
setelah menyelesaikan sesi mandinya Elvitania langsung mengganti pakaiannya kemudian dia langsung naik ke atas kasur dan merapatkan tubuhnya di dalam bantal untuk kembali tidur.
dia pikir Sherkan belum kembali dari luar, laki-laki itu berkata dengan nya jika dia ingin keluar sejenak tapi hingga sekarang laki-laki sama sekali belum terlihat batang hidungnya dimulai sejak dia pergi membersihkan diri hingga dia menyelesaikan sesi membersihkan dirinya.
sejenak Elvitania mencoba meraih handphone nya, perempuan itu menekan tombol 1 dan mencoba menghubungi suaminya.
tapi baru saja dia mencoba melakukan panggilan tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, bisa dilihat Sherkan masuk kedalam sambil membawa nampan berisi makanan.
"aku pikir kamu pergi ke mana"
Ucap Elvitania pelan.
Mendapatkan pertanyaan dari Elvitania yang menampilkan ekspresi bingung membuat Sherkan mengulum senyuman nya.
Sherkan berjalan masuk sambil berkata.
"Ke lantai bawah, aku takut kamu lapar jadi aku fikir mencoba untuk mendapatkan makan malam buat kamu"
Mendengar ucapan Sherkan, seketika Elvitania mengembang kan senyuman nya.
"Ahhh aku bisa melihat nya"
Sang suami langsung meletakkan nampan di atas meja yang terletak di depan posisi ranjang dimana mereka tidur..
"Mari mendapat kan makan malam bersama"
Ajak Sherkan lantas menarik satu kursi yang ada di dekat pintu, meletakkan kursi tersebut ke depan meja dimana dia meletakkan nampan berisi makanan tadi.
Bisa dilihat Dia menunggu Elvitania ikut duduk disana.
Perempuan itu mengangguk kan kepalanya secara perlahan, mendekati diri nya pada Sherkan kemudian mulai bersiap untuk makan.
Tapi laki-laki itu tiba-tiba mengambil sendok nya dan berkata.
"Biarkan aku yang menyuapi kamu"
Sejenak Elvitania menatap ke arah Sherkan.
"Tapi..."
Ucap Elvitania pelan.
"Bukan masalah, kemarilah"
Laki-laki itu bicara kemudian mulai memenuhi sendok tersebut dengan makanan, kemudian secara perlahan dia mulai mengarahkan nya ke arah sang istri, menunggu Elvitania membuka mulutnya.
begitu sang istri membuka mulutnya, Sherkan tampak mengembangkan senyumannya dia langsung menyuapi Elvitania dengan penuh semangat.
Elvitania menikmati makanannya sedikit demi sedikit membiarkan tangan cekatan Sherkan terus menyuapi dirinya.
kadangkala Sherkan ikut menyuapi dirinya sendiri, bersama sang istri menikmati makan malam mereka yang cukup terlewat.
__ADS_1
"Aku fikir akan melihat Hasna setelah ini"
ucapan Elvitania tiba-tiba.
"aku pikir kita memang harus melihatnya lebih dulu"
Sherkan menjawab cepat.
"apa tidak apa-apa mereka tinggal di kamar yang sama?"
tanyain Elvitania sambil menghentikan makannya.
"maksudku Arch dan Rubi tidak memiliki hubungan apapun, sedikit aneh saat melihat mereka tinggal di kamar yang sama"
tambah Elvitania lagi.
"mereka bertiga sayang bukan berdua, kamu tahu bagaimana Hasna ? sangat sulit sekali menolak keinginannya, Hasna pasti akan terus berada di tengah-tengah di antara mereka"
jawab Sherkan sambil mencoba menyakinkan Elvitania.
"tapi..."
Elvitania terlihat cukup ragu.
"bukankah mereka tidak pernah akur? Rubi dan Arch cukup Sulit berkomunikasi bersama, jadi Hasna bisa menjadi jembatan penghubung antara mereka"
Ucap Sherkan lagi.
Lanjut laki-laki itu sambil menatap dalam wajah Elvitania.
"Keadaan ini akan menguntungkan kedua belah pihak"
mendengar ucapan Sherkan, seketika Elvitania membulatkan bola matanya.
"Ini di sengaja?"
tanya perempuan itu sambil mengerutkan keningnya.
sang suami tanpa mengembangkan senyuman nya, dia menyentuh wajah Elvitania untuk untuk beberapa waktu.
"lebih kurang"
Seketika Elvitania menggeleng kan kepala tanda geli, dia baru paham kenapa tiba-tiba suaminya Mengubah rencana.
"Itu terdengar licik"
Sungut Elvitania.
"Tapi itu akan membuat hubungan mereka semakin membaik, kisah klasik kucing dan tikus memang seharusnya tidak terjadi di antara mereka"
"Baiklah aku akui kamu dan Hasna memang yang terbaik"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, Elvitania mencoba Meraih gelas air putih dan mulai meminumnya.
tapi tiba-tiba dia seolah-olah ingat dengan sesuatu.
"katakan padaku apa mungkin kejadian-kejadian yang dilakukan Hasna dulu di antara kita itu juga terkonsep dan terjadi atas kerjasama kalian?"
Elvitania tiba-tiba bertanya dengan tatapan penuh kecurigaan, dia terlihat memiringkan kepalanya.
Sherkan tidak menjawab, dia hanya mencoba mengulumkan senyumannya.
"Senyuman nya terlihat mencurigakan"
Rengek Elvitania.
"Aku fikir itu awalnya rencana Xena dan Rubi"
"What? kannnnnn"
seketika Elvitania terkejut.
"Akhhhhhh itu di direncanakan? sengaja? bahkan ciuman bibir itu juga sudah direncanakan?"
Tiba-tiba Elvitania terpekik spontan, wajahnya tiba-tiba memerah.
"No... Yang itu keluar dari rencana"
"Kalian jahat sekali"
Dia langsung Meraih tangan Sherkan, dengan perasaan geram dan malu langsung mencoba menggigit tangan suaminya.
"Awwww Elv berhenti"
Sherkan langsung memeluk Elvitania dengan cepat.
"Itu tidak adil, aku di kerjai"
Perempuan itu mencoba untuk menggigit dada suaminya dengan perasaan geram.
"Sayang jangan lakukan itu"
"Kalian jahat sekali"
Rengek Elvitania.
Rasanya saat ingat kejadian demi kejadian yang Hasna lakukan, dia merasa benar-benar malu.
"Tidak sayang, itu agar hubungan kita tidak terus memanas"
"Tapi Itu sangat memalukan"
"Tapi itu begitu manis sekali"
__ADS_1
Dan pada akhirnya candaan demi candaan serta godaan terus terdengar didalam kamar hotel tersebut.