Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Part 10 Y & A


__ADS_3

Khalid company.


Proyek besar yang dia tengah kerjakan dalam bukan ini membuat kepala Yash mulai berteriak meminta di istirahat kan, selain harus berkutat dan fokus dengan proyek nya, dia harus terus mengawasi Hana dan mengecek berkala kesehatan istrinya.


Apakah dia mengeluh?!.


Untuk istri nya, tidak.


Untuk pekerjaan nya, iya jelas.


Kepala laki-laki tersebut kini berdenyut-denyut, efek kurang tidur benar-benar menyiksa dirinya, Yash mencoba untuk memijat sejenak pelipis nya sembari dia mencoba menyandarkan tubuhnya.


Sejak kejadian Diana masuk tanpa sopan santun kedalam ruangan nya tempo hari, Yash sekarang lebih suka mengunci pintu ruang kerja diperusahaan nya, karena bagi dirinya dengan begitu dia akan lebih leluasa mencuri-curi waktu untuk beristirahat dan memejamkan sejenak bola mata nya.


Laki-laki tersebut mengehela kasar nafasnya untuk beberapa waktu.


dia pikir dia cukup mengantuk saat ini, tapi benar-benar memejamkan bola matanya takut cukup beresiko besar karena sekali dia terlelap takut nya dia khilaf ketiduran, mengingat dalam 30 menit lagi akan ada rapat yang harus dia selesaikan.


orang-orang berkata hidup dan memiliki sebuah perusahaan itu indah dan nikmat seperti kisah-kisah di drama atau bahkan novel-novel percintaan yang berkata tugas seorang CEO hanya tinggal tunjuk dan memerintah bawahan nya, realitanya mereka hidup dalam banyak tekanan.


semakin besar sebuah usaha semakin besar tekanan mereka semakin besar beban hidup juga semakin besar hutang-hutang yang menumpuk, tidak ada yang indah dan gratis di dunia ini bahkan sebuah perusahaan besar telah terbiasa bergelut hutang dengan bank dan setoran dalam setiap bulannya.


belum lagi resiko-resiko yang harus dihadapi baik dari kerugian yang mungkin akan datang secara tiba-tiba karena sebuah kesalahan atau kecerobohan, bisa jadi terkadang akan terciptanya merosot nya nilai saham, risiko beberapa pegawai yang tidak kompeten dan mampu membuat kerugian satu perusahaan, tidak luput dan lepas juga dari para pegawai yang melakukan korupsi diam-diam, belum lagi terkadang proyek yang dijalankan tidak sesuai dengan impian atau yang diinginkan.


semua tidak seindah di dalam drama atau novel yang dibaca oleh banyak orang, semakin besar suatu perusahaan maka akan semakin besar juga resiko-resiko yang akan terjadi, karena itu berani membuka usaha besar seseorang harus berani untuk jatuh dan bangun atau bahkan hancur.


ketika memilih untuk membuka sebuah usaha yang besar jelas saja yang paling sulit adalah bagaimana cara untuk mempertahankan usaha tersebut, karena untuk mempertahankan sesuatu harus ada usaha ekstra dan kehilangan banyak waktu bersama orang-orang yang dicintai.


dia sempat merasakannya dan masuk ke dalam fase tersebut, tidak mudah untuk mendirikan perusahaan ini di mana Hana selalu bersabar dan selalu mensupornya serta sering berkata tidak apa-apa.


di masa lalu terkadang dia kehilangan waktu berharga bersama istri dan anak-anaknya, dan baginya Hana benar-benar istri yang luar biasa, tidak sekalipun keluar-keluar dari bibir perempuan itu selama pernikahan mereka dan selama dia merintis dari nol ketika mereka membuat usaha.


Yash memikat pelipis nya untuk beberapa waktu, bola matanya sudah terasa berat dan panas seolah-olah dia siap tenggelam ke dalam alam mimpinya tapi apalah hendak dikata dia tidak mungkin melakukannya.


laki-laki itu menguap sekali tidak mencoba untuk menutup mulutnya hingga akhirnya sebuah ketukan terjadi di luar sana Yash langsung mengeluarkan sebuah remote control yang membuka pintu ruangan nya secara otomatis.


Bisa dia lihat Erlan tampak bergerak masuk dari luar sana dan berjalan mendekati dirinya.


"Ada apa?"


Yash bertanya Sembari mengerutkan keningnya, dia pikir dia tidak membutuhkan laki-laki itu saat ini dan dia sama sekali tidak memanggil Erlan sejak tadi.


Laki-laki tersebut menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian dia berkata.


"Nyonya meminta Anda pulang lebih awal dari biasanya"


ketika erlan berkata seperti itu seketika Yash Langsung membulatkan bola matanya.


"Sesuatu yang buruk terjadi?"

__ADS_1


Tanya laki-laki tersebut cepat, dia mencoba berdiri dari posisi duduknya.


"Tidak tuan, semua baik-baik saja hingga sejauh ini"


Erlan bicara cepat kearah laki-laki tersebut.


"Lalu?"


Yash kembali mengerutkan keningnya.


"Apa ada sesuatu yang genting?"


"Aku pikir tidak tuan anda bisa pergi setelah rapat nya selesai"


Ucapan Erlan benar-benar sedikit mengganggu nya, dia menjadi sedikit gelisah hingga akhirnya setelah laki-laki tersebut pergi dari ruangannya Yash langsung mencoba untuk menghubungi istrinya tersebut.


"Kamu ada di mana?"


laki-laki tersebut langsung bertanya begitu panggilan telepon nya langsung tersambung ke seberang sana.


"Bagaimana bisa imam ku lupa memberikan salam?"


terdengar suara sahutan dari Hana, suara yang membuat tentram jiwanya di mana perempuan itu adalah rumah yang paling nyaman untuk dirinya.


"Assalamualaikum ya bidadari surga ku"


Itu adalah panggilan Paling dia sukai untuk Hana sejak dulu, bidadari surga nya, yang selalu dia harapkan untuk bisa bersama Hana dan bertahan hingga menua bersama.


Meskipun dia tahu mimpi nya hanya sebatas angan, tapi dia masih tetap optimis pada kehidupan dan takdir garisan Allah SWT.


"Itu membuat ku begitu dicintai, kau tahu Yash? aku sedang tersipu-sipu malu disini"


Hana terdengar bicara sambil menggoda dirinya, Perempuan tersebut tertawa kecil terdengar begitu indah dibalik telinga nya.


"Aku tiba-tiba merasa kembali muda"


Lanjut Hana lagi kemudian.


"Aku merasa kamu sedang menginginkan sesuatu dari ku saat belajar untuk merayu ku"


Yash tiba-tiba bicara Sembari mencoba untuk menerka-nerka.


Mendengar ucapan suaminya seketika membuat keheningan sejenak di antara mereka.


"Mari pergi melihat sunset Yash, aku merindukan moment kebersamaan kita hmmm"


Ucap perempuan itu pelan diseberang sana.


Yash terlihat diam untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Setelah rapat aku akan menjemputmu hmmm"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


"He em...aku akan menunggu"


Setelah itu keheningan kembali terjadi, lama hingga akhirnya satu tanda klik dimana Hana mematikan panggilan mereka.


Tidak ada salam penutup untuk dirinya.


Yash menurunkan handphone nya secara perlahan, dia meletakkan handphonenya ke atas meja, kemudian Secara perlahan laki-laki tersebut menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.


Satu ingatan menghantam dirinya.


"Aku pikir ini tidak akan lama lagi Yash, maafkan kami"


"Nikmati hari-hari kalian dan jangan mengecewakan dirinya"


Seketika tangis Yash pecah, dia tahu air matanya telah membasahi seluruh permukaan telapak tangan nya, dia mencoba menahan isakan nya karena dia tahu sejatinya laki-laki tidak pernah menangis seperti seorang wanita.


*****


Di sisi lain


Begitu Hana menutup panggilan nya, Perempuan tersebut memilih menatap kearah langit mendung yang mulai menggelap di atas atap rumah sakit dimana dia di rawat.


Lama dia menatap kearah langit, Membiarkan dirinya membisu tanpa mengeluarkan suaranya sedikitpun, membiarkan angin hari ini menerpa wajahnya dan juga tubuhnya.


Apakah sunset akan datang?!.


Gumam nya dalam hati.


perempuan itu terlihat dia membiarkan bola matanya menembus langit cakrawala, berbagai macam ingatan datang kepalanya tentang dirinya dan Yash suaminya juga anak-anak mereka di masa lalu.


Seulas senyuman mengambang dibalik wajah pucat tersebut, dimana kini bisa Hana lihat tangan-tangan nya tampak mulai gemetaran ketika di angkat sedikit ke atas, perempuan tersebut kini mencoba menarik jaket sweater yang dia gunakan untuk menutup seluruh bagian tubuh nya, bibi Tory terlihat berdiri di belakang nya cukup jauh.


Seketika tangis Hana pecah, dia mencoba menahan suaranya untuk beberapa waktu, membiarkan air membasahi kedua belah pipinya.


*****


Bolehkah aku mengulang waktu?! kembali ke masa lalu dimana aku merindukan dia yang begitu aku rindukan.


Terkadang ada satu masa aku berpikir tidak menjadi istri yang baik untuk diri mu,


Terkadang ada juga satu masa aku lupa bagaimana cara nya membuat mu tersenyum dikala lelah.


Yash aku merindukan masa-masa itu, sungguh.


Tapi Realita nya kita sama-sama tidak bisa mengulang waktu.

__ADS_1


__ADS_2