
Bola mata Elvitania terlihat berkedip-kedip beberapa kali, terkejut setengah mati pasti, jantung nya jelas berdetak tidak beraturan, keringat dingin langsung menyerbu dirinya.
Secepat kilat Elvitania berusaha melepas kan tautan bibir mereka, dia mundur secara spontan, wajah perempuan itu persis seperti tomat 🍅 masak saat ini.
Sherkan jelas tidak kalah terkejut, tapi Alih-alih panik atau bergerak di luar akal sehatnya dia berusaha untuk bersikap setenang mungkin.
Dia anggap hari ini benar-benar hari paling beruntung untuk dirinya, Tiga jackpot tidak terduga.
Pertama ketika Elvitania berkata akan memikirkan anak-anak di akhir tahun.
Kedua pelukan manis dari sang istri yang hatinya segunung es batu.
Dan ketiga ciuman yang begitu manis didapat kan dari sang keponakan yang begitu pandai.
Sherkan mencoba menahan senyumannya, menikmati bibir lembut itu untuk beberapa waktu.
Begitu ciuman manis mereka terlepas dia langsung melirik ke arah Hasna.
"Sayangggg?"
Sherkan pura-pura marah, menatap Hasna sambil menggerak-gerakkan jari nya, dia fikir bagaimana bisa benar-benar marah pada kartu jackpot nya?!.
Tentu saja dia tidak mau, itu bisa merugikan dirinya sendiri.
Keponakan manis nya begitu pandai membuat suasana menjadi begitu berbeda.
Alih-alih menjawab ucapan Sherkan, Hasna buru-buru masuk dan meringkuk kedalam selimut nya sambil berkata.
"Selamat malam Untie dan Uncle, Hasna sayang kalian berdua"
Setelah berkata begitu, gadis kecil itu langsung menutup bola matanya seperti Tanpa dosa.
Elvitania yang wajah nya masih memerah langsung berusaha untuk membuang pandangannya.
"Maafkan Hasna Elv"
Ucap Sherkan pelan.
__ADS_1
Alih-alih menjawab, Elvitania hanya bisa mengangguk pelan. Dia menyentuh lembut Tengkuk nya untuk beberapa waktu, memilih untuk tidak menatap Sherkan.
Perempuan itu langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, memunggungi Sherkan dan Hasna.
"Aku akan tidur juga lebih dulu"
Setelah berkata begitu Elvitania mencoba memejamkan bola matanya.
Hasna buru-buru membuka selimut nya, dengan gerakan cepat gadis kecil itu langsung memeluk Elvitania.
"Untie lihat kemari"
Pinta Hasna sambil mengguncang-guncang tubuh Elvitania.
"Jangan memunggungi kami"
Lanjut nya lagi.
"Mama dan Papa bilang itu tidak baik"
Lanjut Hasna lagi.
Secepat kilat Elvitania memeluk Hasna dan membuang pandangannya.
"Baiklah, kemarilah dan tidurlah hmmm"
Ucap Elvitania pelan sambil meraih tubuh Hasna agar masuk kedalam pelukan nya.
Dia mencium lembut kening gadis kecil itu, kemudian dengan cepat Elvitania memejamkan bola matanya.
"Untie"
Hasna mendongak kan kepalanya.
"Hmmm?"
"Apa untie marah?"
__ADS_1
Dia fikir apakah Untie nya marah saat dia membuat Untie dan Uncle nya berciuman.
Sebab tiba-tiba untie nya tidur memunggungi dirinya tadi dan kini langsung memejamkan bola matanya.
"Tentu saja tidak sayang"
Jawab Elvitania pelan.
Dia membuka perlahan bola matanya, menatap gadis kecil itu untuk beberapa waktu.
"Mama dan Papa bilang tidak boleh lama-lama marah, nanti tidak di sayang Allah lagi"
Ucap Hasna pelan.
Gadis kecil itu membalikkan tubuhnya, dia lebih memilih tidur menghadap ke arah atas, menarik tangan Elvitania dan Sherkan secara bersamaan.
"Peluk Hasna hingga tertidur"
Ucap Hasna lagi sambil merapatkan tangan kedua orang itu di atas perutnya.
Elvitania jelas membeku saat tangan nya berada di bawah tangan Sherkan.
Laki-laki itu seperti biasa hanya mengulumkan senyuman nya, menggenggam erat tangan Elvitania sambil berkata.
"Tidurlah, hari sudah cukup larut hmmm"
Dia bicara sambil menatap hangat bola mata Elvitania.
Perempuan itu terlihat diam, melirik kearah tangan hingga lengannya yang kini berada di bawah tangan kokoh itu, Sherkan mengelus lembut tangan nya sambil memejamkan perlahan bola matanya.
*******
Catatan \=
Yang menang giveaway kemarin di novel TERJEBAK BIRAHI DUDA GILA InsyaAllah dikirim serentak Senin / Selasa giveaway nya ya makkkkk.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤️❤️❤️.
__ADS_1
Giveaway untuk pemenang novel ISTRI DINGIN TUAN SHERKAN InsyaAllah akan di undi dalam beberapa hari ini ya Makkk.