Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 33 Y & A


__ADS_3

Alessia membuang pandangannya, dia pikir dia telah menyelesai kan sedikit tugas nya atas kekacauan yang dilakukan oleh Diana hingga nyaris membuat proyek mereka yang terbaru kacau balau.


tidak dibayarkan bagaimana jika tuan Scoot bener-bener membatalkan proyek kerjasama mereka, Yash jelas telah bekerja dengan sangat keras demi proyek tersebut, tidak bisa jika proyek itu gagal berjalan dan tuan Scoot mengundurkan diri dari proyek tersebut.


apa yang dilakukan oleh Diana, Alessia pikir Diana benar-benar bergerak cepat dengan sangat luar biasa seolah-olah perempuan itu telah mengatur semuanya agar diri nya dan Yash sampai pada titik rendah atas gosip nyata yang dikeluarkan oleh perempuan tersebut.


bukan hanya proyek bersama tuan scoot yang nyaris dikacaukan oleh Diana, bahkan suasana perusahaan menjadi sedikit tidak mengenakkan ketika orang-orang tahu jika dia dan Yash merupakan sepasang suami istri dan status tersebut disebut juga rempah-rempah selama bertahun-tahun.


Bahkan bagaimana gosip terus keluar, bahkan pandangan beberapa karyawan menjadi terlihat ada terhadap dirinya, tidak mengerti apakah mereka menyukainya atas sebenarnya mereka sangat benci pada Alessia.


Kedua orang tersebut pada akhir nya sama sekali tidak bicara sejak tadi selama di dalam perjalanan dengan mobil yang Alessia dan Yash naiki.


Yash memilih untuk terus menghisap rokok yang ada di salah satu tangannya sejak tadi, di mana satu tangan yang lainnya sibuk menyetir mobilnya tersebut, Laki-laki tersebut sengaja membuka kaca sampingnya membiarkan tangan yang memegang rokok terjuntai keluar secara perlahan.


Suasana malam dimana jalanan terlihat legang menambah keheningan di antara kedua anak manusia tersebut. Mereka sepasang suami istri yang terlihat asing Seolah-olah tidak mengenal antara satu dengan yang lainnya.


Yash menghisap kembali rokok milik nya, memilih menikmati aroma malam yang menyeruak masuk kedalam hidungnya, wangi malam terasa begitu dingin, angin nya menampar wajah Yash secara perlahan dibalik kaca mobil yang terbuka sempurna.


Kepala Yash terus terasa berdenyut-denyut Sejak tadi, dia merasa keadaan saat ini menjadi begitu sulit dan rumit, membuat dia harus menghela nafas nya berkali-kali dan berkata didalam hati nya jika semua pasti baik-baik saja.


Kedua orang tersebut sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing di mana hanya tercipta keheningan diiringi dari suara mesin mobil yang begitu halus yang menemani mereka saat ini.


Alessia sejenak melirik kearah Yash, dia menelisik rahang kokoh milik laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, entahlah dia sangat suka memandangi wajah laki-laki itu sejak sebelum mereka menikah bahkan sejak pertama kali mereka bertemu.


Apakah dia kehilangan akal warasnya? Alessia sering sering bertanya-tanya di dalam hatinya sendiri, apakah dia benar-benar bodoh telah jatuh cinta dengan laki-laki matang tersebut, dimana laki-laki itu hampir pantas menjadi ayahnya ketimbang suaminya.

__ADS_1


Namun sama sekali tidak bisa Alessia pungkiri, dia jatuh cinta pada Yash sejak lama, bahkan sejak dulu sebelum mereka bertemu pertama kali sebelum perjanjian pernikahan.


Anggaplah dia bodoh, mencintai dalam diam laki-laki yang bahkan Jangankan mau membalas perasaan nya, bertahun-tahun menikah saja laki-laki tersebut enggan melihat wajah nya, menatap bola matanya saja Yash malas Apalagi ingin membalas perasaan Alessia.


Sejenak Alessia menyentuh luar Kalung yang ada di leher nya, dimana kalung tersebut tertutupi oleh kerah pakaian nya, membiarkan diri menikmati keindahan kalung yang terus disembunyikan oleh nya dibalik leher indah nya.


Alessia menghela pelan nafasnya untuk beberapa waktu, ada rasa bahagia yang terselip didalam hati nya setelah bergerak menyibak tabir masa lalu.


Rupanya itu adalah kamu, paman!.


Batin nya pelan.


Pada akhirnya gadis tersebut terlihat mengulum senyuman nya, dia mencoba melepas kan tangan nya kemudian dia bergerak meraih handphone nya sejenak dari dalam tas nya.


Dia memiliki tubuh berisi dengan tinggi badan proposional meskipun usia nya hampir memasuki usia 45 tahun, tidak dipungkiri garis-garis halus mulai terlihat namun itu sama sekali tidak mengurangi kadar ketampanan nya, melainkan semakin menambah kesan macho dan keren karena dia benar-benar memiliki tampang seperti sugar Daddy pada umumnya, percayalah dia akan masuk dalam daftarkan top 3  besar sugar Daddy versi majalah Forbes internasional.


Jadi sangat tidak mengherankan ketika para karyawan di Khalid company berusia muda berlomba-lomba untuk menarik perhatian nya, percayalah dia dan putra nya Kallan, orang-orang akan berkata dia lebih macho dan terlihat jauh lebih menggairahkan dari pada putra nya sendiri saat ini.


Laki-laki tersebut menghisap sisa terakhir rokok nya dengan berat, dia kemudian membuang sisa batangan rokok yang ada di tangan nya ke jalanan mengingat mereka bukan lagi berada di pusat kota melainkan di jalanan sepi nyaris tidak ada yang berlalu lalang disana.


Sejenak laki-laki tersebut melirik kearah Alessia, dia melihat gadis tersebut tengah tersenyum sembari menatap ke layar handphonenya.


Laki-laki tersebut seketika mengerutkan keningnya, satu pemikiran tidak-tidak menghantam jiwanya.


Ada apa dengan mu, Yash? Sialan kau!.

__ADS_1


Yash mengumpat dirinya sendiri didalam hati nya.


Dia benci melihat Alessia tersenyum menghadap kearah handphone nya sendiri.


Yash secara perlahan menaikkan kaca mobil nya, kemudian dia pada akhirnya kembali melirik kearah Alessia.


"Mari bicara sedikit serius saat ini"


Ucap Yash tiba-tiba mencoba memecahkan kesunyian diantara mereka berdua.


Mendengarnya Yash bicara dibalik telinga, seketika membuat gadis itu menoleh dengan cepat, dia mengabaikan handphonenya dan bola matanya menatap ke arah Yash dimana laki-laki tersebut tidak balik menoleh kearah dirinya.


"Ya?"


Alessia bertanya pelan, dia mengerut kan keningnya dan bertanya-tanya apa yang ingin dibicarakan oleh laki-laki tersebut saat ini.


"Mari menambah kontrak penikahan nya 2 tahun lagi"


Ucap laki-laki tersebut kemudian pada Alessia, sembari bola mata laki-laki tersebut kini melirik ke arah Alessia, mendengar hal Itu untuk membuat gadis tersebut cukup terkejut.


bayangkan bagaimana ekspresi yang dikeluarkan oleh Alessia, gadis tersebut jelas saja langsung membulatkan bola mata nya atas rasa keterkejutannya pada ucapan Yash barusan.


"Setelah itu mari baru membuat surat perjanjian perceraian nya"


Lanjut Yash lagi kemudian.

__ADS_1


__ADS_2