
Kembali ke masa kini
Elvitania merasa tubuhnya seketika terpelanting cukup jauh, tidak begitu sakit karena Sherkan terus memeluk erat tubuh nya sambil menggenggam erat kepalanya.
Bisa dia rasakan tangan Kokoh itu terus menggenggam tubuh nya dan mencoba terus melindungi kepalanya.
Seketika Elvitania terhenyak begitu dia sadar mereka terpelanting cukup jauh dari tempat semula.
Teriakan demi teriakan bisa didengar nya dari segala penjuru arah.
Bisa dia rasakan Sherkan bergerak, mencoba menatap wajah nya dengan tatapan yang begitu syahdu dan penuh kecemasan.
"Kamu baik-baik saja?"
Sebaris pertanyaan dengan kalimat lembut itu meluncur dari bibir Sherkan.
Tidak tahu kenapa Elvitania seolah-olah pernah melihat ekspresi itu sebelumnya.
Ditengah kebingungan nya, Perempuan itu mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
Seulas senyuman mengambang dari balik bibir laki-laki itu.
"Syukurlah"
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba kepala Sherkan masuk kedalam ceruk leher nya, membuat Elvitania refleks terkejut. Laki-laki itu tiba-tiba tidak bergerak sama sekali.
"Sherkan? Sherkan?"
Elvitania mencoba menggerakkan tubuhnya, seolah-olah dia sadar sesuatu yang buruk pasti terjadi pada laki-laki tersebut.
__ADS_1
Bisa dia rasakan beberapa orang mencoba mengangkat tubuh Sherkan, kemudian bi Saimah buru-buru meraih tubuh Elvitania.
Perempuan itu baru sadar dan dia tercekat saat melihat Sherkan tidak sadarkan diri, Bahkan ada darah yang mengalir di pelipis Sherkan juga beberapa bagian tubuh nya.
"No... Sherkan... Sherkan..."
Perempuan itu jelas panik, dia mencoba menyentuh wajah laki-laki itu.
Tidak dia pedulikan laki Sua yang kembali ke pelukan nya tadi, Elvitania secepat kilat menyambar wajah Sherkan dan berteriak histeris.
"Bangun...apa yang terjadi? Sherkan...."
*********
Rumah sakit xxxxxxx
Beberapa anggota keluarga mulai berdatangan saat mendapatkan kabar soal kecelakaan yang menimpa Sherkan dan Elvitania.
Mama dan Papa Sherkan terlihat berjalan tergopoh-gopoh menghampiri elvitania, ketakutan perempuan itu mertua nya menyalahkan dirinya.
Realita nya sang mertua malah langsung melihat seluruh tubuhnya, bertanya apa dia baik-baik saja, melihat bagian mana saja yang terluka.
"Maafkan aku"
Ucap Elvitania kemudian, dia menggenggam erat telapak tangan Mama mertua nya.
"Ohhh sayang apa yang kamu bicarakan? ini kecelakaan, kenapa kamu harus minta maaf hmm? Kita tidak bisa menghindar musibah, Sebab Musibah itu adalah keniscayaan. Dihindarkan seperti apa pun tidak akan mungkin, jika Allah berkehendak baik musibah kecil maupun musibah besar akan tetap terjadi"
Setelah berkata begitu, Mama Sherkan langsung memeluk Elvitania..
__ADS_1
"Melihat kamu baik-baik saja membuat Mana lega, kamu tahu elv? dia bisa gila jika kamu terluka"
Ucap Mama mertua nya cepat sambil terus memeluk erat tubuh Elvitania, dia menepuk-nepuk punggung sang menantu nya itu.
Perempuan itu sejenak membeku mendengar ucapan Mama Sherkan.
"Ya?"
"Sekarang sebaiknya kamu beristirahat, Mama akan melihat keadaan sherkan"
Setelah berkata begitu, Mama Sherkan langsung melepas kan pelukan, bola mata tua wanita itu langsung beralih ke arah ruang UGD.
Elvitania menggeleng kan kepala nya.
"Aku akan menunggu di sini"
Ucap Elvitania parau.
"Percayakah semua akan baik-baik saja"
Mama mertua nya menepuk-nepuk punggung tangan menantunya itu, mereka duduk di atas kursi panjang didepan ruang UGD dimana Sherkan tengah di rawat.
Dikala beberapa keluarga kembali berdatangan, tiba-tiba bisa Elvitania lihat bibi ke dua Azzura melangkah menuju ke arah mereka dengan langkah tergesa-gesa.
"Oh my god, aku dengar Sherkan mengalami kecelakaan karena melindungi menantu Kakak?"
Tiba-tiba sang pemilik suara bicara begitu saja saat sudah di hadapan mereka.
"Ini benar-benar hal buruk, di usia penikahan awal sudah membàwa musibah yang mengerikan"
__ADS_1
Lanjut wanita itu lagi.
Mendengar ucapan bibi Sibah seketika membuat Elvitania diam menggenggam erat kedua telapak tangan nya.