Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Terciduk


__ADS_3

Catatan \= Ada yang tanya kok bisa ketukar ga ketahuan bayi Britania dan Violet? kan bayi Britania dan Ming oriental sedangkan bayi violet dan Ghanem nggak.


Jawaban \= Mak author ga pernah bilang bayi, tapi Mak Author bilang Awal mula putra violet dan Britania AKAN di tukar ingat akan ditukar yah Mak.


Jadi Mak author ga bilang bayi tapi putra, usia nya juga bisa masih remaja, muda, tua atau gimana kan belum tahu sebab itu buat teka-teki para readers nebak-nebak sendiri kisah nya selagi Mak author update novel nya😁🤭.


*****


Kembali ke masa kini


Mansion utama Sherkan


Kamar utama


Setelah menikmati moment dimana Elvitania berkata "I love you" didalam kamar mandi tadi nya, Sherkan tampak terus mengulum kan senyuman nya.


Ada jutaan rona bahagia didalam wajah nya karena pada akhirnya dia mendengar kata paling sakral dari bibir sang istri nya.


Sherkan fikir selama ini mungkin perasaan nya tidak akan terbalas, mengingat bagaimana Elvitania bersikap begitu dingin pada dirinya.


Meskipun mereka pernah saling menginginkan di masa lalu, bayang-bayang Zahir jelas menghantui dirinya.


Meskipun pertemuan mereka dimanipulasi oleh bibi kedua dan ada campur tangan nenek Sunita juga Britania, Sherkan tetap takut Elvitania belum mau membuka hati untuk dirinya mengingat bagaimana mereka kembali bertemu di malam kelam kala itu.


Hampir 1½ tahun menunggu pada akhirnya kata-kata sakral tersebut keluar juga dari bibir Elvitania.


I love you.


Bukan kah itu terdengar begitu manis?!.


Bayangkan ketika seorang Sherkan mendengar kata-kata itu dari mulut istri nya sendiri.


Dunia seolah-olah menjadi milik nya sendiri saat ini.


"Sayang"


Sherkan bicara pelan ke arah Elvitania sesaat setelah dia selesai menggantikan pakaian istri nya.


"Hmm?"


Elvitania bertanya sambil menatap wajah suaminya.


Sherkan mulai bergerak mencari sisir rambut,. setelah mendapat kan apa yang dia cari, dia mulai merapikan rambut istri nya.


"Mari pergi berlibur"


Ucap Sherkan perlahan.

__ADS_1


Dia terus merapikan rambut Elvitania sedikit demi sedikit.


"Berlibur?"


Elvitania bertanya sambil menatap ke arah cermin, menelusuri kaca besar tersebut di mana Sherkan terlihat begitu sabar mengurusi diri nya.


Saat ini Mereka duduk tepat di hadapan kaca besar lemari tolet, bisa Elvitania lihat suami nya sedikit pun tidak mengeluarkan keluhan lelah nya dalam mengurusi dirinya.


Padahal jika suami orang lain mungkin sudah enggan mengurusi istri nya ketika mereka lelah bekerja, berkutat dengan jutaan kegiatan dan permasalahan yang mungkin menumpuk di kantor, tapi Sherkan sana sekali tidak menampilkan ekspresi berat nya dalam mengurusi Dirinya.


"Kali ini benar-benar liburan bersama, anggap saja ini liburan bulan madu untuk kita"


Ucap Sherkan lagi.


Mendengar kata bulan madu seketika wajah Elvitania memerah karena malu, ahhh dia fikir dia cukup lama tidak melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.


"Tapi kita akan menunggu kamu hingga benar-benar pulih hmm"


Sang suami nya berkata sambil menyelesaikan pekerjaan tangan nya.


Laki-laki itu mulai mengangkat tubuh Elvitania menuju ke atas kasurnya.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan?"


Tanya Elvitania sedikit bimbang, dia fikir apa suami nya bisa meluangkan waktu untuk mereka berlibur?.


"Xena dan suami nya yang akan menghandle perusahaan selama kita berlibur"


Dia duduk disamping istri nya sambil menyentuh lembut wajah sang istri.


"Kalau kamu keberatan, kita bisa membatalkan nya"


Laki-laki itu bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


Elvitania buru-buru menggelengkan kepalanya dan menjawab.


"Tidak, aku tidak keberatan, kamu bisa menyusun jadwal nya"


Mendengar ucapan sang istri nya jelas membuat Sherkan mengembangkan senyuman nya, seolah-olah mendapatkan angin segar dia jelas langsung merasa bahagia.


"Hingga kamu benar-benar sehat, kita baru akan pergi"


Laki-laki itu bicara sambil menatap dalam bola mata Elvitania.


Kemudian secara perlahan Sherkan mendekat kan wajah nya ke arah Elvitania, lagi... laki-laki itu melesat kan ciuman nya.


Elvitania fikir ini akan sebentar seperti sebelum-sebelumnya tapi kali ini rupanya tidak seperti biasanya, Sherkan mendarat kan ciuman nya Begitu lama.

__ADS_1


Perempuan itu memejamkan perlahan bola matanya,dia menikmati ciuman manis yang diberikan sang suami nya untuk waktu yang cukup lama.


Begitu lembut dan hangat, seperti candu baru yang sulit di tolak oleh nya.


Sherkan fikir hanya ingin melakukan nya sejenak tapi rasanya jadi begitu menggoda, tidak tahu kenapa mata nya menggelap, dia memperdalam ciuman nya dan memeluk perlahan pinggang Elvitania.


Laki-laki itu mencium istri nya dengan begitu perlahan, takut menyakiti nya dan bergerak sangat lembut dan Begitu tenang.


Ingin rasanya dia melepaskan ciuman nya tapi hati menolaknya, apalagi saat Elvitania secara refleks membalas gerakan nya dan melingkarkan tangannya pada lehernya malah semakin membuat hasrat Sherkan meningkat.


Oh god apa yang dia fikirkan!?.


Dia tiba-tiba mengeras.


Tidak, Sherkan ini belum waktunya.


Dia ingin berhenti, tapi hati nya mendustai dirinya, seolah-olah setan kecil berbisik pada nya.


Tiduri dia.


"Ehemmm ehemmm"


Ditengah ciuman yang semakin memanas satu suara memecah suasana.


Sherkan dan Elvitania seketika terkejut dan melepas kan ciuman mereka.


"Kau tahu menantu ku masih sakit nak? tubuh nya belum begitu kuat dan sangat buruk sekali saat kamu lupa menutup pintu kamar kalian"


Suara yang tiba-tiba datang itu mengejutkan Elvitania, dengan cepat dia mendorong tubuh Sherkan, wajah perempuan itu seketika memerah.


Mama mertua nya datang sambil membawa Satu nampan makanan.


Sherkan jelas ikut merasa terkejut dan malu, baru kali ini wajah nya memerah karena merasa malu dengan perbuatannya.


"Ma aku akan pergi ke kantor, bantu aku Menjaga Elvitania"


Sherkan bicara cepat lantas mencium lembut puncak kepala istrinya kemudian dia mencium lembut pipi Mama nya.


"Kamu pulang malam?"


"Tidak, aku akan pulang lebih sore dari biasanya"


Setelah berkata begitu Sherkan buru-buru melesat pergi dari kamar tersebut.


Elvitania fikir suaminya benar-benar tidak bertanggung jawab, setelah melakukan semuanya, laki-laki itu meninggalkan dirinya dengan Mama nya.


Bagaimana dia menahan perasaan malu nya soal kejadian tadi coba?!.

__ADS_1


Dasar!.


Gerutu Elvitania dalam hati, kemudian Perempuan itu mencoba memegang tengkuk nya karena malu.


__ADS_2