Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 75 Y & A


__ADS_3

dan bayangkan bagaimana kemarahan Yash saat ini, laki-laki tersebut yang awalnya merasa begitu khawatir dengan Alessia seketika langsung berubah ekspresi menjadi penuh kemarahan ketika dia melihat kemesraan antara istrinya dan juga putra semata wayangnya.


sebagai laki-laki normal jelas saja dia merasakan kecemburuan Dan api kemarahan yang membara di dalam hatinya, dan meskipun itu bukan dirinya tapi laki-laki lain pasti akan juga merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan saat ini.


Yash pada akhirnya menggenggam erat telapak tangannya kemudian berniat untuk melabrak kedua orang tersebut saat ini, namun tiba-tiba seolah-olah menyadari akan sesuatu ia langsung menghentikan gerakan langkah kakinya dan dia seketika sadar atas apa yang dirasakan saat ini.


"Apa ini cemburu?"


Yash seketika mempertanyakan hal tersebut di dalam hatinya seolah-olah sadar sepertinya ada yang salah dengan dirinya, dia ingat nyatanya pernikahan mereka hanya pernikahan sandiwara di mana dia sendiri yang telah mengatur pernikahan mereka pada 2 tahun pertama dan terpaksa menambah pernikahan kembali karena konflik berat yang menimpa mereka oleh ulah Diana kemarin hingga membuat dia memperpanjang kontrak pernikahan atas keadaan yang menjepitnya karena kerjasamanya dengan tuan Scoot.

__ADS_1


Oh shi.t apa yang sebenarnya kau pikirkan Yash?!.


laki-laki itu membatin di dalam hatinya. Seketika Yash memundurkan langkah kakinya di mana dia langsung memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu.


Kau pasti sudah gila.


"Kau menikah gadis itu dengan cara yang benar, pernikahan kalian dicatat baik secara agama dan negara, kau tentu saja memiliki hak atas gadis tersebut dari ujung kaki hingga ujung kepala gadis itu, dan gadis itu jelas tidak memiliki hak untuk memeluk laki-laki lain atau bahkan bercinta dengan laki-laki lain"


"dalam undang-undang bahkan juga dalam hukum baik negara maupun agama, nyatanya kau adalah suami sahnya dan kau berhak atas semua yang terjadi pada istrimu, kau berhak memarahinya kau berhak untuk mengintimidasinya kau berhak memperingatinya dan kau berhak untuk melakukan apapun yang kau inginkan terhadap gadis tersebut"

__ADS_1


bisikan demi bisikan tersebut seolah-olah menghantam kepalanya dan membuat Yash berpikir jika Alessia jelas adalah haknya. tidak tahu kenapa tapi rasanya kepala Yash ingin pecah saat memikirkan hal tersebut, antara dia harus melangkah maju atau dia tetap bergerak mundur dan mengabaikan kedua orang tersebut.


hingga pada akhirnya di tengah pemikirannya yang kacau balau dan berkacabut menjadi satu laki-laki itu memilih untuk memundurkan langkahnya dan dia pikir dia harus bicara dengan Alessia di rumah tentang mereka.


laki-laki itu memilih untuk mengeratkan rahangnya dan mencoba meraih handphonenya kemudian mengirimi gadis tersebut sebuah pesan jika dia menunggu Alessia di rumah.


Yash memilih untuk bergerak melangkah dengan cepat dan mengabaikan semua hal yang ada di sekitarnya, di balik api kemarahan yang menggebu-gebu dan terus menyala di kedua belah bola matanya.


Dibalik kemarahan Yash yang menggebu dan di mana dia sulit mengendalikan emosinya saat ini tiba-tiba saja bola mata Yash membulat dengan sempurna saat dia melihat satu pemandangan lain yang membuat dia terkejut setengah mati didepan sana, sehingga laki-laki itu seketika langsung menghentikan langkah kakinya dan membuat Yash langsung tercekat untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2