
Sherkan langsung bergerak mencari keberadaan Elvitania ketika semua orang mulai memecah diri dari dirinya, laki-laki itu langsung mengambil kesempatan untuk menjauh dari semua orang.
Tanpa berfikir dua tiga kali dia berusaha menghubungi Rubi tapi gagal, dengan mimik wajah khawatir laki-laki itu menyusuri tiap gedung pernikahan tersebut.
Melihat di setiap sudut ruang atau di Antara semua orang yang tengah duduk memojok untuk melahap makanan.
Tapi dia tidak kunjung melihat sang istri.
Sejenak Sherkan mencoba menatap ke arah lantai atas, mencoba memikirkan kemungkinan jika Elvitania berada di lantai atas Tersebut.
Dia mengerutkan keningnya sejenak, lantas mulai bergerak naik ke atas secepat kilat, menaiki anak tangga satu persatu tanpa berfikir dua tiga kali.
*********
Disisi lain
Elvitania lebih memilih berdiri memandangi langit malam yang dipenuhi jutaan bintang dari teras lantai atas sejak tadi.
Dia benar-benar merasa tidak nyaman berbaur dengan banyak orang yang tidak dia kenal, bahkan hal lain yang membuat dia tidak nyaman ketika semua orang mulai bertanya soal..
"Sudah memulai program memikirkan anak-anak?"
"Jangan menunda-nunda, sebab itu tidak baik"
"Apakah kalian tidak mengambil liburan bulan madu?"
Pertanyaan demi pertanyaan seperti itu cukup mengganggu dirinya.
__ADS_1
Elvitania menghela pelan nafas nya, dia mencoba memejamkan perlahan bola matanya.
"Kenapa ada disini, apa kamu baik-baik saja?"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya, sebuah tangan menyentuh pelan pundak nya, buru-buru Elvitania membuka bola matanya dan menoleh ke sisi kanan nya.
Itu adalah Violet.
Perempuan cantik itu kemudian mensejajarkan Posisi nya tepat disamping Elvitania.
Mereka terlihat sama-sama diam, mencoba menatap jutaan bintang yang menghiasi malam.
"Masih melakukan silent treatment?"
Tanya Violet tiba-tiba, menoleh ke arah Elvitania sambil mengembangkan sedikit senyuman nya.
"Kamu tahu?"
"Dalam suatu hubungan, pertengkaran dengan pasangan menjadi hal yang umum terjadi. Entah itu karena perbedaan pendapat, cemburu, kurang komunikasi atau bahkan perselingkuhan. Sebagian orang pun memilih melakukan silent treatment agar pertengkaran tidak terus berlanjut. Akan tetapi, metode ini juga bisa membuat hubungan menjadi renggang dan berpisah."
"Semakin lama diam, hubungan akan semakin dingin atau bahkan memanas"
"Silent treatment adalah suatu sikap di mana Anda mendiamkan atau mengabaikan seseorang dengan menolak berbicara. Ini biasanya terjadi ketika kita merasa marah, frustrasi, atau terlalu kewalahan dalam menghadapi suatu masalah."
"Terkadang, diam menjadi pilihan yang terbaik agar kita tidak mengatakan hal-hal yang akan disesali nantinya. Padahal salah satu kunci hubungan yang baik adalah keterbukaan, di mana kita bisa saling mengutarakan apa yang dipikirkan atau dirasakan."
Ucap Violet lagi.
__ADS_1
"Tanpa komunikasi, hubungan kalian akan terlihat sia-sia"
Kemudian Violet menghela pelan nafasnya.
"Mau aku beri tahu satu rahasia? mungkin ini bisa menjadi pertimbangan kamu untuk memulai pembicaraan dengan Sherkan"
Violet bicara sambil menoleh ke arah Elvitania, bola mata mereka saling bertemu untuk beberapa waktu.
"Cobalah mencari tahu soal sesuatu di masa lalu"
Ucap Violet pelan.
"Ad 4 pertemuan yang terjadi di antara kalian yang hilang dari ingatan mu, aku tidak bilang jika ini sebagai ajang untuk membuat ingatan kacau didalam dirimu, tapi sejak awal Zahir memang memanipulasi beberapa hal soal ingatan mu, Elv"
Ucap Violet lagi.
Elvitania mengerut kan keningnya.
Tiba-tiba Violet memberikan sesuatu kepada dirinya.
"Semoga ini bisa membantu kamu mengingat sedikit demi sedikit soal kalian"
Elvitania secara perlahan menerima sebuah amplop yang diberikan oleh Violet.
"Sisa nya terserah kamu harus bagaimana selanjutnya"
Tambah Violet lagi sambil mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
Elvitania sejenak menatap amplop mendominasi berwarna putih tersebut untuk beberapa waktu.