
Elvitania naik ke mobil nya dengan gerakan terburu-buru, dengan perasaan kacau balau dia mencoba untuk menyalakan mobil nya.
Beberapa kali dia mencoba memasukkan kunci di mobil nya, tapi selalu gagal, tangannya terlihat begitu gemetaran, air matanya seketika jatuh tidak tertahankan.
"Please...."
Perempuan itu bicara sambil menahan tangisannya.
Elvitania ingat sekarang kenapa dia merasa dia mengenal bibi sibah ketika mereka bertemu Pertama kali.
Dia memang mengenal wanita itu dimasa lalu, bahkan ada hubungan pelik yang terjadi di antara mereka di masa lalu.
Wanita itu dulu mencoba memanipulasi sebuah kejadian mengerikan soal putri nya.
Menukar kenyataan pada dunia soal kejadian mengerikan yang menimpa putri kesayangan nya.
Yah bibi Sibah kala itu mencoba Menukar posisi putri nya dan dengan dirinya, mencoba menekan dirinya untuk mengganti kan posisi putri nya.
Padahal dia tidak tahu apa-apa, hanya tidak sengaja ada di lokasi kejadian dan menjadi saksi kunci dari kejadian malam itu.
Dia mulai paham kenapa dimasa dulu beberapa kali pertemuan dirinya dan Sherkan di manipulasi dan di ubah menjadi pertemuan dengan Zahir, dia paham kenapa ingatan nya menghilang Dimasa lalu sengaja di hilangkan.
Sedikit banyak bibi sibah sengaja untuk menipu seluruh ingatan nya, memanfaatkan perasaan Zahir dan menipu Sherkan juga dirinya.
Begitu Elvitania berhasil menyalakan mobil nya, dia langsung menjalankan mobilnya, mencoba untuk terus berkonsentrasi dijalanan, menyetir sambil berusaha untuk menekan kesadaran nya.
Rasa sakit dikepalanya tiba-tiba Menghantam.
__ADS_1
Sekarang dia tahu kenapa dimasa lalu ingatan nya di manipulasi, dia tahu Kenapa dia tidak di izinkan Bersama Sherkan, dia tahu kenapa wanita itu memanfaat Zahir untuk masuk menggantikan Sherkan dalam kencan yang di atur Sherkan untuk dirinya.
Selain karena ada sosok gadis lain bernama Liez yang mencintai Sherkan, bibi sibah takut dia masuk menjadi keluarga Azzura dan menganggap Elvitania sebagai sebuah ancaman untuk putri nya.
Bagaimana bisa?.
Elvitania bertanya didalam hatinya, tangan kirinya sejenak mencoba memegang pelan keningnya untuk beberapa waktu.
Begitu tiba di mansion utama Sherkan, seketika Elvitania Mencoba turun dari mobil nya dan berjalan tertatih-tatih menuju ke arah dalam.
Sherkan? Zahir?.
Dua nama itu terus mengganggu Fikiran.
Beberapa keping ingatan soal masa lalu menghantam Dirinya.
"Elvitania, sayang?"
"Elv kemarilah"
"Aku Fikir bukan Zahir yang menyelamatkan kamu, apa kamu yakin itu Zahir? mereka terlihat berbeda Elv"
"Elvitania, bukan kah ini buket bunga dari perusahaan Azzura? tapi kenapa stempel nya jadi berganti?"
"Aku fikir seorang wanita datang kemari, dia bilang dia salah meletakkan nama nya di buket bunga nya"
Elvitania berusaha memegang kepalanya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Elvitania... sayang lihat aku"
"Elv bertahan lah, lihat mata ku, bertahanlah"
"Elvitania, Elvitania, ini aku, buka mata mu, aku mohon Elv"
Bayangan dan suara Sherkan serta Zahir terus bergerak secara bergantian di kepalanya, seketika air mata Elvitania tumpah, dia berjalan dengan langkah sempoyongan.
"Elvitania?"
Sherkan terlihat mengerutkan keningnya, dia berdiri di depan pintu rumah.
Melihat Elvitania terlihat seperti orang kebingungan, seketika Sherkan berlarian mendekati sang istri.
"Elvitania?"
Melihat Sherkan telah berdiri dihadapan nya, seketika Elvitania kehilangan kesadaran nya.
"Elv...."
Sherkan berteriak panik, meraih tubuh Elvitania secepat kilat.
"Tuan ada apa?"
Bibi Saimah berteriak histeris.
"panggilkan dokter, panggilkan dokter"
__ADS_1
Pekik Sherkan panik sambil menggendong Elvitania secepat kilat menuju ke dalam.