitar nya.


Kadang mereka bercanda bersama sambil sesekali saling melemparkan tawa, menikmati kebersamaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya.


Ada kalanya Elvitania menarik Sherkan untuk masuk ke beberapa toko pakaian dan syal, mencoba beberapa pakaian yang cukup unik dan indah sambil mencocok kan syal yang ada disana.



"Bagaimana?"


Elvitania memamerkan sebuah pakaian ke arah Sherkan.


"Cantik"


Laki-laki itu memuji dengan penuh kebahagiaan.


"Ini dan ini?"


Tanya Elvitania lagi.


Sang suami terlihat berfikir untuk beberapa waktu, cukup lama hingga membuat Elvitania menaikkan ujung alisnya.


"Sherkan?"


"Aku sedang berfikir"


"Itu lama sekali?"


Elvitania terlihat memunyungkan bibirnya.


Tawa dari laki-laki itu terdengar pecah, cukup merasa lucu melihat ekspresi nya.


"Aku suka ke dua-duanya"


Jawaban nya begitu simple, tapi berfikir nya harus membuang waktu yang cukup lama.


"Beli ke dua-duanya?"


Lagi Elvitania bertanya.


Alih-alih menjawab Sherkan lebih memilih untuk mengangguk kan kepalanya.


"Tapi ini terlalu banyak"


Protes Elvitania cepat.


"Bukan kah kita tidak berbelanja setiap hari? juga tidak kemari setiap hari? ambil saja, aku suka ke dua-duanya"


Setelah berkata begitu Sherkan memberikan kode kepada sang penjual nya, meminta laki-laki penjaga tersebut untuk segera membungkusnya.


Sang istri ingin protes, tapi Sherkan buru-buru merangkul nya, membawa Elvitania beranjak dari sana dan membiarkan salah satu anak buah nya yang membawa belanjaan mereka.


"Itu terlalu banyak"


"Sayang coba lihat itu"


Sherkan langsung memotong ucapan Elvitania.

__ADS_1



Bola mata istri nya langsung beralih, melihat barisan aksesoris rumah seperti piring dan mangkuk pajangan juga teko ala Aladdin.



"Ini begitu lucu"


Seketika bola mata Elvitania mengagumi apa yang dilihat nya.


Sherkan pura-pura berdiri di depan nya, melipat kedua tangannya ke arah dada.


"Katakan pada ku 3 permintaan"


Dia bicara dengan ekspresi yang begitu serius, membuat Elvitania membulatkan bola matanya.


"Permintaan ke 3 tidak boleh 'Tambah 3 permintaan lagi' oke?"


Seketika tawa Perempuan itu pecah, dia mencubit perut Sherkan dengan gemas.


"Awwhhhhh sayang"


Laki-laki itu langsung meraih tangan istri nya, pura-pura meringis karena di cubit.


"Biasa nya para istri suka menambah 3 permintaan pada permintaan terakhir mereka"


Ucap Sherkan sambil ikut terkekeh.


"Siapa bilang?"


"Ishhhh aku belum pernah melakukan nya"


Protes Elvitania.


"Tapi aku mengharap kan nya sayang, kamu belum pernah meminta sesuatu yang aneh-aneh pada ku"


Sherkan langsung protes, menghela pelan nafasnya.


Yah sang istri memang tidak pernah meminta apa-apa selama pernikahan mereka.


"Kalau begitu aku akan minta yang aneh-aneh saat hamil, mereka bilang ibu-ibu hamil selalu minta yang...."


Seolah-olah sadar dengan kata-kata spontan nya, Seketika Elvitania menghentikan ucapannya.


Perempuan itu buru-buru berbalik dan mencoba untuk membuang pandangannya.


Cukup malu karena salah Bicara.


Mendengar ucapan Elvitania seketika Sherkan membulatkan bola matanya, dia dengan cepat menarik lengan Elvitania.


"Sayang?"


"Aku akan pergi ke sana"


Perempuan itu bicara sedikit gelagapan.


"Hamil? bukankah itu terdengar begitu manis?"

__ADS_1


Laki-laki itu memeluk erat pinggang sang istri.


"Sherkan lepaskan, ini memalukan"


Elvitania mencoba melepaskan pelukan Sherkan, bola matanya melirik kekiri dan ke kanan, wajah nya seketika memerah.


"Mereka melihat kita"


Bisik nya pelan.


Alih-alih melepaskan Elvitania, Sherkan memajukan wajahnya, menatap netra sang istri sambil berkata.


"Aku fikir tawaran anak-anak benar-benar terdengar manis"


"Aku...salah bicara"


Seketika Elvitania menundukkan kepalanya, bicara dengan nada sedikit terputus.


Dia spontan mengatakan nya, maksud nya hanya ingin bercanda tapi dia lupa kata-kata itu malah menjadi kesalahan dalam pengucapan nya, membuat Sherkan malah salah paham.


"Aku benar-benar menginginkan anak-anak, bukan kah proses nya tidak gampang? itu akan memakan waktu yang cukup panjang"


Lagi laki-laki itu menggoda nya, mencoba mengulum senyuman nya sambil menikmati wajah sang istri yang terus memerah seperti tomat 🍅.


"Aku salah bicara"


Elvitania mendongakkan kepalanya.


"Kita akan membuat nya setelah pulang atau bisa jadi besok pagi"


"Sherkan"


"Bukankah itu terdengar begitu manis? aku ingin beberapa anak-anak"


"Bukan begitu"


"Atau kita bisa membuat tim kesebelasan"


"Aku bisa mati"


Seketika Elvitania protes.


Mendengar Jawaban Elvitania seketika tawa Sherkan pecah, dia tergelak dengan jawaban spontan yang terdengar seperti nada protes dari bibir istri nya.


Melihat sang suami tergelak hebat, seketika Elvitania melebarkan bola mata nya, dengan perasaan kesal dia mencubit pinggang laki-laki tersebut.


"Sherkan"


Pekik nya tertahan.


"Tim kesebelasan"


Para pengawal yang melihat pemandangan perihal tuan dan nona nya hanya bisa saling lirik sembari menghela nafas mereka dalam-dalam, mereka fikir bukan kah yang nama nya jadi nyamuk tidak pernah menyenangkan?.


Ketimbang melihat kemesraan yang membuat iri, mereka lebih suka adu tinju dengan lawan dan memukul hingga babak belur.


Mereka benar-benar pusing setengah mati, merasa iri dengan harmonika sepasang sejoli yang tengah menikmati cinta dalam bulan madu yang lama tertunda.

__ADS_1


__ADS_2