Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Perempuan lain yang merasa bersalah


__ADS_3

Perempuan di samping nya terus bergerak berjalan mendekati dirinya, tidak tahu kenapa saat melihat perempuan itu seketika bola mata nya berkaca-kaca.


Seolah-olah wajah itu menyisakan luka di antara mereka.


Mungkin tepat nya, mereka sama-sama menyimpan luka di diri mereka masing-masing, menyimpan rasa bersalah hingga tidak dipungkiri perempuan itu juga menampilkan ekspresi yang sama.


Disela Bola mata mereka sama-sama berkaca-kaca, Perempuan itu secara perlahan menyerahkan sebuah jaket hangat kearah Elvitania.


"Bibi Saimah (Pelayan kepercayaan Sherkan) bilang kamu ada dihalaman belakang"


Ucap Perempuan itu sambil mengembang kan senyuman.


Elvitania tampak diam, dia menerima jaket yang diberikan Perempuan tersebut.


"Sebentar lagi akan masuk ke musim penghujan"


Lagi...Perempuan itu bicara sambil duduk di samping Elvitania, dia menatap danau buatan yang ada di hadapannya.


Elvitania secara perlahan menggunakan jaket hangat yang sudah ada di tangan nya itu saat dia merasakan sapuan angin semakin mendingin.


"Kamu masih marah dengan kak Sherkan?"


Tanya nya kemudian menatap dalam wajah Elvitania.


Yang ditanya Secara perlahan manatap balik bola mata perempuan tersebut.

__ADS_1


"Ini semua karena aku, jika tidak dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu malam itu"


Ucap perempuan itu lagi pelan, bisa Elvitania lihat ada kabut dibalik bola mata itu, rasa bersalah dan malu bercampur aduk menjadi satu.


Violet.


Yah Perempuan dihadapan nya bernama violet, dia adalah adik angkat Sherkan, perempuan yang dia selamat kan di malam itu, Perempuan yang selalu dilindungi Sherkan dengan cara nya sendiri dari akal busuk saudara kembarnya.


Pada akhirnya karena kembaran nya, dia terjebak bersama Sherkan malam itu.


"Ada kesalahpahaman dimasa lalu yang terjadi juga di antara kak Sherkan dan Britania, dia bukan sosok mengerikan seperti yang kamu lihat, dia laki-laki baik yang mencintai banyak orang"


Elvitania tidak menjawab, dia mencoba membuang pandangannya,. menatap ke arah depan.


"Jangan membenci nya, sebab malam itu jika bukan karena aku, hal yang buruk malam itu tidak akan terjadi pada kamu"


Barisan angsa terlihat sibuk bermain didalam air danau, bahkan barisan anak angsa terlihat mulai bergerak mengikuti langkah Ibu nya.




"Maafkan aku, benar-benar maafkan aku"


Tiba-tiba terdengar tangisan lirih di balik bibir Perempuan Tersebut, Violet mencoba menahan perasaan nya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Aku fikir seandainya bisa memutar waktu, aku berharap bisa mengubah semua keadaan, tapi aku tidak punya kemampuan seperti itu"


"Karena aku Hillatop dan Azzura semakin memanas, karena aku hubungan kamu dan kak Sherkan juga menjadi begitu buruk"


Lanjut dia lagi.


Elvitania masih diam, dia menundukkan kepalanya, tanpa dia sadari air mata nya ikut tumpah secara perlahan.


Mereka pada akhirnya menikmati isakan tangisan masing-masing, Membiarkan suara angin menemani mereka untuk waktu cukup lama.


Seketika mereka bergelayut di fikiran mereka masing-masing, menghabiskan waktu untuk tidak membuka suara mereka.


Violet kemudian menatap Elvitania kembali, dia menggenggam erat telapak tangan Elvitania.


"Jangan membenci kak Sherkan, dia melewati waktu sulit yang begitu lama, aku tidak bilang kak Sherkan melakukan hal yang benar malam itu, tapi realita nya ada satu hal yang tidak kamu ketahui soal perihal masa lalu"


Ucap violet pelan.


"Dia terlalu banyak mengalah dengan keadaan, Britania menjadi alasan berat untuk dia lepas dari jalur pemikiran warasnya"


Lanjut Violet lagi.


"Kamu tahu kenapa Zahir melepaskan kamu di tangan kak Sherkan setelah malam itu? karena sejak awal dia tahu dia telah salah jalur untuk mendapatkan kamu"


Elvitania seketika mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Violet.

__ADS_1


"Ya?"


Tanya nya sambil terus mengerutkan keningnya.


__ADS_2