Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Tidak akan membatalkan nya


__ADS_3

Rubi menatap wajah Arch dengan penuh perasaan putus asa, mereka duduk berdua tanpa ada siapa-siapa disana.


Arch dan Rubi berkata mereka butuh bicara empat mata dan berdiskusi dulu bersama kepada semua keluarga mereka.


Hanya mereka berdua tanpa di temani oleh siapapun.


"Begini, aku fikir hubungan ini salah"


Keluh Rubi kemudian.


Dia menatap wajah Arch untuk beberapa waktu, merasa keadaan ini benar-benar buruk dan tidak menguntungkan untuk Mereka.


"Aku bisa melihat nya"


Arch menjawab dengan nada yang begitu santai.


"Bagaimana kamu bisa terlihat begitu tenang dan santai Arch? kita akan menikah pagi ini"


Seperti biasa si ceroboh yang gegabah selalu panik menghadapi segala macam situasi.


Tidak bisa mengontrol emosi nya, tidak bisa mengendalikan kata-kata nya.


"Aku benar-benar panik"


Gadis itu bicara dengan bola mata yang berkaca-kaca.


"Bagaimana bisa kita menikah? itu kan kesalahpahaman? seharusnya kita bisa bilang itu bukan seperti yang mereka lihat"


"Bukankah kita sudah berusaha menjelaskan nya?"


"Tapi tetap saja...."


Rengek Rubi lagi.


"katakan pada ku, apa aku harus melarikan diri saja? maksud ku seperti di dunia novel-novel yang pengantin perempuan nya melarikan diri di hari pernikahan nya?"


"Yakin? lalu bagaimana cara kamu hidup di negara orang lain?"


"Yah kembali ke Indonesia"

__ADS_1


"Pulang kerumah? apa beda nya"


Mendengar jawaban Arch seketika Rubi membeku.


Iya, pulang kerumah apa beda nya?.


Otak nya sedang berfikir tidak logis saat ini.


"Aku belajar mandiri,bekerja, menyewa apartemen sendiri dan..."


"Dengan ATM yang di blokir keluarga? yakin kak Sherkan dan keluarga kamu yang lainnya tidak melaporkan berita kehilangan kamu ke polisi?"


Arch bertanya sambil menatap Rubi dengan tatapan geli.


Dia menyentuh lembut kening Rubi sambil berkata.


"Berhentilah terlalu percaya pada cerita novel-novel Rubi, itu membuat otak mu terlalu banyak terkontaminasi dengan hal-hal yang tidak masuk akal"


"Isshhhh tapi itu bisa menghilangkan stress yang tidak berkesudahan"


Rubi berusaha untuk memberikan penjelasan dalam pembelaan diri, dia menyentuh keningnya yang tadi di Sentuh oleh Arch.


"Baiklah, para perempuan dan gadis remaja memang suka melakukan nya"


Setelah berkata begitu, Arch langsung berdiri.


"Arch... kita belum selesai"


Begitu laki-laki itu akan berbalik, Rubi secepat kilat meraih lengan Arch dan memaksa laki-laki itu berbalik kembali menghadap ke arah dirinya.


"Lalu bagaimana?"


Rubi terus merengek kesal, dia bertanya dengan perasaan panik.


Dia fikir bagaimana bisa Arch tampil begitu tenang, tidak menampilkan ekspresi bingung dan panik sedangkan dirinya terlihat begitu gelagapan.


Dia panik, benar-benar panik soal pernikahan mendadak Mereka.


Bagaimana bisa mereka menikah tanpa ikatan cinta? bukankah seharusnya sebelum menikah orang-orang melewati proses pacaran atau saling dekat.

__ADS_1


Sedang mereka selama ini tidak pernah akur.


"Bagaimana bisa kita menikah disaat kita tidak pernah saling suka dan saling mengerjai?"


Pekik Rubi tertahan.


"Aku fikir aku tidak pernah mengerjai kamu"


Jawab Arch kemudian.


"Seperti nya selama ini yang bisa melakukan hal ekstrim seperti obat pencahar, merusak kencan ku dengan gadis lain, mengolesi lem ke celana ku, membuat mobil ku mogok dalam keadaan terjepit, membubuhi kopi ku dengan garam dan lain sebagainya itu adalah kamu, bukan aku"


Arch mencoba mengingat kan Rubi soal hal-hal ekstrim yang gadis itu lakukan pada nya.


"Aku tidak pernah melakukan hal konyol seperti itu"


Mendengar ucapan Arch seketika wajah Rubi memerah, dia menelan Saliva nya.


"Hahahaha"


Gadis itu mencoba tertawa, dia menyentuh Tengkuk nya dengan perasaan malu.


"Itu karena aku fikir kamu suka dengan kak Elvitania"


Jawab nya jujur dan pelan.


Arch terlihat mengembangkan senyuman y, begitu simpul kemudian menyentuh lembut kening Rubi sekali lagi.


"Seharusnya belajar lebih tenang dan lakukan komunikasi 2 arah agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kita, jangan melakukan segala sesuatu dengan tergesa-gesa dan menyimpulkan sesuatu dari apa yang terlihat didepan nya saja Hmmm"


Ucap Arch Sambil menatap wajah Rubi lembut.


Rubi sejenak diam, dia menyentuh lagi keningnya yang disentuh oleh laki-laki tersebut.


"Bersiap lah, kita tidak akan membatalkan pernikahan nya"


Mendengar ucapan Arch seketika Rubi membulat kan bola matanya.


"Arch..."

__ADS_1


__ADS_2