
Mansion Utama Sherkan
kamar tidur utama
Hasna sejak tadi terus mengajak Sua bermain, dia tidak mengizinkan untie Elvitania nya memasukkan kucing regdoll tersebut kedalam kandang nya.
Sesekali Hasna akan tertawa geli ketika Sua terus ber gesek-gesek manja di tubuhnya, kadang Sua naik ke pangkuan nya, naik ke dada Hasna dan menciumi wajah gadis itu sambil menjilati nya.
Elvitania tampak tersenyum, sesekali dia ikut tertawa bersama Hasna dan Sua di atas kasur tersebut.
Sherkan memilih duduk di kursi sofa, menikmati minuman nya sambil sesekali mengecek laptop nya.
"Sayang ayo kita tidur, untie fikir hari sudah cukup larut"
Elvitania mulai mengajak Hasna untuk segera beristirahat, dia meraih tubuh Sua secara perlahan dan membawa kucing tersebut ke arah kandang yang berbentuk persis seperti rumah mini.
Hasna mengganggukkan kepalanya dengan cepat, gadis kecil itu langsung melesat masuk kedalam kasur nya.
"Ah ah.... kita harus gosok gigi terlebih dahulu, Hasna tahu? ada banyakkkk sekali kuman di dalam gigi setelah kita makan cemilan, sekarang mari gosok gigi, cuci kaki dan tangan kemudian baru tidur"
Ucap Elvitania sambil merayu pada gadis kecil tersebut.
Hasna buru-buru bangun dari posisi nya.
"Kalau begitu pergi bersama uncle juga"
Hasna mengembangkan senyuman, menatap ke arah Sherkan dengan cepat.
"Kenapa?"
Sherkan buru-buru menoleh.
"Uncle menggendong Hasna, untie bisa menemani Hasna gosok gigi bersama"
__ADS_1
"Tapi sayang...."
"Hwaaaaaaa untie tidak mauuuuuuu"
Belum juga Elvitania bicara, Hasna langsung menangis di tempat menampilkan bola matanya yang mengeluarkan air mata buaya.
"Bukan begitu maksud untie, sayang maksudnya..."
Semakin Elvitania ingin bicara, semakin kencang tangisan Hasna.
Perempuan itu hanya bisa menghela nafasnya pelan.
"Iya uncle akan membantu Hasna ke kamar mandi, mari gosok gigi, cuci kaki dan tangan nya"
Lagi...mau tidak mau dia mengalah.
Hasna langsung menghentikan tangisannya, dia langsung membentang tangan nya kearah Sherkan, menunggu laki-laki itu menggendong nya.
Sherkan pada akhirnya beranjak dari posisi nya, dia langsung mendekati Hasna dan menyambar tubuh gadis kecil itu.
Begitu masuk ke kamar mandi, Elvitania tampak sedikit bingung, dia fikir bukankah mereka tidak memiliki sikat gigi anak-anak?.
Melihat ekspresi Elvitania yang memandangi tempat penyimpanan sikat gigi, seketika membuat Sherkan mengulum senyuman nya.
"Di walk in closed, bagian kanan atas ada sikat gigi baru"
Ucap Sherkan sambil menatap ke arah Elvitania.
Perempuan itu terkejut, langsung menoleh kearah Sherkan sejenak.
"Ah?"
"Bagian atas"
Sherkan kembali bicara sambil menaikkan telapak tangan nya, bicara soal atas walk in closed di kamar mereka.
__ADS_1
Seolah-olah mengerti Elvitania langsung melesat keluar menuju ke kamar, mencari posisi sikat gigi baru yang terletak di tempat yang Sherkan jelaskan tadi.
Elvitania mengerutkan keningnya, mencoba menelisik walk in closed dihadapan nya, bola mata dan tangan kanan nya mulai mencari.
Dia meraba di beberapa tempat namun belum juga dia temukan tempat nya.
Hingga akhirnya bisa dia lihat sesuatu menyembul di bagian paling atas.
Dengan sedikit menjinjit Elvitania berusaha meraih sikat gigi tersebut, tapi rupanya Elvitania masih tidak bisa menggapai nya.
Posisi nya jelas terlalu tinggi, masih sangat jauh dari jangkauan.
Dengan gerakan cepat dia mencoba mencari kursi kecil yang terletak tidak Jauh dari nya, mencoba memanjat ke atas sana.
Tidak banyak membantu tapi cukup bisa menambah tinggi badan Elvitania.
Ketika dia mencoba meraih sikat gigi tersebut, tanpa sadar kursi yang dia naiki bergeser dan...
Hahhhhh?!.
Seketika Elvitania terkejut.
Perempuan itu fikir dia pasti terjatuh, buru-buru dia memejamkan bola matanya.
"Elv?"
Sherkan yang melihat posisi Elvitania sangat tidak menguntungkan langsung berlarian mengejar langkah Perempuan itu sambil masih menggendong Hasna.
Dia secepat kilat mencoba menangkap tubuh Elvitania, mencoba menarik timing waktu yang tepat, tapi.....
Gedubrakkkk
"Akhhhhh"
"Huaaaaaa"
__ADS_1
Teriakan Elvitania dan tangisan Hasna seketika saling bersahutan.