Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Part 9 Y & A


__ADS_3

Fitting pakaian pengantin


Gallery mewah xxxxxxxx


Fifth Avenue


Manhatta.


Alessia terlihat meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu, dia terlihat sedikit khawatir karena berada di tempat yang bukan dalam kalangan nya, bagi nya tempat ini sangat tidak pantas untuk dimasukin oleh seseorang seperti dirinya, tempat ini jelas adalah tempat orang-orang kaya yang berlalu lalai dan bahkan untuk melakukan fitting pakaian pengantin kelas atas, dia hanya gadis miskin yang tidak pantas menerima semua ini, rasanya terlalu berlebihan untuk dirinya.


"Kemarilah"


Seorang gadis berusia hampir 25 tahunan bicara sembari mengembangkan senyuman nya kearah Alessia, dia menunggu gadis tersebut bergerak mendekati dirinya.


"Katakan pada ku mana yang paling kamu sukai di antara semua pilihan?"


Gadis tersebut bertanya sembari memperlihatkan kembali barisan pakaian pengantin yang ada di beberapa patung di hadapan Alessia.


mereka jelas sangat cantik dan indah, bahkan terkesan begitu elegan dan mewah, Alessia pikir dia tidak pantas mendapatkan salah satu di antara mereka mengingat betapa rendahnya kelas kehidupan nya.


"Aku pikir ini terlalu berlebihan nona"


Ucap Alessia pelan.


mendengar gadis itu memanggilnya Nona seketika dia langsung berkata.


"Come Alessia aku bukan nona muda, kamu lah nona muda yang sesungguhnya"


Jawab gadis tersebut kemudian.


"Kamu lama-lama akan terbiasa dengan semuanya, mungkin saat ini akan sulit sekali untuk menyesuaikan diri tapi percayalah seiring berjalannya waktu kamu akan terbiasa dan berpikir kamu memang pantas mendapatkannya"

__ADS_1


gadis itu bisa resep sembari kembali mengembangkan senyumannya.


setelah berkata seperti itu gadis tersebut mencoba untuk meminta pelayan agar melepaskan satu gaun yang ada di patung dihadapan mereka.


"Aku pikir ini cocok untuk kamu, mewah dan sederhana persis seperti karakter kamu"


Bisik gadis tersebut pelan sembari membàwa Alessia tepat kehadapan sebuah keca besar yang indah, dia membiarkan Alessia duduk disana kemudian gadis itu mencoba Meraih rambut Alessia dan mulai merapikan rambut nya secara perlahan.


"Di dalam keluarga Khadafi, semua memiliki wajah 12"


Ucap gadis itu tiba-tiba.


"Ayah Bibi Hana merupakan laki-laki penggila Perempuan, dia menikah dengan istri pertama yang tidak lain adalah ibu bibi Hana secara sah dan legal baik menurut agama dan pemerintah, meskipun pernikahan berdasarkan perjodohan semua berjalan baik-baik saja tapi karena sakit ibu bibi Hana meninggal di usia yang masih cukup muda, kemudian dia menikah lagi dengan seorang perempuan yang merupakan istri ke dua nya mereka bilang perempuan tersebut adalah Cinta pertama nya dimana mereka tidak mendapat kan restu dari ayah tuan Khadafi , mereka menikah diam-diam dibelakang semua orang termasuk ayah dan ibu tuan Khadafi sendiri"


Saat gadis tersebut membicarakan soal ayah nyonya Hana, seketika membuat Alessia terdiam.


"Tapi sayang nya pernikahan tersebut tidak bertahan lama karena istri nya tersebut tersingkirkan oleh sekretaris baru nya yang tidak lain adalah ibu dari Diana, peristiwa puluhan tahun yang lalu menyisakan trauma mendalam didalam hidup bibi Hana, meskipun istri kedua tuan Khadafi, dia mencintai wanita tersebut layak nya ibu nya sendiri, kematian nya begitu mengerikan, wanita itu ditemukan meninggal dalam keadaan overdosis obat tidur, padahal bibi Hana jelas-jelas melihat malam itu ada seseorang yang masuk ke kamar ibu sambung nya dimana di keesokan harinya sang ibu sambung nya ditemukan sudah tidak bernyawa"


Seketika Alessia bergidik ngeri mendengar cerita gadis tersebut.


Ketika gadis tersebut bertanya, seketika Alessia menoleh dan menggelengkan kepalanya.


"Madhuri, ibu Diana, istri ke tiga nya"


Alessia terlihat menelan salivanya mendengar kisah yang dijabarkan oleh gadis tersebut saat ini, bola mata nya menatap dalam bola mata gadis tersebut.


"Kamu tahu? mereka persis seperti ular berbisa, diam-diam bisa membelit lawan nya kemudian menggigit nya dengan cara yang mengerikan, mereka menyingkirkan beberapa orang untuk bisa sampai pada masa sekarang ini, bahkan berulang kali dimasa muda nya Bibi Hana nyaris celaka, bagi mereka siapapun yang ada di sekitar mereka persis seperti sebuah batu hambatan yang harus disingkirkan secepat nya"


Lanjut gadis itu lagi sembari tangannya secara perlahan menyisir rambut Alessia.


"Diana mencintai Yash sudah begitu lama, bisa dibilang sejak masa sekolah SMA nya, mendengar Hana sekarat bisa dibayangkan bagaimana bahagianya perempuan tersebut saat ini? dia bergerak bersama ibunya untuk bicara pada tuan Khadafi agar dia bisa turun ranjang bersama ya setelah kematian Hana"

__ADS_1


Kini gadis itu mengikat Perlahan rambut Alessia.


"Kamu tahu? harapan Hana memilih kamu dan juga semua orang memilih kamu karena kami berharap kamu bisa menyingkirkan mereka berdua bersama orang-orang nya secara halus dari keluarga Khadafi dan Khalid , dan jangan mau di pukul mundur oleh kedua ular tersebut"


Alessia sama sekali tidak bergeming, dia mencoba mendengarkan ucapan gadis tersebut untuk waktu yang cukup lama sembari bisa dia lihat gadis tersebut sudah merapikan rambut nya dengan begitu baik.


"Aku tidak tahu kenapa nyonya Hana mau memilih ku dan mempercayaiku untuk melakukan hal tersebut, begitu juga dengan semua orang, realitanya aku tidak memiliki kemampuan itu sama sekali"


Pada akhirnya Alessia mulai membuka suaranya, dia menatap bayangan gadis yang ada di belakangnya itu melalui cermin yang ada di hadapannya.


"Bukankah jika didalam keadaan terdesak, orang-orang yang tidak mampu untuk melakukan sesuatu akan menjadi mampu melakukan apapun yang ada di luar ekspektasinya?"


Gadis tersebut membiarkan Alessia berdiri, dia mulai memasangkan gaun pilihan nya secara perlahan.


"Dengan imbalan kesejahteraan seumur hidup, keluarga baru dan satu perusahaan Khadafi aku pikir itu jelas setara dengan semua nya"


Lanjut gadis tersebut lagi.


Alessia terlihat tidak menjawab, dia Diam seribu bahasa untuk beberapa waktu sembari membiarkan gadis itu memakaikan pakaian pengantin tersebut di tubuhnya.


"Dalam 2 tahun aku yakin kamu bisa melakukan nya"


Ucap gadis itu lagi.


"Bagaimana jika aku gagal?"


Tanya Alessia kemudian.


"Maka kami akan membuat Yash mau tidak mau menambah kontrak pernikahan nya, hingga masa kejayaan Diana dan Madhuri jatuh dengan sendirinya"


"Cukup bergerak bermain didalam perusahaan untuk Melakukan rencananya, sisa nya aku dan Erlan akan mengurus nya"

__ADS_1


Lanjut gadis itu lagi kemudian menatap dalam sosok Alessia yang kini terlihat begitu cantik didalam balutan gaun pengantin mewah dan elegan tersebut.


"Lihatlah, bukankah gadis tidak berdaya itu terlihat sangat berbeda dan berkelas ketika menggunakan pakaian para bangsawan? kau terlihat cantik sempurna dengan gaun nya, Miss Alessia"


__ADS_2