
Kembali ke masa kini
Mansion utama Yash.
Bayangkan bagaimana ekspresi wajah malunya Yash dan Alessia saat ini ketika bibi Tory melihat apa yang terjadi pada mereka berdua, apakah mereka membutuhkan bantuan dan lain sebagainya saat ini Yash tidak tahu.
Laki-laki tersebut dengan secepat kilat mencari handuk yang digunakan oleh Alessia, kemudian dia buru-buru menutup tubuh alesia lantas langsung membenahi posisi nya, percayalah dia langsung berdiri dengan terburu-buru.
Persis seperti seseorang yang baru ketahuan mencuri sesuatu, rasanya begitu malu dan sangat luar biasa.
"Maafkan aku"
Dia membuang pandangannya, memilih tidak melihat kearah Alessia sembari laki-laki tersebut memijat-mijat kepalanya, rasa berdenyut-denyut tiba-tiba menghantam dirinya, dia tidak tahu berdenyut-denyut di bagian mana, yang jelas rasanya terlalu berdenyut-denyut saat ini bahkan dia tidak bisa menetralisir detak jantungnya yang terus berdetak 10 kali lebih kencang dari biasanya.
Sial.
Yash mengumpat di dalam hatinya, dia fikih bagaimana bisa hal memalukan seperti tadi terjadi, dia melihat seluruh bagian anggota tubuh Alessia yang tidak tutupi sehelai benang pun.
Bayangkan bagaimana rasanya dia mencoba menelan ludahnya, berapa lama dia tidak melihat properti tubuh seperti itu setelah kematian Hana, batal dia tidak pernah lagi berhubungan sedikitpun selama dia berpisah dalam kematian dengan istrinya.
Tidak pernah terlintaskan di kepalanya untuk melakukan sesi panas bersama perempuan lain diluaran sana, meskipun sejujurnya dia bisa membayar perempuan manapun yang dia inginkan dengan uangnya.
Tapi dia jelas masih memiliki iman dan juga masih bisa mengontrol hasratnya.
Tapi hari ini rasanya seolah-olah dia diberikan satu ujian besar yang mungkin tidak bisa dia hadapi dengan baik dan benar, dia mencoba menggeleng-gelengkan kepalanya dan berulang kali ber istighfar sejak tadi.
Hebat nya ada satu bagian di atas kepalanya yang berbisik dengan lancang dan kurang Ajar.
Yash.... lanjutkan, dia halal...apa kau lupa? Dia istri mu.
Yash.... Selesaikan malam ini juga, sudah berapa tahun kami cuti?!.
Yash.... Kau akan menyesali nya jika tidak melakukan nya malam ini.
Aishhhh benar-benar bisikan laknat.
Umpat laki-laki tersebut kesal.
"Apa kamu tidak apa-apa? Apakah ada yang sakit? Apakah kepalamu baik-baik saja?"
Barisan demi barisan pertanyaan tersebut meluncur dari bibir Yash, dia bertanya dengan nada khawatir namun juga masih sangat malu dengan kejadian tadi.
__ADS_1
Alessia buru-buru berdiri dari posisinya, jangan ditanya bagaimana malunya saat ini, apalagi saat laki-laki itu melihat seluruh tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benang pun.
Alessia memejamkan bola matanya karena rasa malu yang menerjang.
Tidak tahu mimpi apa semalam, tapi dia tidak pernah membayangkan jika kejadian seperti hari ini akan terjadi, seharusnya dia jauh lebih pintar dan mengantisipasi keadaan tadi agar kejadian seperti tadi tidak terjadi.
"Aku baik-baik saja"
Dia menjawab pelan, buru-buru membalikkan tubuhnya dengan cepat, mencari sesuatu didalam lemari pakaian nya.
Yash sendiri pada akhirnya bergerak menuju ke arah bibi Tory lantas berkata.
"Ini tidak seperti yang bibi dipikirkan"
Terkutuklah dirinya, rasanya sangat malu sekali saat dia harus menjelaskan sesuatu yang tidak seharusnya dia jelaskan kepada wanita tersebut tentang apa yang terjadi barusan.
Seandainya saja ada kaca transparan yang bisa melihat bagaimana wajahnya saat ini, sejujurnya rasanya memerah seperti udang rebus saking malunya dirinya saat ini.
Dia pikir apa mungkin wanita pelayan kepercayaan itu akan berpikir dia mencoba untuk memperkosa Alessia.
Tunggu dulu, bukankah Alessia istriku? Kenapa aku harus malu dengan apa yang terjadi?!.
No... Yash, sejak kapan kau benar-benar berpikir dia istrimu? Tentu saja itu sangat memalukan sekali! Kau seperti laki-laki yang menjilat air ludah mu sendiri.
No... Yash....kau sendiri dulu yang berkata kau tidak akan tergoda pada nya, bahkan meskipun dia telanjang sekalipun dihadapan mu.
Ohhhh sial...apa yang kalian perdebatkan.
Dia rasanya ingin menjerit di dalam hatinya saat di bagian kepala kiri kanannya seolah-olah ada yang saling menyahut antara satu dengan yang lainnya.
Bibi Tory sebenarnya bingung harus ke mana dia saat ini, wanita itu tampak tidak tahu harus melakukan apa, pergi dengan cepat dari kamar tersebut atau memungut pecahan kaca yang berhamburan.
Dan lagi dia pikir tuan nya itu terasa aneh saat berkata ini semua tidak seperti yang dia pikirkan, wanita itu bahkan berpikir bukankah tidak aneh sepasang suami istri berdua di kamar melakukan hal yang lazimnya layaknya sepasang suami istri, jadi kenapa tuannya harus mengeluarkan ucapannya yang sedikit tidak masuk akal, seolah-olah berusaha untuk menjelaskan jika keadaan memalukan yang dilihat nya tadi sebenarnya bukan seperti apa yang dia pikirkan.
"Maaf tuan, aku yang salah karena tidak ingat mengetuk pintu"
Wanita tersebut menjawab cepat sambil menundukkan kepalanya, dia siap dimarahi atau bahkan disalahkan karena kecerobohannya sehingga nyaris membuang gagal sesi percintaan tuan dan nona muda nya tersebut.
"Itu bukan masalah"
Yash buru-buru bicara, kemudian dia kembali berkata.
__ADS_1
"Bantu bereskan kekacauan ini bi, katakan pada Alessia aku akan menunggu dibawah"
Yash menoleh kearah belakang, bisa dilihat Alessia telah menghilang dari sana, dia pikir gadis tersebut pasti kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Hingga akhirnya Yash buru-buru kembali bicara pada bibi Tory.
"Bantu lihat Alessia apakah tubuhnya ada yang terluka, aku khawatir jika dia terluka karena insiden tadi"
Nada suara laki-laki tersebut terlihat begitu cemas, dia tidak sempat untuk melihat keadaan Alessia, karena penampilan tubuh gadis itu yang mengganggu, jadinya Yash tidak bisa untuk mengecek apakah ada yang terluka di bagian tubuh gadis tersebut atau tidak, karena posisi jatuh di mana dia yang yang menindih Alessia.
"ya?"
Bibi Tory terlihat bertanya dengan perasaan bingung, dia cukup tidak mengerti apa yang dimaksud oleh tuannya.
"Pokoknya Bibi hanya perlu bertanya pada Alessia apakah dia terluka, terutama coba lihat bagian kepala dan punggungnya"
Lanjut lagi tersebut lagi.
"baik tuan"
Meskipun dia tidak paham apa yang diucapkan oleh tuannya pada akhirnya wanita itu menjawab sembari menundukkan kepalanya.
Setelah itu laki-laki tersebut secepat kilat menghilang dari kamar tersebut tanpa berpikir dua tiga kali, meninggalkan bibi Tory Yang tiba-tiba menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Wanita itu menatap punggung tuannya untuk beberapa waktu kemudian dia buru-buru mengerjakan kembali tugasnya untuk membersihkan pecahan kaca dan juga segala sesuatu yang kacau di dalam kamar tersebut.
"Dimana Yash?"
Tiba-tiba Alessia bertanya kepada bibi Tory.
"Dia menunggu nona di bawah"
Wanita itu menjawab dengan cepat setelah dia hampir selesai membereskan semua kekacauan.
"Apakah ada hal buruk yang terjadi? Tuan Yash bilang dia takut kamu terluka"
Alih-alih menjawab apa yang ditanyakan oleh bibi Tory, Alessia dengan cepat berkata.
"Aku pikir dia mulai menyadari identitas ku, bi"
Alessia terlihat cemas, dia menatap wanita dihadapan nya tersebut cepat.
__ADS_1
Bibi Tory terlihat menghentikan gerakan tangannya.
"ya?"