Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Akan mencatat di memo dan kalender penting nya


__ADS_3

Mansion Utama keluarga Azzura


Makan malam bersama keluarga besar


Tanpa bibi sibah dan keluarga nya.


Disebuah meja makan besar tampak seluruh keluarga besar Azzura duduk di posisi mereka masing-masing, beberapa orang terlihat begitu serius melahap makanan Milik mereka.


Sherkan terlihat ikut melahap makanannya Secara perlahan, terkadang dia mencoba memasukkan beberapa menu sayuran ke dalam piring Elvitania.


Seperti biasa Elvitania tidak banyak bicara, hanya diam menikmati makan malam Milik nya.


Sherkan fikir bertahun-tahun bersama Elvitania tidak juga berhasil membuat perempuan itu membuka hati nya, bahkan perempuan itu selalu menatap nya dengan tatapan yang sulit Sherkan pahami.


Di fikir apakah rencana Merlin memiliki kemajuan? dia begitu sulit membaca sifat dan ekspresi Elvitania, kadang saat dia mengajak perempuan itu bicara Elvitania hanya menatap nya dengan pandangan berkaca-kaca.


Dia fikir apakah Elvitania bahagia bersama Dirinya.


Kadang kala dia takut Elvitania merasa tidak nyaman bersama diri nya sedikit pun, dia takut sang istri tidak bahagia sama sekali.


Meskipun dia melimpahkan banyak materi dan perhatian, nyatanya dia belum bisa juga meluluhkan dingin nya hati Elvitania.


Sejenak Sherkan mengehela pelan nafasnya.


"kalian belum berencana untuk memiliki anak?"


Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


Pertanyaan bibi muda Azzura beberapa kali dilontarkan tiap kali mereka datang ke pertemuan keluarga atau acara pesta perusahaan bahkan pernikahan keluarga.


Dia tidak punya jawaban yang cukup masuk akal untuk berkata belum.


Menyentuh Elvitania pun dia tidak pernah lagi, bagaimana cara nya mereka bisa memiliki seorang anak?!.


"Aku belum..."


Sherkan berusaha untuk membuat sebuah alasan lagi seperti biasa nya, membuat semua orang tidak menyalahkan Elvitania, tapi juga berusaha menjaga hati perempuan tersebut.


Belum juga Serkan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Elvitania memotong ucapan sang bibi muda.


"Kami akan membahas nya nanti bersama, kemarin aku belum siap, aku fikir kami akan merencanakan nya nanti setelah akhir tahun ini"


Ucap Elvitania Tiba-tiba.


Mendengar ucapan elvitania seketika Serka menoleh kearah perempuan tersebut.


Apa?.


Sherkan terlihat terkejut mendengar Jawaban Elvitania.

__ADS_1


Yang di toleh sama sekali tidak mempedulikan dirinya.


Tatapan mata Elvitania tetap seperti biasa, terlihat dingin dan datar, namun baru kali ini dia melihat perempuan itu berusaha mengembangkan senyuman nya meskipun terlihat kaku dan sulit.


Elvitania tampak berusaha mengembangkan senyuman nya di hadapannya bibi muda nya.


"Jangan terlalu lama menundanya, kamu tahu Elv masa subur wanita ada batas nya, jangan gunakan obat penunda kehamilan sebab itu cukup beresiko tinggi"


Bibi muda kembali bicara.


Elvitania terlihat mengangguk kan kepalanya.


"Apakah Hasna akan punya adik kecil? untie kenapa lama sekali? Hasna fikir adik laki-laki cukup bagus bukan? Hasna ingin main mobil-mobilan bersama adik kecil"


Hasna bicara cepat sambil mencoba turun dari kursi duduk nya, dia buru-buru menyambar tubuh Elvitania, mencoba naik dan duduk di pangkuan untie nya itu.


Mendengar ocehan Hasna seketika Elvitania mengembang kan senyuman, dia memeluk gadis kecil itu dengan ekspresi bahagia.


"Mereka bilang disini akan ada adik kecil"


Hasna bicara sambil menyentuh permukaan perut Elvitania yang jelas masih datar.


Kemudian tiba-tiba Hasna bergerak, menoleh ke arah Sherkan lantas langsung meminta tangan Uncle nya itu dengan cepat.


"Uncle kemarilah"


"Berikan tangan Uncle"


Hasna bicara sambil mencoba menarik tangan Sherkan.


Karena tidak paham apa yang di bicarakan Hasna, Sherkan terlihat menurut.


Tiba-tiba gadis kecil itu meletakkan tangan Sherkan di perut Elvitania.


Seketika Elvitania terkejut, dia menatap Sherkan untuk beberapa waktu.


"Apakah sudah ada suaranya?"


Tanya Hasna dengan polos nya.


seketika semua orang terkekeh, Sherkan terlihat tertawa kecil, Alih-alih melepaskan tangannya, dia malah sengaja menggeser kursi nya dan mendekat Elvitania.


Dia semakin merapatkan tangan nya kemudian berkata.


"Seperti nya belum ada sayang, tapi uncle juga berharap bisa mendengar suaranya secepat nya"


Ucap Sherkan sambil terkekeh menatap Hasna, kemudian dia langsung menoleh ke arah Elvitania.


Perempuan itu seketika Mencoba menyentuh tengkuk nya sendiri, wajahnya menjadi sedikit memerah, rasa nya aneh saat Sherkan dengan sengaja menekan tangan nya ke perut nya.

__ADS_1


"Iya bukan sayang?"


Sherkan bertanya sambil mengembang kan senyuman nya ke arah Elvitania.


Sang istri terlihat kikuk harus menjawab apa.


"Aihhhh jangan membuat ku cemburu, aku baru tahu kakak ku segombal itu"


Rubi bicara sambil pura-pura membuang pandangannya.


"Mereka seperti pengantin baru"


Xena bicara sambil terkekeh kecil.


"Ngomong-ngomong seharusnya kalian mencoba program menambah anak, tidak lihat Hasna terus bertanya soal adik Sejak tahun kemari"


Bibi muda tiba-tiba bicara ke arah Xena.


"Ahhhh jangan tanyakan dulu, mengurus Hasna belakangan cukup banyak memakan waktu, Papa nya pasti belum mau"


Xena terlihat gelagapan saat di tanya seperti itu.


"No, aku mengizinkan. Yakinlah sayang, aku tidak keberatan"


Sang Suami nya menyela cepat.


Seketika obrolan panjang terjadi di sana.


Sherkan terlihat tidak peduli, dia menatap Elvitania sambil mengulum kan senyuman nya, kemudian Laki-laki itu bertanya sedikit menggoda.


"Akhir tahun? aku seperti nya benar-benar mendengar kata akhir tahun!. "


Ucap laki-laki itu sambil meletakkan tangan kanannya ke atas meja, dia membiarkan tangan nya menopang kepalanya untuk beberapa waktu.


Mendengar ucapan Sherkan Elvitania mencoba untuk meraih gelas minuman nya, dia perlahan meminum minuman Miliknya.


Sherkan terus mengulum senyuman nya, kemudian dia Mengubah posisinya dengan cepat, berbisik lembut di Balik telinga Elvitania.


"Aku akan mencatatnya di jadwal paling penting di buku memo Ku dan juga kalender di kamar kita"


Setelah berkata begitu laki-laki itu menggeser pelan Kursi makan nya.


Mendengar ucapan Sherkan seketika Elvitania tersedak, dia tiba-tiba terbatuk-batuk untuk beberapa waktu.


"Untie, ada apa?"


Hasna terlihat panik.


Sherkan malah mengulumkan senyuman, mencoba menepuk-nepuk punggung perempuan itu secara perlahan.

__ADS_1


__ADS_2