
Bola Mata Sherkan terlihat fokus menyetir Sejak tadi, mereka keluar dari kediaman orang tua Sherkan lewat dari pukul 10 malam.
Tiba-tiba Hasna bilang dia minta dibelikan beberapa cemilan ringan, mau tidak mau laki-laki itu mencoba mencari warung di pinggiran jalan.
Mobil yang mereka naiki perlahan menepi menuju ke salah satu warung besar di pinggiran jalan.
Setelah menepi Sherkan buru-buru keluar dari mobil nya, tapi Hasna langsung merengek.
"Aku mau ikut, mau pilih-pilih aunti"
Hasna bicara langsung berusaha untuk meminta Elvitania membuka pintu di mana mereka duduk.
Pada akhirnya mau tidak mau Elvitania ikut turun, menggendong Hasna Secara perlahan.
Sherkan terlihat memilih beberapa jenis makanan ringan, bahkan laki-laki itu memilih beberapa jenis minuman.
Elvitania jelas mengerut kan keningnya, dia fikir kenapa pilihan laki-laki itu begitu buruk soal makanan yang harus dikonsumsi anak-anak.
"Uncle... uncle..."
Hasna seketika berteriak ke arah Sherkan, gadis kecil itu mengulurkan kedua tangan nya, meminta Sherkan gantian menggendong dirinya.
Dengan perasaan ragu-ragu Sherkan menoleh kearah Elvitania, menunggu izinnya untuk memindah posisi Hasna.
Laki-laki itu meletakkan keranjang belanjaan nya sejenak.
Sherkan pada akhirnya meraih Hasna, begitu melihat Elvitania mencoba menyerah kan Hasna pada nya, laki-laki itu pada akhirnya memindahkan Hasna kedalam gendongan nya.
Bisa mereka rasakan ketika kulit mereka bersentuhan secara perlahan, secara refleks Elvitania menepis tangan nya, masih merasakan perasaan jijik atas peristiwa malam itu jika kulit mereka tiba-tiba bersentuhan.
__ADS_1
Sejenak Elvitania membuang pandangannya ketika bola mata mereka kembali tidak sengaja bertemu.
Elvitania buru-buru meraih keranjang yang di letakkan Sherkan di lantai.
Begitu Sherkan berjalan ke arah depan untuk mencari makanan lainnya, Elvitania terlihat mulai Menukar beberapa cemilan yang dipilih Sherkan.
Laki-laki itu sejenak mengerutkan keningnya, dia lihat Elvitania lebih suka memilih beberapa makanan yang mengandung susu, menghindari coklat dan juga permen, tidak memilih minuman kaleng atau minuman gelas dengan kadar pengawet yang tinggi.
"Elv..."
Seketika Sherkan memberanikan diri untuk bicara.
"Bisa jangan buang cemilan kentang nya? juga minuman soda nya? aku fikir aku membutuhkan nya"
Laki-laki itu bicara pelan sambil menatap minuman dan makanan pilihan nya yang di singkirkan oleh sang istri.
Mendengar Sherkan bicara dengan tiba-tiba ke arah dirinya, sejenak Elvitania diam.
Alih-alih menjawab, Elvitania kembali meraih Snack kentang yang dia singkirkan tadi tapi Perempuan itu sama sekali tidak mengambil kembali minuman soda nya, dia malah melengos pergi meninggalkan Sherkan, menuju ke lemari pendingin kemudian meraih minuman lain.
Laki-laki itu Sejenak bengong kemudian dia mengembangkan senyuman nya.
"Uncle tersenyum? kenapa?"
Hasna bertanya pada Sherkan karena dia Fikir tidak ada yang lucu saat ini.
"Hanya ingin tersenyum sayang"
"Ahhh apa untie membuat uncle bahagia?"
__ADS_1
Hasna bertanya sambil memiringkan kepalanya.
"Hmmm bisa dibilang begitu"
Pada akhirnya sang pemilik warung mulai menghitung belanjaan mereka.
"Putri nya cantik sekali"
Puji wanita bertubuh gemuk yang merupakan sang pemilik warung.
"Ah?
Elvitania jelas bingung mendengar ucapan wanita itu.
"Mama yang cantik, Papa yang ganteng dan anak perempuan yang begitu imut-imut, benar-benar Keluarga kecil yang sempurna"
Ucap wanita itu lagi sambil terus menghitung belanjaan mereka dengan kalkulator nya.
"Belum ingin menambah adik? putri kalian sudah cukup dewasa"
Lanjut nya lagi.
Elvitania seketika menyentuh pelan tengkuknya, Sherkan hanya mengembangkan senyuman nya.
Hasna yang mendengar ucapan wanita itu langsung menyahut.
"Aku mau adik, adik laki-laki juga boleh"
Sahut gadis kecil itu dengan wajah berseri-seri.
__ADS_1
"Itu terdengar sempurna, sepasang anak itu baik"
Ucap wanita itu sambil mengembangkan senyuman nya, lantas wanita itu mulai menyebutkan total belanjaan mereka.