
Seketika Elvitania mencoba membuang pandangannya, dia langsung memeluk Violet dan mencoba untuk tidak menatap siapa yang berdiri di depan pintu tersebut.
Tubuh Elvitania bergetar, perasaan nya kini bercampur aduk menjadi satu.
Marah, benci, jijik, kesal, takut, sedih, ingin menangis serta seolah-olah siap meledak-ledak saat ini juga Begitu saja.
Tapi dia lebih suka mencari pelampiasan pada diri seseorang untuk dijadikan tempat berlindung diri nya kala ini.
Seolah-olah kilasan balik penderitaan nya selama 5 tahun kemarin kembali menyakiti dirinya.
Cengkraman kasar di rahang nya, tindakan semena-mena, cacian, makian, pukulan yang tidak seharusnya dia terima.
Identitas yang di curi, kebencian yang menghantam, rasa pengap dan gelap yang mendominasi.
"Elvitania"
Suara sosok yang ada di depan pintu tersebut terasa semakin mendekat, Elvitania seketika mengencang kan pegangan nya.
"Ini aku... maafkan aku"
Britania, yah itu adalah Britania.
Saudara kembar nya yang mencuri seluruh kehidupan nya di masa lalu, memanfaatkan Diri nya, memisahkan dia dari Zahir nya, memisahkan dia dari dunia nya, mengambil seluruh kehidupan nya bahkan menciptakan malam kelam bersama Sherkan dan membawa Elvitania menuju ke kehidupan yang sekarang.
__ADS_1
"Elv?"
Violet terlihat panik saat Elvitania mengencangkan pelukan nya, bisa Perempuan itu rasakan bagaimana tubuh Elvitania bergetar dahsyat.
"Singkirkan dia dari ku, bawa dia pergi dari ku"
Suara Elvitania terdengar bergetar, Perempuan itu memejamkan bola matanya tanpa ingin menoleh ke arah sosok saudara kembaran nya.
"Elv ini tidak apa-apa, Britania bukan Britania yang kemarin, dia hanya ingin meminta maaf pada mu"
Ghanem berusaha untuk bicara selembut mungkin, mencoba untuk menjelaskan maksud tujuan Britania datang menemui dirinya.
Britania sendiri terlihat berdiri kaku masih cukup jauh dari hadapan Elvitania, dia yang tadinya melangkah bergerak maju kini seketika menghentikan langkah kakinya, dia tidak berani lagi melanjutkan langkahnya saat melihat Elvitania menatap nya dengan tatapan yang sangat sulit dia pahami.
"Aku tidak peduli, aku bilang bawa dia pergi dari sini kak, aku mohon bawa dia pergi dari sini....."
Pekik Elvitania sambil melepas kan pelukan nya dari Violet, perempuan itu langsung menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangan nya.
Dia tidak ingin melihat Britania, baginya setiap kali melihat wajah itu, ketakutan lama langsung menghantam Diri nya.
Trauma nya kembali datang menghantam, dia takut di seret kembali ketempat gelap dan pengap, di perlakukan dengan tidak adil oleh Britania dan nenek Sunita Hurairah, terkurung di balik jeruji besi yang persis seperti sebuah penjara.
Masa itu adalah kenangan paling terburuk didalam hidup nya.
__ADS_1
"Elv?"
Violet jelas panik, berusaha menyentuh kedua tangan Elvitania.
"Lepaskan aku... aku bilang pergi... tidak...aku tidak mau...."
Pekik Elvitania semakin histeris.
Violet terus berusaha menggenggam telapak tangan Elvitania, berusaha memberikan penjelasan jika Britania benar-benar telah berubah tapi alih-alih peduli Elvitania semakin histeris.
"No... pergi...aku bilang pergi.
"Elvitania, lihat aku, tatap kakak ini semua baik-baik saja"
Ghanem berusaha untuk menggenggam bahu Elvitania tapi Perempuan itu berusaha untuk menyingkir dari mereka, dia merontah dengan keras ketika Ghanem mencoba menahan gerakan nya.
Sepersekian detik kemudian ditengah ke histeris'an Elvitania, seketika Perempuan tersebut terjatuh tidak sadarkan diri.
"Elv ada apa? Elv sadarlah semua baik-baik saja, ada aku dan violet di sini"
Seketika suasana menjadi begitu menegangkan, Bola mata Britania seketika berkaca-kaca, dia menatap panik ke arah Elvitania.
"Maafkan aku Elv, maafkan aku.."
__ADS_1