
Bagi Elvitania pemandangan didepan nya terlalu indah.
Disatu sudut sebuah meja tertata dengan rapi, Elvitania fikir itu sebuah ruangan, rupanya itu satu tempat yang adalah teras yang menghadap langsung ke arah Sunset Beach Dubai atau disebut juga Umm Suqeim Beach dimana disebut sunset tempat itu biasa nya menyuguhkan panorama matahari terbenam yang indah seperti namanya. Sebagian besar pengunjung biasanya mengambil selfie saat senja dengan Burj Al Arab di latar belakangnya yang jauh.
Salah satu hal menarik lainnya dari pantai menawan ini adalah pengunjung dapat menikmati kesenangan berenang di malam hari.
Di sisi kanan nya terdapat sebuah meja makan yang telah di tata dengan begitu indah, warna merah putih menambah nuansa indah disana berteman Kan semilir angin malam yang terus berhembus menerpa kulit dan wajah dimana yang Elvitania yakini itu akan dijadikan satu tempat makan malam romantis bersama.
Dan yang mengejutkan kan di depan sana sebuah pemandangan yang bisa membuat mata terbelalak melihat nya Di mana terdapat tulisan kata-kata.
Will you marry me?.
Dan ada yang Lebih membuat Elvitania terpana, Sherkan tampak duduk sambil menjongkok kan tubuhnya, menampilkan sebuah cincin indah di dalam kota bludru mendominasi berwarna merah.
Elvitania jelas menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya, menatap Sherkan yang menjongkok kan tubuhnya di hadapan nya dengan bola mata berkaca-kaca.
"Sherkan?"
Dia sedikit tercekat.
"Elvitania, Tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. karena, syarat pernikahan yang langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama."
Ucap Sherkan tiba-tiba.
"Lucu nya itu terus terjadi pada ku dari dulu hingga sekarang, awal pertemuan di elevator, ketika gadis cerewet itu terus berceloteh dengan penuh semangat dihadapan ku"
"Kemudian pertemuan berikutnya di ruangan gelap dimana dia bilang aku sosok makhluk sakral yang bernama genduruwo"
__ADS_1
Sherkan mencoba mengingat-ingat kan moment pertemuan demi pertemuan mereka.
"Kemudian ciuman pertama yang terjadi di kolam renang Hillatop"
Seketika kenangan manis itu ikut melintas di kepala Elvitania.
"Lalu setelah itu pertemuan demi pertemuan manis yang terus terjadi tapi di manipulasi, bahkan pertemuan di lift dimana si cerewet terus berceloteh membuat aku begitu ingin sekali menutup mulut cerewet nya dengan ciuman manis yang tidak bisa aku hentikan"
Seolah-olah Dejavu, semua terus terlintas di ingatan Elvitania.
Begitu manis semua pertemuan demi pertemuan mereka yang telah dia lupakan, berganti kenangan dengan kenangan nya bersama Zahir.
"Will you marry me?"
Pertanyaan Sherkan membuat Elvitania menatap dalam wajah laki-laki dihadapan nya itu.
Dia terdiam untuk waktu yang cukup lama, tidak mengeluarkan suaranya sama sekali sejak tadi.
Ada sejuta kecemasan yang tercetak dibalik wajah Sherkan, jantung nya jelas berdetak dengan begitu kencang, adakah mungkin Elvitania menolak lamaran nya?.
Dia menyusun konsep lamaran ini sejak di Indonesia, ingin membuat moment bahagia itu di Dubai, menjadikan nya sebagai kenangan paling indah di antara mereka.
Mencetak nya dalam sebuah sejarah soal hubungan naik turun bagaikan permainan rollercoaster yang paling ekstrim di dunia
Tapi melihat reaksi Elvitania jelas membuat khawatir Sherkan.
"Sherkan..aku"
"Apa kah ekspresi itu menyatakan ini sebuah penolakan?"
Tanya Sherkan sambil terus menatap dalam bola mata sang istri nya.
Alih-alih menjawab Elvitania terlihat menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Sherkan hanya bisa menarik pelan nafasnya, seolah-olah harapan nya perlahan menghilang.
"Bukankah kita sudah menikah? bagaimana bisa kamu melamar ku lagi lalu mengajak ku menikah sekali lagi?"
Tanya Elvitania tiba-tiba dengan jutaan protesan nya, dia tiba-tiba menangis sambil kedua punggung tangannya mencoba menahan air mata nya yang terus tumpah.
Dan bisa dibayangkan bagaimana ekspresi Sherkan saat ini, laki-laki itu diam sejenak kemudian tiba-tiba tawa nya pecah.
"Tapi aku belum pernah membuat lamaran secara resmi bukan?"
Tanya laki-laki itu sambil mencoba menahan perasaan nya, antara sedih bercampur bahagia.
Alih-alih menjawab pertanyaan Sherkan, Elvitania lebih suka melepaskan cincin pernikahan mereka, memindahkan nya ke tangan kanan nya kemudian dia mengulurkan tangan kirinya, membiarkan Sherkan kembali menyematkan cincin di cari Manis nya.
"Bagaimana bisa aku punya dua cincin dari satu pria?"
Lagi dia protes sambil terus menahan isakan nya.
"Suami ku mulai menggila"
Alih-alih peduli protesan Elvitania, Sherkan langsung menyematkan cincin di jari manis Elvitania.
kemudian Sherkan langsung berdiri sambil menatap dalam wajah sang istri nya.
"Bukankah aku menggila karena satu perempuan saja?"
Tanyanya sambil menyatukan dahi mereka.
Sepersekian detik kemudian secara perlahan Sherkan mulai menyatukan bibir mereka untuk waktu yang begitu lama.
__ADS_1