Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
part 5 Y & A


__ADS_3

Alessia menatap perempuan yang ada dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, menggenggam erat telapak tangan nya dengan penuh kegelisahan, dia bahkan menundukkan kepalanya dengan jutaan perasaan yang sulit untuk di ungkapkan.


"Kamu benar-benar sudah memutuskan?"


Nyonya Hana bertanya dengan wajah penuh kebahagiaan, begitu antusias menatap kearah Alessia, sejak awal dia memang menunggu keputusan gadis tersebut, beberapa hari ini bahkan terus memperhatikan handphonenya dan berharap gadis itu menghubunginya.


siapa sangka pada akhirnya harapan itu terjawab pada hari ini, Alessia menghubungi dirinya dan berkata dia ingin bertemu dengan dirinya dan mencoba untuk menerima kesepakatan yang ditawarkan oleh nya tempo hari.


Alessia menatap dalam wajah perempuan dihadapan nya tersebut, memperhatikan wajah pucat tanpa daya itu untuk waktu yang cukup lama, dia bertanya-tanya didalam hatinya, separah apakah sakit Perempuan tersebut.


"Apakah tidak ada harapan hidup untuk nyonya?"Sebaris tanya tersebut meluncur di balik bibir nya, cukup penasaran dengan kondisi perempuan itu.


Hana terlihat diam mendengar pertanyaan Alessia, seolah-olah dia sedang menyusun kata-kata terbaik untuk menjelaskan kondisi dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak dalam kondisi baik-baik saja, usiaku diprediksi tidak akan lama lagi, yang jelas sebelum kematian memanggilku aku harus menghindari berbagai macam banyak kemungkinan-kemungkinan tentang saudaraku tiri ku"perempuan itu mulai bicara, menjelaskan kegelisahan hatinya, juga menjabarkan ketakutan dan ketakutan yang akan terjadi pada suaminya.


"Lalu dari sekian banyak gadis dan perempuan kenapa nyonya memilih aku?"itu adalah pertanyaan paling logis yang ingin Alessia ketahui, dari sekian banyak orang yang mungkin dikenal oleh Hana tidak mungkin kebetulan perempuan tersebut memilih dirinya.


Mendengar pertanyaan dari Alessia nyonya Hana terlihat diam, dia tidak melanjutkan kata-katanya hanya meneliti bola mata gadis yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.


Keheningan terjadi di antara mereka hingga pada akhirnya perempuan tersebut berkata.


"Salah satunya adalah filling seorang perempuan, berikutnya aku percaya aku tidak salah memilih untuk menggantikan diriku di samping suamiku"


"Suatu hari kau akan tahu alasan lainnya, aku hanya ingin tahu dan mendengar jika kamu menyetujui kesepakatan ini, aku menyakinkan diri kamu jika kamu tidak akan pernah menyesali kesepakatan ini kedepannya"


Setelah berkata seperti itu nyonya Hana secara perlahan melepaskan genggaman tangannya kemudian dia kembali menatap dalam bola mata Alessia.

__ADS_1


"Kamu bebas memutuskannya kembali hari ini"Ucapnya lagi kemudian.


Alessia sejenak diam, hingga pada akhirnya gadis itu berkata.


"Aku menerima kesepakatan nya" Alessia berkata pelan dengan bibir bergetar, meski sebenarnya dia tidak rela dan tidak ingin tapi keadaan memaksanya berada di sini dan memaksanya untuk menerima kesepakatan atas tawaran dari perempuan yang belum lama dia kenal tersebut.


Menggadaikan masa depannya yang realitanya sudah tidak ada lagi kepada laki-laki tua yang telah beristri, menjadi istri kedua dan laki-laki yang bahkan dia tidak kenali.


"Tapi sebelumnya bolehkah aku minta uang mukanya?"Alessia bertanya pada nyonya Hana, menunggu jawaban perempuan yang ada di hadapannya tersebut.


Dia membutuhkan uang tersebut hari ini juga, karena operasi Agnes harus dilakukan hari ini juga.


Perempuan tersebut terlihat menaikkan ujung bibirnya, menampilkan senyuman rumit yang tidak Alessia pahami.

__ADS_1


"Berikan nomor rekening mu, aku akan mengirimkan kamu uang muka nya"Ucap nyonya Hana kemudian.


__ADS_2