Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Part 6 Y & A


__ADS_3

Restoran xxxxxxxx


Pusat kota.


Bola mata laki-laki tersebut sejak tadi menatap lurus ke arah depan, menatap satu sosok gadis yang kini berjalan kearah dirinya.


Kehidupan pernikahan nya sangat kompleks, istri yang sakit parah menunggu waktu untuk mengahadap ilahi dan desakan menikah lagi dari orang tua agar ada yang mengurus nya, permintaan turun ranjang dari adik ipar dan juga desakan mertua semakin menyulitkan dirinya belum lagi pada akhirnya istri nya yang memutuskan untuk memecahkan persoalan tentang semua nya.


"Aku punya kandidat gadis yang bisa menggantikan posisi ku menemani kamu dan mengurus perusahaan setelah aku mati"Sebaris kata itu di ucapkan oleh istri nya.


"Kamu gila"Dia jelas menolak nya, dia mencintai istrinya dan desakan menikah lagi dari sisi kiri kanan dimana istrinya jelas tidak akan lama lagi tiada karena sakit parah nya membuat dia ingin sekali berteriak sekuat tenaga.


"Lebih gila mana? menikah dan turun ranjang dengan adik tiri ku setelah aku mati atau menikah dengan gadis pilihan ku?"


"Aku tidak memikirkan untuk menikah lagi"


"Kita tidak memiliki pilihan, papa pasti akan mendesakmu kedepan setelah kematian ku agar kamu menikah dengan putri kesayangannya"


Mertua nya sudah gila menurut laki-laki tersebut.


"Gadis pilihan ku jelas gadis yang baik"Istri nya berulangkali menyakinkan dia.

__ADS_1


"Kenapa kamu berfikir jika dia adalah gadis yang baik? di pertemuan pertama kemarin kami, tidak kah kamu tahu? penampilannya sangat mengganggu diriku"


Laki-laki tersebut mencoba untuk protes, dia pikir gadis yang dipilih istri nya dan pernah sekali dia temui Kemarin jelas bukan gadis yang baik mengingat bagaimana penampilannya ketika mereka bertemu tempo hari.


gadis itu seperti bukan gadis baik-baik, di mana pakaian serta dandanan gadis itu terlihat sangat mencolok dan mencerminkan seolah-olah gadis itu adalah gadis yang bekerja di tempat kurang baik.


Mungkin klub malam dan lain sebagainya, entahlah dia enggan memikirkan nya.


"Bukankah aku sudah bilang? aku tidak mau memberikan pembelaan pada nya, tapi itu bukan penampilan aslinya, seseorang menipu dirinya di hari pertemuan pertama kalian, aku jelas mencurigai adik tiri ku, tapi aku tahu kamu tidak akan percaya itu karena pada akhirnya kamu akan berkata menuduh seseorang itu tidak baik"


"Sayang"


"Aku tidak pernah meminta apapun padamu, sekali ini saja aku mohon kabulkan keinginanku hingga nanti jika aku mati aku akan tenang meninggalkan kamu dan anak-anak"


Pada akhirnya bisakah seorang laki-laki tersebut menolak keinginan orang yang begitu dia cintai?!.


"Jangan berharap lebih pada pernikahan kami, mungkin pada akhirnya aku hanya akan menyakiti dia"Laki-laki tersebut bicara pelan sembari menatap balik bola mata istrinya.


"Seperti kataku kemarin bukankah aku bilang aku tidak memintamu untuk jatuh cinta padanya, tapi aku tidak akan marah dan aku Redho serta ikhlas seandainya suatu hari kamu memang benar-benar jatuh cinta pada dirinya nya"


Kata-kata yang dilontarkan oleh istrinya terasa begitu menyayat perasaannya, sejujurnya dia tidak rela mendengar ucapan istrinya tersebut tapi dia lebih memilih dia daripada memperdebatkan tentang banyak hal.

__ADS_1


Dan pada akhirnya penolakan laki-laki yang terjadi mati-matian tetap gagal, dia yang berada di dalam banyak tekanan keadaan membuat laki-laki itu mau tidak mau menerima keadaan tersebut dengan berat hati.


Apalagi kondisi istri nya semakin lama semakin tidak membaik, perempuan itu kini bahkan harus menggunakan kursi roda nya untuk bergerak kemana-mana.


Dokter pribadinya bahkan berkata Waktu istri nya seolah-olah semakin menyempit ketika melakukan pemeriksaan terakhir kali nya.


Tapi gila nya istrinya masih memaksakan diri pergi dengan pelayan kepercayaannya untuk mendatangi dirinya ke perusahaan nya.


Mendesak dirinya agar menikah lagi dalam waktu dekat, dan secara kebetulan mempertemukan Istrinya dengan adik tiri istrinya di dalam ruangan kerjanya.


Dan kemarahan sang istri semakin membuncah.


"Jika kamu tidak melakukan nya, maka mari mengurus surat perceraian kita, setelah kematian ku mari tidak mengurus aku lagi, anggaplah kita sudah tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya, jika satu hari kau harus menikah dengan adik tiri ku maka putuskan hubungan antara kamu dan anak-anak juga"


Ucapan istrinya kemarin benar-benar menyakiti perasaannya, pada akhirnya nya laki-laki itu hanya bisa mengeratkan rahangnya sembari menggenggam telapak tangannya dengan pandangan nanar ke arah istrinya.


Dan kini di sinilah tempatnya saat ini, setelah dia menghubungi Alessia dan membuat janji temu semalam, gadis gadis pilihan istrinya dan berkata akan datang ke tempat tujuan yang telah ditentukan sesuai dengan waktu yang telah dia sebutkan.


Laki-laki tua kembali menatap ke arah depan, di mana posisi duduknya bisa menembus arah pintu masuk restoran yang dia datangi tersebut.


Laki-laki tersebut melirik ke arah jam tangannya, dia pikir mungkin dia terlalu cepat menunggu disana, jadi wajar saja dia belum menemukan gadis tersebut saat ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya bola matanya menatap ke arah depan di mana sosok yang pernah dia temui satu kali sebelumnya berjalan dengan bergeser-gesa masuk dari arah pintu depan, ekspresi wajah gadis tersebut terlihat begitu panik dan terburu-buru, membuat laki-laki tersebut mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.


__ADS_2