Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Masih mewakilkan nya pada orang lain


__ADS_3

Begitu mobil terparkir kan di bagasi kanan mansion, sherkan bergerak turun dari dalam mobil nya kemudian berjalan cepat masuk ke dalam mansion.


Beberapa pelayan terlihat membungkukkan tubuh mereka kearah laki-laki tersebut, menyambut kedatangan nya dengan penuh hormat.


Ditangan kirinya nya, laki-laki itu memegang sebuah paper bag kecil berisi sesuatu, sedangkan tangan kanan nya dia memegang tas kerja nya.


BIbi Saimah buru-buru datang mendekat, meraih tas kerja Sherkan secara perlahan.


Seorang pelayan lain mendekat dan melepaskan jas Sherkan.


"Istri ku sudah makan malam bi?"


Tanya Sherkan pelan.


"Ya tuan"


Jawab bibi Saimah cepat.


"Dia sudah istirahat?"


"Ya tuan, sudah berada di kamar nya sejak tadi"


Sherkan mengangguk pelan.


"Dia tidak pergi kemana-mana seharian?"


"Tidak tuan"


Sherkan terlihat diam untuk beberapa waktu, membiarkan satu pelayan nya lagi selesai membuka jas Milik nya.


"Ajaklah dia pergi keluar besok bi, aku takut terlalu lama di rumah akan membuat dia menjadi cepat bosan"


"Ya Tuan"


Setelah memastikan jas nya di buka, dia menggulung lengan kameja nya secara perlahan kemudian laki-laki itu bergerak menuju ke arah belakang, melesat menuju ke arah ruang rahasia milik nya.


Jika biasa nya dia melesat masuk ke arah belakang, kali ini dia lebih memilih menuju ke arah sisi kirinya.

__ADS_1


Secara perlahan Sherkan memutar sebuah tombol dibalik lemari yang berdiri kokoh di hadapannya.


Ssrttttt


Takkkkkk


Seketika pintu Disisi kiri nya terbuka secara perlahan.


Laki-laki itu melangkah masuk kedalam.


Begitu dia masuk kedalam sana, seketika senyuman manis mengembang dibalik wajahnya.


Laki-laki itu langsung turun ke arah bawah melewati tangga, dia memanggil satu nama didalam sana.



"Sua? come"


Ucap Sherkan sambil menatap ke arah depan.




Dia bahagia akhirat laki-laki yang ditunggu datang juga.


Kucing tersebut secepat kilat melompat masuk ke dalam pelukan Sherkan, bergelayut manja sambil mengeluarkan suara halus nya.


"Aku akan memperkenalkan Kamu dengan seseorang"


Ucap Sherkan sambil menepuk-nepuk tubuh kucing tersebut.


Dia membiarkan tangan kanan nya menggendong kucing tersebut, dimana tangan kirinya sibuk mengeluarkan sesuatu dari paper bag yang di bawa nya sejak tadi.


Bola matanya tertuju pada satu susunan lemari yang dipenuhi berbagai macam bola kristal.


__ADS_1


secara perlahan Sherkan mengeluarkan bola kristal didalam paper yang dibawa nya tadi.


"Ini bola kristal Pertama kita tahun ini"


Ucap Sherkan sambil meletakkan bola kristal yang ada di tangan nya itu.



Setelah meletakkan benda tersebut, Sherkan langsung melesat membawa kucing yang ada di tangan nya menuju ke arah tangga, laki-laki itu mulai menaiki tangga dan keluar dari ruangan tersebut secara perlahan.


Seperti pertama dia masuk, begitu pula dia keluar.


Bibi Saimah terlihat telah berdiri di hadapan nya.


"Anda belum ingin membawa nona muda ke dalam?"


Bibi Saimah bertanya sambil menerima Sua ke pangkuan nya.


Alih-alih menjawab Sherkan hanya mengembangkan senyuman nya, dia menyentuh lembut kepala kucing tersebut kemudian berkata.


"Berikan Sua pada istri ku besok, dia pasti akan menyukai nya"


Bibi Saimah diam sejenak.


"Anda tidak ingin memberikan nya sendiri, tuan?"


Tanya bibi Saimah lagi.


"Aku fikir dia belum ingin berinteraksi secara langsung dengan ku, bibi bisa membantu ku untuk mewakili semuanya bukan?"


Lagi...bibi Saimah diam sejenak, wanita itu menghela pelan nafasnya.


"Baik tuan"


Jawab nya pelan.


Sejenak wanita itu menatap punggung Sherkan yang bergerak menjauhi dirinya.

__ADS_1


Bibi Saimah fikir hubungan tuan nya dan istri nya benar-benar terasa begitu rumit.


__ADS_2