
Kembali ke rumah sakit xxxxxxx.
Sejenak bola mata Alessia dan Yash menatap sepasang manusia yang duduk di hadapan mereka, usia mereka masih muda, mungkin yang perempuan sekitar 24 tahunan dan yang laki-laki sekitar 26 tahunan.
Kedua orang tersebut menampilkan kemesraan yang begitu mendalam, duduk tepat di hadapan mereka tersenyum sambil bercengkrama, sesekali mereka mengulas senyuman kearah Yash dan Alessia lantas mengobrol bersama.
Entah siapa yang mereka tunggu Yash dan Alessia tidak tahu, yang jelas siapapun berada di rumah sakit pasti tengah menunggu seseorang.
Tidak tahu juga apakah mereka sepasang suami istri atau kekasih yang jelas kedua orang tersebut terlihat begitu intim, setelah mungkin merasa cukup lelah bercengkrama dan mengobrol bersama, bisa mereka lihat perempuannya bersandar tepat di bahu sang laki-laki, terlihat begitu mesra dan membuat iri mata yang memandang.
Alessia seketika mencoba mengehela nafasnya, dia membuang sejenak pandangan nya.
Dia pikir pemandangan didepan membuat dia iri, bayangkan bagaimana rasanya melihat sepasang kekasih saling bercengkrama mesra kemudian saling menyadarkan diri dengan manja, katakanlah hati gadis mana yang tidak cemburu melihatnya.
Dia mana berani berharap hingga sampai ke tahapan tersebut, dibandingkan harus berharap lebih baik dia menepis pemikiran seperti itu karena dia tahu hubungan mereka mungkin tidak akan bergerak hingga sejauh itu.
Alessia cukup tahu diri dengan keadaannya dan juga pernikahan yang tidak benar-benar Yash inginkan.
Sejenak gadis itu menguap, entah berapa lama mereka menunggu di ruangan operasi tadi, sebenarnya masih terlalu dini untuknya berkata jika dia mulai mengantuk dengan keadaan, mengingat hari masih terlalu dini.
Tapi efek kurang tidur semalaman membuat dia cukup mengantuk di jam segini, dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dia juga proyek baru yang mereka kerjakan di mana perusahaan mereka berhasil tetap mendapatkan proyek bersama tuan scoot kemarin sehingga membuat jadwal tidur Alessia Cukup terganggu.
Bola matanya terlihat memerah dan berair, namun hatinya terus menatap gelisah ke arah ujung sana menuju ke arah pintu ruang operasi.
Bohong jika dia tidak khawatir dengan keadaan Tuan Khadafi, karena itu sejak tadi dia masih bertahan di sini untuk menunggu laki-laki tersebut.
Yash sejenak membuang pandangannya dia mengundurkan dasinya di mana saat ini dia masih menggunakan pakaian rapi kerjanya.
"Apa dia paman anda nona?"
Tiba-tiba perempuan yang ada di hadapan mereka bertanya dengan tatapan yang cukup serius.
"Apa?"
Yash langsung mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Paman?!.
Apa dia boleh mengumpat?!.
"Atau dia kakak tertua?"
Lagi Perempuan itu bertanya.
Itu masih terdengar bagus.
Batin Yash.
Mendengar pertanyaan perempuan yang ada di hadapan mereka sejenak membuat Alessia sedikit bingung, dia kemudian melirik ke arah Yash untuk meminta jawaban apa yang pantas diberikan kepada sepasang muda-mudi yang ada di hadapan mereka.
Yash memang terlihat seperti pamannya atau bahkan kakak laki-laki tertuanya, tapi sepertinya tidak terlihat seperti ayahnya, karena Yash meskipun berusia kepala empat lebih, laki-laki itu masih terlihat karismatik dan sedikit jauh lebih muda dari usia nya yang sebenarnya.
Melihat Alessia melirik ke arahnya Yash langsung mengerutkan keningnya seolah-olah bertanya.
"Apa?"
"Apa yang sebaiknya aku jawab?"
Alessia bertanya pelan.
Yash tidak menjawab, dia malah menatap kearah perempuan yang ada dihadapan nya.
"Jika aku bilang aku ayah nya, kalian percaya?"
Tanya Yash kemudian.
Mendengar pertanyaan laki-laki tersebut jelas saja membuat perempuan yang ada di hadapan mereka menaikkan ujung alisnya
"Aku tidak melihat nya seperti itu, anda masih cukup muda"
Ucap Perempuan itu lagi.
__ADS_1
Yash terlihat terkekeh kecil.
Melihat ekspresi laki-laki itu seketika membuat Alessia tertegun, ini kali pertama dia melihat Yash tertawa selama 2 tahun pernikahan mereka.
"Aku punya anak laki-laki seusia kalian"
Ucap Yash lagi.
Mendengar jawaban dari laki-laki di hadapannya perempuan itu jelas terkejut.
"Wow... Aku cukup terkejut mendengar nya, itu artinya usia anda mungkin sekitar 40 hingga 45 tahunan? Tapi anda terlihat jauh lebih mudah dari usia anda"
Puji perempuan itu cepat.
"Jadi dia putri anda? Dia begitu cantik"
Ucap perempuan itu lagi sembari mengembangkan senyumannya menatap ke arah Alessia.
Mendengar ucapan perempuan tersebut seketika membuat Yash mengerutkan keningnya.
"Tidak, dia bukan putri ku, dia istri ku"
Ucap nya cepat.
"Ya?"
Lagi Perempuan tersebut Bertanya bingung kearah Yash.
Alessia jelas langsung membulatkan bola matanya, menoleh kearah Yash dengan perasaan bingung.
Ini kali pertama Yash mengaku pada orang lain jika dia adalah istri nya.
"Yash aku..."
Alessia terlihat gugup, ingin bicara dan mengingatkan tapi tiba-tiba laki-laki tersebut berdiri karena dia melihat pintu ruang operasi terbuka secara perlahan hingga membuat Alessia ikut memalingkan wajahnya dan mengurungkan kata-katanya.
__ADS_1