Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Memperingati dirinya


__ADS_3

Bibi Sibah sejenak mencoba menelan Saliva nya ketika dia melihat Sherkan terus memutar-mutar gelas minuman yang ada di tangan laki-laki itu di atas meja kerjanya.


Ekspresi wajah laki-laki itu terlihat begitu aneh, menampilkan guratan emosi di balik wajah datar dan Tampan nya.


Dia sudah lama tidak melihat ekspresi aneh laki-laki itu sejak beberapa tahun yang lalu, tapi kali ini jelas membuat dia cukup tidak bisa mengeluarkan Suara nya.


"Bibi sudah makan siang?"


Sherkan tiba-tiba bertanya, berdiri dari posisi duduknya kemudian berjalan perlahan mendekati bibi Sibah.


"Ya, bibi sudah mendapatkan nya"


Jawab bibi Sibah pelan.


"Bibi bukankah sudah mengenal ku dengan begitu baik?"


Tiba-tiba Sherkan bertanya sambil menahan posisi nya, laki-laki itu berdiri di sisi kanan meja dimana posisi bibi Sibah dan Sherkan sekarang dalam posisi berhadapan.


Bibi Sibah duduk di kursi sedang kan Sherkan berdiri sambil tangan kirinya terus memutar gelas minuman yang ada di atas meja.



"Aku memiliki toleransi yang cukup tinggi untuk lingkungan di sekitar, tidak suka banyak bicara dan cukup malas memperdebatkan soal uang"


Ucap Sherkan lagi.


"Tapi .. bibi pernah dengar soal istilah Jangan suka membangunkan singa yang tengah tertidur?"


Tiba-tiba bola mata Sherkan menatap tajam bola mata bibi kedua nya.


Kemudian tanpa diduga-duga Sherkan menarik gelas berisi minuman tersebut dan....

__ADS_1


Praanggggg


Laki-laki itu seketika menghantam gelas tersebut ke dinding kaca dengan kekuatan penuh Sherkan.




Ruangan yang tadi nya sunyi senyap seketika mengeluarkan suara yang sangat memekakkan telinga.


Bisa dibayangkan bagaimana gelas kaca menghantam dinding kaca yang ada di hadapan mereka.


Jelas hancur berkeping-keping dan mengeluarkan suara gaduh di seluruh penjuru perusahaan Azzura company.


Bibi Sibah seketika Terkejut dan tercekat.


Sekretaris pribadi Sherkan yang duduk didepan langsung melesat masuk membukakan pintu, menatap panik kearah dalam.


Yang berada di beberapa lantai bawah sebagian langsung mendongakkan kepala mereka ke atas, sebagian berlarian menuju ke atas menggunakan tangga.


Karyawan yang berada di lantai yang sama dengan Sherkan seketika ikut menghentikan kegiatan mereka.


Beberapa orang mulai panik berbisik-bisik, beberapa orang Tampak mulai Berlarian panik dengan keadaan.


Suasana benar-benar menegang seketika.


Bisa bibi Sibah lihat api kemarahan berkobar dibalik bola mata Sherkan.


Laki-laki itu seolah-olah siap membunuh nya saat ini juga.


Bahkan laki-laki itu mengeratkan rahangnya, bisa dia lihat gerakan rahang gigi yang beradu di balik wajah tampan laki-laki tersebut.

__ADS_1


Sang sekretaris membeku di depan pintu.


Ingin rasa nya dia menangis saat menyadari sang tuan nya benar-benar mengeluarkan wajah iblis nya di Balik tampang kharismatik nya.


Dia tahu tuan Tidak pernah marah, julukan laki-laki itu Raja hutan Afrika.


tapi jika sang raja hutan telah bangun dari tidur nya, tidak akan ada yang berani macam-macam dengan laki-laki tersebut, bisa dipastikan kematian akan mendekati mereka.


Dia dikir apakah dia memiliki kesalahan hingga membuat atasan nya begitu marah.


Tapi sherkan menggerakkan tangannya sambil meminta perempuan itu segera keluar dari sana.


Bibi Sibah masih membeku, dia tercekat sambil berusaha menahan detak jantung nya yang terpompa secara tidak normal.


Sherkan tiba-tiba membungkukkan sedikit tubuhnya, bicara sambil berbisik kearah telinga kiri bibi Sibah.


"Aku tidak memiliki toleransi yang tinggi lagi jika bibi mencoba untuk menghancurkan ketenangan keluarga ku, terutama istri ku"


"Jangan lupa, bibi hanya anak tiri di keluarga Azzura, aku bisa mengeluarkan bibi dari daftar keluarga jika aku mau"


Setelah berkata begitu, Sherkan langsung membenahi posisi tubuhnya.


Laki-laki itu memajukan langkah nya sedikit, berdiri tepat disamping bibi Sibah.


Dia meremas bahu wanita tua itu secara perlahan.


"Anggaplah ini kesempatan terakhir bibi, jadi berhati-hatilah dalam memilih langkah"


Setelah berkata begitu Sherkan langsung melangkah maju meninggalkan sang bibi keduanya.


Bisa dilihat bibi Sibah meremas telapak tangan dengan kencang.

__ADS_1


Wanita itu mengeratkan rahangnya.


__ADS_2